Ibnu menarik nafas panjang. Ia menduga bahwa Riska kini memandangnya sebagai lelaki yang ingkar janji. Lelaki yang tak memiliki komitmen.
Bahkan posisinya turut menjadi bahan gosip. Buktinya, Dela, sang wanita muslimah yang baru diperkenalkan oleh Riska, turut mengetahui soal apa yang pernah terjadi antara dirinya dengan wanita asal Ngawi itu.
Ada banyak hal yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Ia dan Riska mungkin memiliki persepsi yang berbeda terkait alur kejadian yang menimpa mereka. Namun Ibnu ingin menceritakan semuanya sehingga tak ada lagi miskomunikasi yang terjadi.
“Begini. Aku tahu ini pertemuan pertama kita setelah hari wisudamu. Harusnya, hari ini pembahasan santai. Kita sudah lama tidak ketemu. Aku juga baru berkenalan dengan Dela.Tapi banyak hal yang perlu diluruskan,” ujar Ibnu tiba-tiba.
Riska justru tersenyum senang. Ia mengangguk dengan cepat. Dela turut menjadi pendengar yang baik.
Riska telah berulangkali mencoba klarifikasi kepada Ibnu. Pria itu selalu menghindar selama ini.
Kini, seperti takdir, ia kembali bertemu dengan Ibnu dalam penerbangan ke Australia. Sama-sama memenuhi janjinya untuk menjemput title Magister di Negeri Kangguru. Maka, Riska tak ingin menyia-yiakan kesempatan tersebut.
Riska sengaja menekan Ibnu untuk menceritakan semua yang terjadi. Karena berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Ahmadi sebelum berangkat, seminggu terakhir, ia masih memiliki kesempatan untuk kembali dekat dengan pemuda Aceh yang memiliki masa lalu super seram itu.
Ahmadi adalah informan Riska selama enam bulan terakhir. Dari teman sekos Ibnu itu, ia kini tahu soal Dara, wasiat serta tanggal keberangkatan ke Australia. Karena hal ini pula, Riska memilih berangkat pada hari yang sama.
Riska hanya kaget kalau ternyata ia justru memperoleh set tempat duduk di samping Ibnu.
Sedangkan Ibnu terdiam lama. Pemuda itu terlihat berpikir keras untuk memulai cerita tersumbat antara ia dengan Riska.
“Terus terang. Aku terkejut kala mengetahui bahwa Riska ternyata sama seperti Raina. Sama-sama anak tentara. Harusnya aku bisa menduga hal ini sejak awal. Terutama sejak kamu sering mampir ke ruang kuliahku dan mengetahui semua jadwal kuliahku. Informanmu saat itu, pasti Raina-kan?” ujar Ibnu.
Mendengar hal ini, Riska tersenyum. Ia merasa malu karena ‘kebohongan’ kecilnya di masa lalu terungkap.
“Pada hari Riska wisuda. Aku hanya kaget. Tapi kemudian Ahmadi menjelaskan semuanya. Aku hanya marah karena kamu tidak pernah mau mengungkapkan hal itu sejak awal. Wisuda itu hari sacral, tapi kamu tak ingin ayahmu datang karena ada aku di sana. Kemudian kamu menghabiskan waktu bersama orangtuamu tapi melarang aku untuk kesana,” kata Ibnu.
Kali ini, Riska tertunduk lesu. Ia tidak tahu bahwa Ibnu membuat penilaian dari hal-hal kecil seperti tadi.
“Kamu tak yakin jika aku bisa menerima keadaanmu apa adanya. Sama tidak yakinnya kamu pada ayahmu, yang tidak mungkin menerima aku karena masalaluku,” ujar Ibnu lagi.
[Bersambung]

![[Video] Aksi Heroik Pemuda Blangpidie Selamatkan Satu Keluarga yang Terjebak Banjir](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2020/05/video-aksi-heroik-pemuda-blangpidie-selamatkan-satu-keluarga-yang-terjebak-banjir-75x75.jpg)









