Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Peusaba Ingatkan Rakyat Aceh Waspadai Musuh yang Mengancam Syariat Islam

Admin1 by Admin1
31/05/2020
in Nanggroe
0
Peusaba Ingatkan Rakyat Aceh Waspadai Musuh yang Mengancam Syariat Islam

BANDA ACEH – Ketua Peusaba Aceh, Mawardi Usman, meminta rakyat Aceh mewaspadai gerakan yang mengancam eksistensi syariat Islam di Aceh.

Menurut Mawardi, gerakan ini lambat namun pasti bergerak sejak 1511. Gerakan penghancuran Aceh yang Islami dilakukan oleh musuh-musuh Islam, namun saat itu Aceh sangat kuat dibawah pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah (1511-1530).

“Sejak dulu adat dan syariat di Aceh tidak terpisahkan. Istilah yang dikenal adat dengan syariat bagaikan zat dengan sifat. Sultan Syamsu Syah (1475-1511) Ayahanda Sultan Ali Mughayat Syah yang pertama kali mengeluarkan dekrit Aceh Islam segala adat budaya yang bertentangan dengan lslam harus dihilangkan atau kalau adat masih bisa dimodifikasi maka boleh dimodifikasi sehingga adat sesuai dengan syariat Islam,” ujar Mawardi, Sabtu malam 30 Mei 2020.

Katanya, ratusan tahun Aceh menjadi kawasan Islam yang taat dan kuat dengan Islam. Sejak dulu Aceh selalu diserang tanpa henti kali.

“Terakhir ini adalah kehebohan ketika ada aplikasi Kitab Suci Aceh yang berisi kitab suci Agama non Islam dalam bahasa Aceh sehingga menimbulkan kemarahan rakyat Aceh.”

“Sejak dulu hingga akhir zaman Aceh adalah Islam. Peusaba meminta pihak-pihak yang ingin merusak Islam di Aceh agar mundur atau akan ada akibatnya. Rakyat Aceh selalu bersabar namun kesabaran Rakyat Aceh ada batasnya. Kami tahu sekali program itu pemusnahan sejarah Aceh pedangkalan akidah dll itu berkorelasi sekali.”

“Bagaimana makam Raja-raja dan Ulama di Gampong Pande mau dimusnahkan jadi tempat pembuangan tinja kemudian mau dimusnahkan sehingga asal usul Islam di Aceh hilang. Kemudian kejadian yang sama terjadi terhadap makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail (1703-1726) yang dibangun WC dan hotel disamping makam sehingga melenyapkan peran Sultan Ulama dan juga Habib, memotong kekuatan Dayah Rakyat Aceh tahu sekali tindakan ini tidak terpisahkan namun sistematis sasarannya cuma satu melenyapkan eksistensi syari’at Islam di Aceh. Karena itu Peusaba mengingatkan Rakyat Aceh jangan lengah dan selalu waspada kita akan berjuang hingga ratusan tahun dari generasi ke generasi untuk mempertahankan Aceh untuk mempertahankan Islam,” ujarnya lagi.

Previous Post

Mutasi Eselon 3 dan 4 Bakal Awali Kerja ‘New Normal’ di Aceh

Next Post

Bak Mukjizat, Bayi Positif Corona Terbangun usai Koma 32 Hari

Next Post
Bak Mukjizat, Bayi Positif Corona Terbangun usai Koma 32 Hari

Bak Mukjizat, Bayi Positif Corona Terbangun usai Koma 32 Hari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Warga Desa Sahraja Dirikan Rumah Ibadah dari Kayu Gelondongan

Ohku, Pengangguran Terbuka di Aceh Bertambah Jadi 5,88 Persen

08/05/2026
Patah Tangan, Calon Haji Asal Aceh Barat Batal Berangkat ke Tanah Suci

Patah Tangan, Calon Haji Asal Aceh Barat Batal Berangkat ke Tanah Suci

08/05/2026
Darwati A. Gani Soroti Pemotongan Dana Desa Saat Bertemu BPKP Aceh

Darwati A. Gani Soroti Pemotongan Dana Desa Saat Bertemu BPKP Aceh

08/05/2026
Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Koalisi Sipil Gugat Penanganan Bencana Ekologis Sumatera ke PTUN

08/05/2026
Iran Keluarkan Peta Baru Selat Hormuz yang Dikendalikan Pasukan IRGC

Iran Gempur Kapal-kapal Perang AS, Tuduh Trump Langgar Gencatan

08/05/2026

Terpopuler

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

06/05/2026

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

Menyangkut Kemanusian, Dr. Safaruddin Instruksikan Rumah Sakit Korea Layani Semua Desil

Pemko Subulussalam Siap Membangun Road map Penguatan SDM Kesehatan dengan USK

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com