BANDA ACEH – Sejumlah guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Luar Biasa (SLB) Aceh meluncurkan buku “Suara Mereka di Saat Pandemi Covid-19”. Peluncuran buku tersebut dilakukan melalui konferensi video aplikasi Zoom, Selasa (16/6).
Buku “Suara Mereka di Saat Pandemi Covid-19” merupakan kumpulan tulisan pengalaman guru Pendidikan Luar Biasa (PLB) saat melakukan proses belajar mengajar secara dalam jaringan (daring) disaat Pandemi Covid 19. Dimana dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) para guru-guru Pendidikan Luar Biasa (PLB) mengalami berbagai tantangan, terutama siswa yang memiliki latar belakang yang berbeda dan berkebutuhan khusus.
Ketua KKG SLB Aceh sekaligus inisiator, Lena Yanti, Br.P, ST.,S.Pd.,M.Pd menjelaskan bahwa penulisan buku “Suara Mereka Disaat Pandemi Covid-19” sebagai suatu bentuk untuk merekam berbagai pengalaman guru Pendidikan Luar Biasa disaat Covid-19 terjadi. Dimana menurut Lena,Covid-19 tersebut bukan hanya menyentuh pada dunia kesehatan saja,melainkan juga menyentuh pada dunia lainnya seperti: ekonomi, sosial, agama, hingga dunia pendidikan.
“Pengalihan aktivitas belajar mengajar ini tidak semua berjalan mulus sesuai harapan. Memang sistem belajar secara online berbeda jika dibandingkan dengan bertatap langsung. Banyak tantangan yang ditemui dengan metode pengajaran secara online ini. Terutama anak-anak berkebutuhan khusus, dikondisi normal saja perlu perlakuan khusus apalagi saat seperti sekarang ini,” kata Lena saat melakukan peluncuran buku secara daring, Selasa (16/6) di Banda Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Lena juga mengucapkan terima kasih kepada para penulis yang telah ikut bergabung dalam menuangkan ide dan pemikiran dalam buku bersama ini dan juga kepada Ikatan Guru Pendidikan Khusus (IGPKh) Indonesia Provinsi Aceh yang telah mendukung penuh atas penerbitan karya ini.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Aceh, Drs Rahmat Fitri HD, MPA merasa bangga dan memberi apresiasi kepada para guru-guru “carong” yang telah mampu menghasilkan sebuah maha karya yang sangat luar biasa ini. Ia berharap kepada para guru terkhusus para guru Pendidikan Luar Biasa (PLB) untuk terus berkarya dan membina generasi bangsa demi menyongsong masa depan anak bangsa.
“Dalam kesempatan ini, perkenankan pula atas nama Kepala Dinas Pendidikan Aceh mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga dan apresiasi khusus kepada para Para Guru Pendidikan Luar Biasa yang telah menuangkan berbagai ide dan pengalaman dalam bentuk buku. Demikian juga kepada penggagas, para penulis, editor dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam proses penyusunan karya ini,” kata Rahmat Fitri.
Buku yang di inisiasi oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Luar Biasa (SLB) Aceh ini ditulis oleh Lena Yanti, DM. Ria Hidayati, Zulfajra, Zora Fitriana, Wahyu Afriyola, Nurlinawati, Hera Mika Yulis, Idarmiati, Nurul Maulida Sari, Jamilah, Rena Meilani, Yossi Novianti, Rahmad Syah Putra, Saifan Irwan, Zubaidah dan Cut Intan Salasiyah.










