Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Oknum Geuchik Diduga Palsukan Kematian Warga

Admin1 by Admin1
18/06/2020
in Lintas Barat Selatan
0
Oknum Geuchik Diduga Palsukan Kematian Warga

BLANGPIDIE – Oknum Keuchik salah satu Gampong dalam Kabupaten Aceh Barat Daya diduga palsukan Surat Keterangan Kematian atas nama warganya.

Surat yang ditanda tangani oknum Keuchik tersebut dengan nomor: 33/**/SKMD/X/2018 tanggal 02 Oktober 2018 berisi tentang kematian salah seorang warganya yang berinisial DK (37) jenis kelamin laki-laki, pekerjaan wiraswasta yang telah meninggal dunia pada hari Sabtu 27 Mai tahun 2014 di kediamannya.

Pria yang yang disebutkan telah meninggal itu ternyata masih hidup dan dapat menghirup udara segar, bekerja, bahkan dapat melakukan semua rutinitas sehari-hari dengan normal seperti masyarakat lainnya.

Oknum Keuchik berinisial AN kepada awak media pada hari Senin (15/06/2020) menyampaikan, dirinya tidak terlalu mengingat kepastian kapan pembubuhan tanda tangan yang ditanda tangani olehnya di surat tersebut.

“Itu memang tanda tangan atas nama saya, tapi saya tidak ingat persis kapan surat itu saya tandatangani, dan saya juga tidak tahu kalau itu surat kematian atas nama DK, bisa jadi saya tidak membacanya dulu sebelum menandatangani,” ucap oknum Keuchik tersebut.

AN mengakui, dirinya dan DK beserta keluarga sudah mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Abdya.

“Kami sudah datang ke kantor Disdukcapil untuk memberikan keterangan dan penjelasan terkait perihal Akte Kematian atas nama DK,” ujar oknum Keuchik itu.

Terpisah, lelaki berinisial DK yang merupakan korban kematian palsu tersebut menyatakan, pernyataan di surat tersebut merupakan kekeliruan disaat ingin mengurus akta kematian orang tua kandung dari anak angkatnya.

“Surat itu salah dibuat, tujuan pembuatan surat untuk itu untuk pengurusan akta kematian ayah kandung anak angkat saya agar bisa di urus dana santunan anak yatim, tapi yang dicantumkan tersebut adalah nama saya,” urai DK.

DK juga mengatakan, terkait santunan kematian yang menurut isu berkembang tidaklah benar, bahkan dia mengaku menolak sejumlah dana yatim untuk anak angkatnya dari pihak sekolah tempat sang anak meniti ilmu pendidikan.

“Kami sekeluarga tidak pernah menerima santunan kematian seperti apa yang disangkakan terhadap kami, kami tidak menerima dan tidak mengambil dana apapun,” ucap DK.

DK juga berharap pada instansi terkait agar data pribadinya bisa segera diaktifkan kembali karena identitasnya itu sangatlah penting.

Sementara, itu salah seorang warga Gampong tersebut yang tidak ingin namanya disebutkan, menyatakan, informasi tentang pemalsuan Surat Keterangan Kematian tersebut didapatkannya dari salah satu petugas Disdukcapil yang mengatakan kalau ada akta kematian yang belum diambil oleh keluarganya yang bersangkutan.

“Informasi itu saya dengar dari salah seorang petugas kantor Disdukcapil waktu saya mengurus KTP,” ungkapnya.

Ia berharap kepada semua pihak penegak hukum agar dapat menindaklanjuti perihal perkara Akte Kematian palsu itu, agar isu simpang siur tersebut bisa terang benderang.

“Kami berharap kepada seluruh pihak baik penegak hukum dan Pemerintah terkait agar dapat menindaklanjuti kasus ini, biar semua masyarakat bisa mendapatkan kejelasan nya agar tidak simpang siur, juga menjadi pembelajaran yang berharga untuk kita semua,” pungkasnya.

Previous Post

Usai Dilantik, Muzakkar Minta Pemerintah Aceh Bantu Pembangunan RS Regional dan Gedung DPRK

Next Post

Curhat Ibunda Cut Fitri, Perempuan Aceh yang Pindah Agama ke Syech Fadhil

Next Post
Curhat Ibunda Cut Fitri, Perempuan Aceh yang Pindah Agama ke Syech Fadhil

Curhat Ibunda Cut Fitri, Perempuan Aceh yang Pindah Agama ke Syech Fadhil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Normalisasi Saluran Tambak Terdampak Bencana Aceh Capai 69,5 KM

Normalisasi Saluran Tambak Terdampak Bencana Aceh Capai 69,5 KM

22/09/2026
Aceh Utara Terima Bantuan Bencana Rp328 Miliar dari Pemerintah Pusat

Aceh Utara Terima Bantuan Bencana Rp328 Miliar dari Pemerintah Pusat

22/09/2026
Siswa MAN 1 Model Banda Aceh Kunjungi Rumoh Batik Malaka

Siswa MAN 1 Model Banda Aceh Kunjungi Rumoh Batik Malaka

22/09/2026
Subsidi Ongkos Angkut Turunkan Harga Cabai Merah di Aceh

Subsidi Ongkos Angkut Turunkan Harga Cabai Merah di Aceh

22/09/2026
Petani Sawit Aceh Ikuti Pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit Bersama BPDP

Petani Sawit Aceh Ikuti Pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit Bersama BPDP

22/09/2026

Terpopuler

Oknum Geuchik Diduga Palsukan Kematian Warga

Oknum Geuchik Diduga Palsukan Kematian Warga

18/06/2020

Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

Keuchik Penggerak Swasembada Pangan dan Personel Polres Abdya Dapat Penghargaan dari Kapolres

Politik Gagasan dan Inspirasi Kepemimpinan: Belajar dari Tapak Tilas Dr. Safaruddin dan Pohon Harapan di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com