Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Olahraga

Alex Dinilai Sial, Gunakan Nama Marquez di MotoGP 2020

Atjeh Watch by Atjeh Watch
21/06/2020
in Olahraga
0
Alex Dinilai Sial, Gunakan Nama Marquez di MotoGP 2020

Alex Marquez (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)

ROMA – Repsol Honda mengontrak Alex Marquez dengan durasi satu tahun. Alex pun naik kelas ke MotoGP dari Moto2 pada musim 2020. Akan tetapi, eks manajer tim Honda, Livio Suppo, menilai Alex tidak beruntung tampil di MotoGP dengan mengemban nama Marquez.

Suppo kurang setuju Honda merekrut Alex. Menurut Suppo, Alex akan sangat tertekan dengan statusnya sebagai adik The Baby Alien –julukan Marquez, yang mendominasi MotoGP dalam tujuh musim terakhir. Suppo memprediksi Alex akan selalu dibandingkan dengan sang kakak.

Tekanan itu akan mempersulit Alex, yang punya tantangan besar untuk beradaptasi dengan motor Honda, RC213V. Kuda besi Honda bukanlah motor yang mudah dikendarai, karena pembalap sekelas Jorge Lorenzo pun gagal melakukannya pada musim lalu.

Suppo menegaskan Honda keliru mendatangkan Alex, meski dia merupakan juara Moto2 musim lalu. Menurut Suppo, kontrak setahun yang menempatkan Alex dengan Marquez dalam satu garasi, tidaklah menghormati pembalap berumur 24 tahun itu.

“Alex adalah juara dunia Moto2, tetapi ia memiliki nasib sial menjadikan Marquez nama keluarga. Mau tidak mau mereka akan membandingkannya dengan hasil saudaranya. Dia perlu waktu untuk beradaptasi dengan kategori (MotoGP), kami juga melihatnya di Moto2,” ujar Suppo, menyadur dari Tutto Motori Web, Minggu (21/6/2020).

“Jika saya memahami kontrak empat tahun Marc (Marquez), sebaliknya saya tidak akan pernah membuat kontrak tahunan dengan Alex. Itu kurang menghormatinya. Ini benar-benar salah, karena pembalap harus berada dalam posisi tenang dan dia juga akan memiliki tekanan yang lebih besar,” pungkasnya.

Sumber; Okezone

Tags: Alex MarquezMoto GP
Previous Post

Syech Fadhil Takziah ke Rumah Duka Ayah Leuge di Peureulak

Next Post

Literasi Keuangan Syariah Indonesia Duduki Posisi Kedua Setelah Malaysia

Next Post
Literasi Keuangan Syariah Indonesia Duduki Posisi Kedua Setelah Malaysia

Literasi Keuangan Syariah Indonesia Duduki Posisi Kedua Setelah Malaysia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah Gayo Lues

Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah Gayo Lues

30/06/2026
Dosen Psikologi Unimal Fasilitasi Support Group bagi Korban Kekerasan di Aceh Utara

Dosen Psikologi Unimal Fasilitasi Support Group bagi Korban Kekerasan di Aceh Utara

30/06/2026
Ruhama Tanjong Terima Kunjungan Tim Asesor Badan Akreditasi Dayah Aceh

Ruhama Tanjong Terima Kunjungan Tim Asesor Badan Akreditasi Dayah Aceh

30/06/2026
Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

30/06/2026
Jerman Diguncang Penembakan Massal, 5 Orang Tewas

Jerman Diguncang Penembakan Massal, 5 Orang Tewas

30/06/2026

Terpopuler

Malangnya Nasib Asri, Bus Terbakar Habis Masih Bebani Ganti Rugi

Malangnya Nasib Asri, Bus Terbakar Habis Masih Bebani Ganti Rugi

29/06/2026

Dua Remaja di Abdya Dikabarkan Hanyut di Laut Ujong Manggeng

Alex Dinilai Sial, Gunakan Nama Marquez di MotoGP 2020

Meurah Dua FC Melaju Ke Final Piala Kapolres Pijay, Usai Singkirkan Bandar Baru FC

Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com