BANDA ACEH – Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMIKI) Aceh menyatakan mengecam tindakan warga yang meminta salah seorang wanita Rohingya untuk membuka cadarnya.
Kajadian tersebut terjadi di penampungan warga Rohingya yang diselamatkan nelayan di lepas pantai Seunuddon, Aceh Utara, Kamis (25/6/2020).
Tindakan tak pantas terhadap wanita Etnis Rohingya itu juga terekam video yang viral di media sosial saat ini.
Ketua IMIKI Aceh, Muhammad Ridwan Harahap mengatakan, tindakan warga yang meminta seorang wanita Rohingya membuka niqab (cadar) adalah salah satu tindakan yang di luar batas kewajaran.
“Di mana letak akal sehatnya saudara? Bangga boleh, bego jangan,” katanyanya, Minggu (28/6/2020).
Ridwan menegaskan, meski berjasa menyelamatkan nyawa warga Rohingya yang terombang-ambing di lautan, seharusnya tidak seperti itu tindakan yang dilakukan warga.
Kata dia, dari mata wanita itu terlihat jelas bagaimana ia merasa keterpaksaan untuk membuka niqabnya.
“Namun tidakkah kalian tahu kalau dia tidak berurusan dengan kalian, namun dengan batinnya sendiri untuk mempertanggung jawabkan niatnya berniqab,” tegas Ridwan.
Ridwan menuturkan, para warga bisa menghargai etnis Rohingnya yang diselamatkan itu. Mereka bukanlah tontonan yang bisa diperlakukan sesuka hati.
“Karena kejadian itu sama halnya dengan kalian yang membantu seseorang dan meminta telanjang untuk kepuasan hati kalian,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 94 imigran gelap asal Rohingnya terdampar di perairan Aceh Utara, mereka terdampar akibat kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan pada bagian mesin, sehingga membuat puluhan imigran tersebut terombang-ambing sebelum akhirnya diselamatkan nelayan setempat.
Reporter: Ahmad Amin









