Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kemenko PMK Apresiasi Penanganan Karhutla di Aceh

Admin1 by Admin1
13/07/2020
in Nanggroe
0
Kemenko PMK Apresiasi Penanganan Karhutla di Aceh

Sekda Aceh, dr. Taqwallah membuka Rapat Koordinasi Sinergitas Peningkatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla di Aceh, di Kyriad Muraya Hotel Banda Aceh, Senin 13/07. Rapat itu membahas strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Aceh. Foto Humas Setda Aceh

Banda Aceh – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia memberikan apresiasi kepada pemerintah Aceh yang dinilai menangani kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) dengan sangat baik.
“Sejak 2017 angka karhutla di Aceh semakin menurun. Apresiasi luar biasa dari Kemenko PMK,” kata Deputi I Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana, Kemenko PMK, Dody Usodo Hargo, dalam Rapat Koordinasi Sinergitas Peningkatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana
Karhutla di Aceh, di Banda Aceh, Senin 13/07.
Dody Usodo mengatakan Rakor tersebut diikuti oleh pihak terkait dari 8 kabupaten yaitu Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Belatan, Nagan Raya, Abdya, Aceh Tengah, Pidie, Aceh Besar. Delapan kabupaten ini menjadi daerah dengan tingkat kerawanan Karhutla tertinggi di Aceh.
Sekda Aceh dr. Taqwallah., mengatakan sepanjang 2020 terdapat 51 titik api di delapan kabupaten tersebut. Sementara dari seluruh Acen tercatat ada 144 titik api. “Biasanya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla itu terjadi di musim kemarau sepanjang Juli hingga September,” kata dia.
Data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh mencatat, delapan kabupaten di Aceh menjadi kawasan kronis, yang angka kebakaran hutan mencapai puluhan titik. 17 kabupaten masuk kategori dengan bahaya kebakaran hutan dan lahan tinggi. Sisanya masuk kategori sedang.
Berbagai upaya kampanye terus dilakukan pemerintah Aceh untuk mengurangi kejadian kebakaran hutan di hampir semua kabupaten dan kota di Aceh. Beberapa regulasi di antaranya Peraturan Gubernur Aceh No.20 Tahun 2016 Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh serta Kepgub Aceh No.360/86/2019 tentang Pembentukan Satgas Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan di Aceh, juga dikeluarkan pemerintah.
Upaya penegakan hukum terhadap kriminal pembakaran hutan dan lahan juga dilakukan secara tegas. Kapolda Aceh dalam Rakor Virtual Forkopimda tentang GAMPANG tgl 8 Juli 2020 lalu juga menegaskan pelaku pembakar hutan akan ditindak secara tegas, baik dengan menggunakan Undang-Undang Lingkungan Hidup maupun Undang-undang KUHP.
Sekda menyebutkan, semua pihak dituntut untuk berperan aktif melakukan pencegahan dan pengendalian Karhutla mulai dari tingkat pusat, Provinsi, kabupaten kota, gampong hingga tingkatan individu.
Deputi I Kemenko PMK, Dody Usodo Hargo, mengatakan, presiden dalam rapat terbatas tingkat kementerian, meminta agar manajemen penanganan Karhutla harus terkoordinasi dengan baik. Jika ada kasus Karhutla presiden meminta agar api tidak membesar dan penegakan hukum harus tegas.
“Sejak tahun 2019 kita kawal betul penegakkan hukum terkait karhutla ini,” kata Dody. Ia berharap sinkronisasi kerawanan dampak bencana khususnya di Aceh dapat terjalin dengan baik. []
Tags: acehkarhutlakebakaran hutan
Previous Post

PBM Tatap Muka Madrasah di Aceh Barat Ditunda

Next Post

Penyebaran Hoaks di Masa Pandemi  

Next Post
Penyebaran Hoaks di Masa Pandemi   

Penyebaran Hoaks di Masa Pandemi  

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

06/06/2026
Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

06/06/2026
Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026
CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

06/06/2026
Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

06/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Kemenko PMK Apresiasi Penanganan Karhutla di Aceh

Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com