Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pengamat: Rakyat Tidak Menarik Lagi Menonton Pertikaian Elit Aceh

Admin1 by Admin1
19/07/2020
in Nanggroe
0
Terkait Lahan Untuk Eks Kombatan, Pengamat Sebut Perlu Regulasi

BANDA ACEH – Pengamat economi dan pemerintah, Taufiq A Rahin, meminta elit Aceh untuk menyudahi pertikaian yang sedang terjadi. Pasalnya, pertikaian elit dinilai tak lagi menarik bagi masyarakat di Aceh.

Hal ini disampaikan Taufiq A Rahin melalui pernyataan tertulisya kepada atjehwatch.com, Minggu 19 Juli 2020.

“Rakyat tak lagi menarik menonton pertikaian elit Aceh,” kata Taufiq.

Menurutnya, besok atau Senin 20 Juli 2020, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar Banmus terkait agenda membatalkan proyek multiyear 2020 sebesar Rp 2,6 triliun.

“Ternyata ini menjadi perdebatan, juga simpang siur keinginan elite Aceh, ada yang sangat getol membuat, mencari argumentasi agar proyek tersebut mesti menjadi kenyataan, dengan alasan untuk kepentingan rakyat dan meningkatkan perekonomian rakyat, juga ada yang merupakan keinginan kabupaten/kota, juga mengatasnamakan kepentingan rakyat.”

“Demikian juga yang menolak mengatasnamakan kepentingan rakyat, dalam rangka mengamankan uang dan anggaran belanja publik milik rakyat, agar tidak dimanfaatkan untuk orang, kelompok dan elite tertentu. Sehingga perdebatan elite Aceh berkaitan dengan proyek multiyear 2020 juga mencuat dan beredar ditengah masyarakat. Juga masyarakat/rakyat menjadi semakin serius memperhatikan permasalahan ini sebagai diskusi diantara masyarakat, dan ramai yang bertanya, apakah benar jika dilanjutkan proyek multiyear 2020 memberikan manfaat langsung kepada rakyat?”

Karenanya, kata dia, silahkan elite Aceh, juga para pemimpin dan elite politik di Aceh, baik yang ada di DPRA (legislatif) dan Plt. Gubernur (eksekutif) berfikir rasional, realistis, yang paling penting menggunakan “hati-nurani.”

“Apakah benar-benar untuk kepentingan rakyat?Nah, hal ini semakin menjadi tanda tanya besar dibenak rakyat Aceh, apakah proyek multiyear 2020 secara benar dan ril untuk rakyat serta kepentingan rakyat. Sehingga rakyat benar-benar rakyat menunggu keputusan DPRA, baik menolak maupun menerima proyek multiyear Rp 2,6 triliun 2020. Maka silahkan pertegas, jika ditolak dengan alasan untuk menyelamat anggaran belanja publik tidak dikuasai orang, elite, perusahaan tertentu ada unsur korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) bahkan dapat dimanfaatkan oleh “free rider (penumpang gelap),” latanya.

“Yang mendukung juga untuk kepentingan rakyat, membangun, menghubungkan antar wilayah (dengan membangun infrastruktur jalan dan jembatan), membangkitkan perekonomian rakyat. Karena itu juga secara ril dan rasional benar untuk kepentingan rakyat.”

“Oleh karenanya, jujur saja jika ditolak nantinya jangan terlalu memaksa diri agar jadi proyek tersebut, jika nanti seolah-olah benar untuk rakyat, tetapi memberikan manfaat ternyata tidak untuk jujur tidak ada manfaat bagi rakyat. Sesungguhnya elite politik dan pemimpin Aceh hanya sekedar beretorika menggunakan kepentingan rakyat hanya sekedar “lips services”. Rakyat memerlukan kepastian dari jadi dan atau tidaknya proyek multiyear. Rakyat semakin tidak menarik menonton pertengkaran elite Aceh, sementara ini rakyat sedang susah serta sulit tanpa kepastian. Ditengah pandemi covid-19 dan banyak masalah serta dampaknya, baik kesehatan, kehidupan, ekonomi dan ketidakpastian masa depan. Silahkan elite benar dan jujur untuk kepentingan rakyat,” katanya. []

Tags: acehTaufiq A Rahim
Previous Post

Senin, DPR Aceh Gelar Rapat Banmus Pansus dan Persetujuan Pembatalan Multiyear

Next Post

Pemimpin UE Gagal Capai Konsensus Soal Rencana Pemulihan Covid-19

Next Post
Pemimpin UE Gagal Capai Konsensus Soal Rencana Pemulihan Covid-19

Pemimpin UE Gagal Capai Konsensus Soal Rencana Pemulihan Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorogi

22/07/2026
Gempa Dangkal di Bener Meriah Dipicu Sesar Aktif

Gempa M5,5 Guncang Gayo Lues

22/07/2026
Hadirkan AMAN, Kemenag Permudah Laporan Dugaan Kekerasan

Hadirkan AMAN, Kemenag Permudah Laporan Dugaan Kekerasan

22/07/2026
Sosok Ferran Torres, Pencetak Gol Tunggal Penentu Spanyol Juara Dunia 2026

Sosok Ferran Torres, Pencetak Gol Tunggal Penentu Spanyol Juara Dunia 2026

22/07/2026
STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

22/07/2026

Terpopuler

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

21/07/2026

Pengamat: Rakyat Tidak Menarik Lagi Menonton Pertikaian Elit Aceh

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

Rp4,65 Miliar Dana Umat Siap Disalurkan, Baitul Mal Pidie Perketat Verifikasi demi Cegah Salah Sasaran

DPRK Pidie Warning Baitul Mal: Jangan Sampai Bantuan Salah Sasaran

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com