Banda Aceh – Kota Banda Aceh siap menjalin kerjasama dengan dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) untuk menyebarluaskan sosialisasi bahaya pengaruh radikalisme dan Terorisme. Siap bekerjasama untuk menjangkau anak didik, guru, dan warga Banda Aceh agar terhindar dari pengaruh tersebut.
Hal itu disampaikan Asisten I Kota Banda Aceh Faisal, S.Stp mewakili Walikota Banda Aceh Aminullah pada acara Lomba Video Pendek Dan Diskusi Film “SATU INDONESIA” yang digelar BNPT dan FKPT di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Rabu 25 September 2017.
“Kami berharap Banda Aceh menjadi tuan rumah yang baik. Seperti yang sama-sama kita lihat, kota ini terus bertumbuh dan berkembang. Bisa dinikmati oleh banyak pihak untuk melakukan berbagai aktivitas,” kata Faisal.
Dijelaskannya, pada tahun 2018 lalu, kota Banda Aceh mendapatkan penghargaan dari Kemendagri sebagai kota yang bebas dari konflik sosial, dan kondisi itu harus dipertahankan, karena konflik bisa menjurus pada kekecewaan, kemarahan dan berkembang menjadi radikal.
“Kota Banda Aceh menyadari bahwa dengan segenap elemen masyarakat, terutama dunia pendidikan, terus bersinergi mencegah faham radikalisme dan sekaligus mencegah terorisme di kota ini,” katanya.
Untuk itulah, lanjut Faisal, Kota Banda Aceh siap bekerjasama dengan BNPT dan FKPT Aceh, agar Kota Banda Aceh bebas dari aksi radikalisme dan terorisme.
Acara tersebut dihadiri murid sekolah menegah di Banda Aceh, kalangan muda, dan praktisi film.
Pemateri tampil Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT Pusat Letkol Laut Setyo Pranowo, SH. MM, Fraktisi Film Nasional Swastika Nohara, Ketua FKPT Aceh Prof. Hasbi Amiruddin, dan Ketua Panitia Saifuddin Bantasyam. (ji)









