Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

BMKG Ungkap Sebab Suhu Malam Jauh Lebih Dingin dari Biasa

Admin1 by Admin1
30/07/2020
in Nasional
0

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kaitan kejadian penurunan suhu menjadi lebih dingin pada malam hari dengan musim kemarau di Indonesia.

Ia mengatakan daerah dataran tinggi seperti Bandung, Malang dan Dieng adalah daerah yang lebih merasakan suhu dingin di malam hari.

BMKG mencatat suhu udara di Kota Bandung pada Rabu pagi mencapai suhu terendah di 16 derajat Celsius. Sementara di Lembang mencapai 13,6 derajat Celsius.

Sebelumnya, beberapa warganet turut melaporkan udara dingin di daerah Dieng dan Bandung. Suhu di Dieng bahkan dilaporkan suhu sampai menyentuh angka minus 4 derajat Celcius.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal menjelaskan pada malam hari di musim kemarau, Bumi tidak menerima radiasi Matahari sebagai sumber panas. Namun Bumi melepaskan panas ke angkasa.

Jika udara cerah tidak berawan, maka radiasi bumi akan bisa lepas maksimal ke angkasa. Pada kondisi seperti ini kondisi udara pada malam hari lebih dingin dibanding kondisi udara malam hari di musim hujan.

“Pada kondisi seperti ini kondisi udara pada malam hari lebih dingin dibanding kondisi udara malam hari di musim hujan,” kata Herizal saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (29/7).

Herizal mengatakan semakin cerah langit di musim kemarau akan semakin dingin udara dirasakan pada malam hari.

Sebaliknya, pada siang hari, radiasi Matahari bisa diterima Bumi secara maksimum karena tidak ada awan sebagai penghalang radiasi Matahari ke permukaan Bumi.

Hal ini membuat suhu pada siang hari menjadi lebih panas. Herizal menjelaskan, minimnya awan ini disebabkan oleh angin monsun Australia dominan ang mengalirkan massa udara dingin dan kering dari Benua Australia menuju Asia melewati Samudera Indonesia dan wilayah Kepulauan Indonesia.

Penguatan monsun Australia biasanya berkaitan dengan perkembangan sistem tekanan tinggi di atmosfer di atas Benua Australia yang mendorong masa udara memiliki aliran yang lebih kuat dari biasanya.

Herizal mengatakan wilayah di selatan ekuator, seperti Nusa Tenggara, Bali, Jawa dan Lampung sedang mengalami musim kemarau. Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus.

“Menjelang dan pada puncak musim kemarau, angin monsun Australia dominan mewarnai cuaca Indonesia di wilayah selatan ekuator yang ditandai langit cerah sepanjang hari dan kelembaban rendah,” kata Herizal.

Sumber: CNNIndonesia

Tags: dingin
Previous Post

Aceh Harus Siapkan RS Khusus Covid-19

Next Post

Jemaah Tarekat Syattariyah di Aceh Rayakan Iduladha Hari Ini

Next Post

Jemaah Tarekat Syattariyah di Aceh Rayakan Iduladha Hari Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

19/09/2026
PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

19/09/2026
Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026
Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

Krak, Aceh dan Sumsel Sabet Juara MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah

19/09/2026
Tiga Santri Dayah Insan Qurani Tuntaskan Mimpi Aceh di MTQ Nasional 2026

Tiga Santri Dayah Insan Qurani Tuntaskan Mimpi Aceh di MTQ Nasional 2026

19/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

BMKG Ungkap Sebab Suhu Malam Jauh Lebih Dingin dari Biasa

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

Luar Biasa! Hasil Panen di Blangpidie Capai 8,7 Ton per Hektare, Rekor Tertinggi Selama 6 Tahun

Paguyuban Masyarakat Gayo di Banda Aceh Akan Gelar Didong Jalu Semalam Suntuk

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com