Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Sekda Resmikan Sembilan Ruangan Layanan Khusus Penyakit Infeksi

Admin1 by Admin1
11/08/2020
in Nanggroe
0
Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah M.Kes., meresmikan sembilan unit ruangan khusus penanganan bagi pasien teridentifikasi penyakit infeksi, di komplek lama Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh, Senin 10/08.
Di antara ruangan yang diresmikan adalah 3 ruangan isolasi Penyakit Infeksi New Emerging dan Re- Emerging (Pinere), satu kamar bedah Pinere, dua ruang operasi khusus Pinere, ruang transisi Pinere, area penapisan/ pemeriksaan IGD Existing, area persiapan tes swab dan posko petugas.
“Alhamdulillah dengan segala keterbatasan kita hari ini bisa mengoperasikan tempat layanan khusus bagi pasien teridentifikasi covid-19. Saya minta agar SOP (standar operasional prosedur) bisa disederhanakan,” kata Sekda.
Selain meresmikan pengoperasian ruang layanan dan ruang rawat, Sekda Taqwallah meninjau langsung semua tempat yang berada di komplek RSUZA lama tersebut. Kepada masing-masing penanggung jawab ruangan, sekda berpesan agar mereka tetap semangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.
“Dalam suasana seperti ini kita harus siap menyesuaikan diri. (Memang) tidak ada yang sempurna, tapi bekerjalah dengan kemampuan terbaik,” ujar sekda. “Terpenting adalah kenyamanan ruangan. Layani pasien dengan baik, bayangkan kita sebagai pasien,” kata dia.
Taqwallah mengatakan, pengoperasian beberapa layanan khusus  memang dilakukan dengan plan yang sangat minimal. Di mana, dalam tempo dua minggu, gedung rumah sakit lama yang sembrawut dibereskan dengan bantuan lintas pihak seperti TNI dan Satpol PP.
“Jika dalam situasi genting dan memerlukan tempat penanganan, minimal kita sudah siap,” kata sekda.
Untuk sementara sekda meminta manajemen RSUZA untuk memaksimalkan SDM yang ada. Jika memang dibutuhkan nantinya bekerjasama dengan petugas kesehatan rumah sakit lain di Aceh bahkan dengan TNI lintas matra.
“Jika diperlukan bahkan kita akan rekrut relawan. Yang perlu diketahui kita tidak sendiri. Tetap semangat, tetap kuat. Apapun akan kita berikan,” kata sekda.
Direktur RSUZA, Azharuddin, mengatakan penambahan tiga ruang isolasi dan satu kamar bedah Pinere membuat RSUZA kini punya 166 tempat tidur rawat pasienpasien. “Hari ini ada penambahan empat ruangan Pinere kamar dengan  kapasitas 120 tempat tidur.”
Ruang rawat Pinere yang baru saja diresmikan akan dijadikan sebagai tempat khusus rawatan pasien covid-19 dengan sakit skala sedang dan berat. Azharuddin berharap para pasien reaktif covid berdasarkan hasil swab dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG), bisa dirawat di masing-masing rumah sakit di kabupaten dan kota di seluruh Aceh.
Azharuddin menyebutkan, pihaknya juga memfungsikan 2 kamar operasi khusus Pinere di komplek lama RSUZA. Hal itu diperlukan karena selama ini ada pasien positif yang memerlukan tindakan operasi. Jika penggunaan kamar operasi tidak dipisahkan dengan pasien penyakit nonton infeksi, maka akan membuat operasi yang sifatnya emergency tertunda.
“Tentu tempat harus disterilkan dulu sebelum pasien non infeksi bisa dioperasi. Dengan adanya ruangan operasi khusus ini, konsekuensi penundaan bagi yang emergency tidak terjadi lagi,” kata Azharuddin,
Azharuddin berterimakasih kepada Plt gubernur dan sekda Aceh yang telah memberikan arahan sehingga persiapan pengoperasian unit layanan khusus penyakit infeksi tersebut bisa terealisasi dalam waktu yang singkat.
“Dengan semangat dan kekompakan bersama, pada kira hari ini bapak sekda bisa bisa meresmikan sembilan unit tempat layanan baru ini,” kata Azharuddin. []
Tags: aceh
Previous Post

Positif Baru 96 Orang, Covid-19 Aceh Menjadi 674 Kasus

Next Post

Bertambah 66, Aksi Donor Darah ASN Pemerintah Aceh Capai 3.518 Kantong

Next Post

Bertambah 66, Aksi Donor Darah ASN Pemerintah Aceh Capai 3.518 Kantong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

26/07/2026
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh Barat dan Nagan Raya

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh Barat dan Nagan Raya

26/07/2026
Pemkab Aceh Besar Gelar Lomba Beut Kitab Bak Sikula

Pemkab Aceh Besar Gelar Lomba Beut Kitab Bak Sikula

26/07/2026
Al-Farlaky Buka Pintu Maaf untuk Dun Belanda

Al-Farlaky Buka Pintu Maaf untuk Dun Belanda

26/07/2026
KKP Rehabilitasi 90 Dapur Garam di Pidie

KKP Rehabilitasi 90 Dapur Garam di Pidie

26/07/2026

Terpopuler

Sekda Resmikan Sembilan Ruangan Layanan Khusus Penyakit Infeksi

11/08/2020

PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

Tarina Seulanga Ubah Cerpen Apa Kaoy “Malelang dan Madiyon” Menjadi Tarian Penuh Makna

Usai Dilantik di Jakarta, HRD Titip Misi Besar ke Bang Oja: Perkuat PKB Pidie Jaya hingga Desa, Rangkul Ulama dan Rakyat

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com