Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Tak Mampu Kendalikan Covid-19, Akademisi Usul Penggantian Kadiskes Aceh Besar

Admin1 by Admin1
16/08/2020
in Lintas Timur
0
Empat Perawat RSUDZA Terinfeksi Corona

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

ACEH BESAR – Akademisi Universitas Abulyatama (Unaya), Usman Lamreung, mengusulkan agar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar diganti. Menurutnya, Kadis Kesehatan itu tidak mempunyai kapasitas dalam penanganan dan pengendalian wabah covid-19 yang mulai menyebar di Aceh Besar.

“Kunci penanganan wabah corona ada di tangan Kadis Kesehatan. Karenanya Kadis Kesehatan harus sosok yang berwawasan luas dan punya road map yang jelas dalam menangani suatu masalah,” kata Usman Lamreung, kepada awak media, Sabtu (15/8/20).

Menurut mantan Wakil Rektor Unaya ini, penanganan covid-19 di Aceh Besar selama ini tidak jelas arah, bahkan melanggar protokol WHO.

“Contoh pelanggaran itu adalah menjadikan pemukiman padat penduduk di Komplek Bulog Tanjung Kecamatan Ingin Jaya sebagai tempat karantina pasien positif covid-19. Pasien covid-19 itu dikabarkan dibiarkan bebas berbelanja di warung sekitar sehingga warga resah,” kata Usman yang mantan pekerja BRR Aceh – Nias itu.

“Ini kan gila. Kenapa ini bisa terjadi? Karena pihak berwenang tidak punya kapasitas dan tidak memiliki arah atau road map dalam bekerja. Padahal wabah corona sudah muncul sejak awal 2020,” protes Usman.

Menurut info yang diperoleh Usman, tidak ada koordinasi dalam penanganan Covid-19 di Aceh Besar antara Kadiskes dan Gugus Tugas Pemkab Aceh Besar dengan aparatur kecamatan, kemukiman dan gampong.

“Saya mendapat laporan A1 bahwa penempatan pasien corona di Desa Tanjung tidak berkoordinasi dengan Keuchik dan Tuha Peut setempat sehingga menuai banyak protes, kecaman hingga demo dari warga,” kata Usman.

“Warga setempat membahas hangat masalah ini di masjid setempat pada Jumat malam. Pada Sabtu pagi mereka menggelar demo. Semua ini terjadi karena ulah pihak yang tidak punya kapasitas dalam menangani covid-19. Pada satu sisi mereka mengajarkan warga tentang protokol covid, pada sisi lain mereka mempertontonkan pelanggaran protokol covid,” sebut Usman.

Usman menyarankan Pemkab Aceh Besar agar menyewa hotel untuk tenaga medis dan menyediakan tempat yang jauh pemukiman warga untuk tempat karantina mereka yang terpapar covid-19. “Tempat karantina yang paling bagus adalah istana Wali Nanggroe,” katanya.

“Kalau menempatkan pasien covid-19 menyatu dalam pemukiman warga itu olok-olok namanya, karena berpeluang menjadi claster baru,” kata akademisi yang dikenal kritis ini.

“Melihat situasi di Aceh Besar saat ini, tidak cara lain selain mengganti dulu nakhoda penanganan covid-19 di wilayah setempat dengan sosok yang punya kapasitas. Saat ditunjuk orang yang punya kapasitas, saran-saran yang bagus akan diterima,” tegas tokoh Aceh Besar ini. []

Previous Post

15 Tahun Damai, BPN Aceh Siapkan Sertifikat Tanah untuk Eks Kombatan GAM

Next Post

KPA PA Aceh Singkil Santuni Anak Yatim di Hari Damai Aceh – Indonesia

Next Post

KPA PA Aceh Singkil Santuni Anak Yatim di Hari Damai Aceh - Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iran Klaim Kapal Induk AS Rusak usai Diserang Rudal Balistik

Iran Klaim Kapal Induk AS Rusak usai Diserang Rudal Balistik

07/09/2026
Dua Syeh Seudati Tunang Akan Adu Kelincahan di Pentas Budaya Sudut Kota

Dua Syeh Seudati Tunang Akan Adu Kelincahan di Pentas Budaya Sudut Kota

06/09/2026
Mubes V IKAT Aceh, Khalid Muddatstsir Kembali Terpilih sebagai Ketua

Mubes V IKAT Aceh, Khalid Muddatstsir Kembali Terpilih sebagai Ketua

06/09/2026
Armada FC Tumbangkan Bara Bandung FC dalam Drama Penalti Carlos CUP Lhoknga

Armada FC Tumbangkan Bara Bandung FC dalam Drama Penalti Carlos CUP Lhoknga

06/09/2026
Tangap dan Cepat Merespon Persoalan Publik, Tgk Muharuddin Raih Penghargaan SMSI Aceh Award 2026

Tangap dan Cepat Merespon Persoalan Publik, Tgk Muharuddin Raih Penghargaan SMSI Aceh Award 2026

06/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com