Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Awali Pekan, Nilai Rupiah Kini Rp14.670 per Dolar AS

Admin1 by Admin1
21/09/2020
in Ekonomi
0
Pengamat: Rupiah Bergerak Dinamis Ikuti Progres Corona

Foto: Bisnis.com/Arief Hermawan P

Jakarta – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.670 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (21/9) pagi. Mata uang Garuda menguat 65 poin atau 0,44 persen dari Rp14.735 pada Jumat (18/9) sore.

Di kawasan Asia, rupiah memimpin penguatan mata uang. Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang lainnya, seperti dolar Singapura menguat 0,21 persen, yen Jepang 0,7 persen, baht Thailand 0,16 persen, dan yuan China 0,09 persen.

Sementara, dolar Hong Kong, ringgit Malaysia, dan peso Filipina stagnan. Hanya won Korea Selatan yang melemah 0,14 persen dari mata uang Negeri Paman Sam.

Sebaliknya, mata uang utama negara maju kompak menguat dari dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,27 persen, dolar Kanada 0,25 persen, dolar Kanada 0,15 persen, euro Eropa 0,14 persen, franc Swiss 0,12 persen, dan rubel Rusia 0,05 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan rupiah akan bergerak menguat di kisaran Rp14.650 sampai Rp14.800 per dolar AS pada hari ini. Penguatan rupiah melanjutkan sentimen pelemahan dolar AS.

“Terlihat pagi ini, nilai tukar regional menguat terhadap dolar AS memyusul kekhawatiran pasar terhadap pemulihan ekonomi AS yang belum stabil,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, kekhawatiran pasar juga berasal dari negosiasi paket stimulus AS yang masih alot antar dua kubu di AS, yaitu Partai Republik dan Demokrat.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Harga Emas 21 September, Naik ke Rp1,024 Juta per Gram

Next Post

Menteri Agama Fachrul Razi Positif Covid-19

Next Post
DPR Protes Menteri Agama Potong Dana BOS Rp 100 Ribu Per Siswa

Menteri Agama Fachrul Razi Positif Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemkab Pidie Serius Benahi Tata Kelola Pajak

Pemkab Pidie Serius Benahi Tata Kelola Pajak

09/06/2026
Kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam Membangun UTU Dibukukan

Kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam Membangun UTU Dibukukan

09/06/2026
HMP PMI STAIN Meulaboh Hijaukan Lingkungan Kampus

HMP PMI STAIN Meulaboh Hijaukan Lingkungan Kampus

09/06/2026
Cecar Kementerian ESDM Soal Gas Blok Andaman di Rapat Komite, Azhari Cage: Aceh Jangan Lagi Jadi Penonton

Cecar Kementerian ESDM Soal Gas Blok Andaman di Rapat Komite, Azhari Cage: Aceh Jangan Lagi Jadi Penonton

09/06/2026
Tingkatkan Mutu Literasi, Pesantren Al Zahrah Teken MoU dengan DPKA

Tingkatkan Mutu Literasi, Pesantren Al Zahrah Teken MoU dengan DPKA

09/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com