MEUREUDU – Sebanyak 514 ASN Pemkab Pidie Jaya menjalani profiling bersama Kantor Regional XIII BKN, Pemetaan itu menjadi instrumen untuk menentukan arah karier aparatur, mulai dari penempatan, rotasi, promosi hingga suksesi jabatan.
Profiling tersebut berlangsung 20–22 Agustus dan 28 Agustus 2026, melibatkan pejabat Eselon II, III dan IV, pejabat fungsional keahlian serta pejabat pelaksana.
Yang diukur bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi kompetensi manajerial, sosiokultural, potensi individu, literasi digital dan preferensi karier.
Kepala BKPSDM Pidie Jaya, Fuad Ansari S.STP, M.M., menyebut profiling sebagai “kompas” penataan karier berbasis meritokrasi.
“Profiling ASN ini merupakan kompas kita untuk memetakan potensi aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, sekaligus dasar dalam melakukan penataan karier yang objektif berdasarkan prinsip meritokrasi,” kata Fuad. Kamis(20/8).
Dalam pada itu, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA., menegaskan hasil pemetaan akan menjadi salah satu dasar manajemen karier ASN.
“Kita ingin memastikan seluruh potensi ASN teroptimalkan sepenuhnya sebagai kekuatan strategis untuk menggerakkan roda pembangunan daerah,” ujarnya.
Namun, ujian sesungguhnya bukan pada pelaksanaan profiling, melainkan apa yang dilakukan pemerintah setelah hasilnya keluar.
Jika hasil profiling benar-benar menjadi dasar promosi dan penempatan, meritokrasi akan terlihat dalam praktik, Jika tidak, profiling hanya akan menjadi tumpukan data dan seremoni birokrasi.
Kini 514 ASN telah dipetakan. Pertanyaannya: apakah jabatan berikutnya benar-benar diberikan kepada yang paling kompeten?.[Mul]







