BANDA ACEH — Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Kayyis Ahsana Aceh bersama mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh sukses menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang meliputi upacara bendera dan perlombaan semarak kemerdekaan ini menonjolkan pesan kuat tentang kemerdekaan jiwa dan inklusi sosial bagi para korban penyalahgunaan NAPZA.
Rangkaian acara dimulai pada pukul 08.15 WIB dengan upacara bendera yang berlangsung sangat khidmat di halaman lembaga rehabilitasi tersebut. Terdapat momen haru dan bernilai inspiratif dalam pelaksanaan upacara tahun ini, di mana para residen (pasien rehabilitasi NAPZA) dipercaya mengambil peran penting, salah satunya sebagai pasukan pengibar bendera. Sementara itu, posisi keprotokolan dan tata laksana upacara diisi oleh para mahasiswa UIN Ar-Raniry.
Pimpinan Yayasan IPWL Kayyis Ahsana Aceh, Drs. M. Nasir, M.Pd., yang bertindak sebagai Pembina Upacara, menyampaikan apresiasi atas keberanian, kedisiplinan, dan semangat para residen.
Sinergi perayaan kemerdekaan ini merupakan wujud nyata implementasi pengabdian masyarakat dari mahasiswa UIN Ar-Raniry yang tengah menjalani masa praktikum dan magang.
Mereka secara aktif mendampingi para residen, baik secara sosial maupun psiko-spiritual. Para mahasiswa tersebut berasal dari dua program studi berbeda, yakni: Mahasiswa Praktikum Mikro Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI): Habibi, Maksumul Fikri, dan Rahmatal Riza. Mahasiswa Magang Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI): M. Haikal Mishry, Rahma Dea, dan Ulfa Mahera.
Setelah upacara bendera usai, suasana khidmat berganti menjadi penuh keceriaan melalui berbagai perlombaan khas perayaan 17 Agustus. Perlombaan yang dirancang oleh mahasiswa bersama pengurus IPWL ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan sebagai media team building (pembentukan kerja sama tim).
Kegiatan ini efektif melatih konsentrasi, sportivitas, dan mempererat interaksi sosial yang sehat antara residen, mahasiswa, dan staf pendamping.
Melalui kolaborasi lintas institusi ini, IPWL Kayyis Ahsana Aceh dan civitas akademika UIN Ar-Raniry berharap stigma negatif terhadap korban penyalahgunaan NAPZA dapat terus ditekan.
Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa proses rehabilitasi sosial yang inklusif dapat berjalan beriringan dengan semangat nasionalisme.







