BANDA ACEH-Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, mempertanyakan program apa saja dari pagu dana refocusing Covid-19 Pemerintah Aceh sebesar Rp 2,5 triliun. Pasalnya action plan Pemerintah Aceh di bawah jajaran Plt Nova Iriansyah nyaris tak kelihatan.
Hal itu dipertanyakan politisi muda ini dalam sidang interpelasi DPRA terhadap Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, Jumat 25 September 2020.
Iskandar yang menggunakan hak konstitusinya sesuai tatib DPRA itu merasa tidak puas dengan jawaban tertulis yang disampaikan Nova Iriansyah dalam sidang paripurna.
Mantan Ketua Fraksi Partai Aceh ini mencecar Nova dengan sejumlah pertanyaan tambahan, lantaran jawaban Plt Gubernur Aceh dinilainya sangat normatif dan regulatif, tidak menjawab subtansi pertanyaan. Al-Farlaky, yang merupakan tokoh inisiator interpelasi DPRA juga menyorot jawaban Plt gubernur soal pemanfaatan dana refocusing yang tidak transparan.
“Sekarang saudara Plt Gubernur coba buka ke publik apa saja program yang masuk dalam refocusing Covid-19. Awalnya 1,7 triliun, lalu 2,3 triliun, kemudian jadi 2,5 triliun. Kita tau ada 3 sektor peruntukannya, yakni kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial safety net. Nah kabarnya ada beli mobil dan juga membayar alat peraga yang tetunggak di pendidikan. Apakah ini masuk dalam tiga sektor tadi,” ujar Iskandar.
Kecuali itu, Iskandar Al Farlaky juga mempertanyakan apa dorongan Pemerintah Aceh mengeluarkan surat edaran stikering BBM untuk mobil warga Aceh.
“Jika alasan saudara menekan antrian. Nyatanya antrian masih ada sampai dini hari. Coba lihat di SPBU di kawasan Sigli, Pidie. Ini terkesan rakyat Aceh dipermalukan oleh pemimpinnya sendiri,” sebut Iskandar lagi.
DPRA akan melanjutkan paripurna interpelasi untuk jawaban tertulis atas jawaban yang disampaikan oleh Plt Gubernur Aceh, pada Selasa 29 September 2020. Pada paripurna jawaban interpelasi yang disampaikan Plt Gubernur anggota menghujani Plt Gubernur dengan pertanyaan lanjutan.










