TAKENGON – Reje Kampung Paya Tumpi Baru, Idrus Saputra membantah tudingan jika pihaknya melakukan penggelapan barang bantuan korban banjir bandang.
Setelah musibah banjir bandang terjadi di Paya Tumpi Baru pada (13/5/2020) lalu, bantuan pun datang silih berganti dari berbagai pihak.
Namun akhir-akhir ini beredar video di media sosial sejumlah masyarakat menuding Reje Kampung Paya Tumpi Baru melakukan penggelapan bantuan musibah tersebut.
Menanggapi hal ini, Idrus Saputra selaku Reje kampung Paya Tumpi Baru, Kamis (1/10/20201) memberikan klarifikasi terhadap tudingan tersebut, bahkan pihaknya mengatakan bantuan sejak pascabencana telah disalurkan kepada semua masyarakat dari yang bukan korban hingga lebih kepada korban yang sebenarnya.
Idrus Saputra menyebutkan Pemerintah Desa Paya Tumpi Baru saat ini sedang fokus kepada korban yang kehilangan rumah dikarenakan korban tersebut sampai hari ini masih menyewa rumah di seputaran kota belum kembali ke Kampung Paya Tumpi Baru.
“Kita terus membangun komunikasi kepada pemerintah daerah, kapan rumah korban banjir bandang ini akan dibangun, kita akan terus berupaya,” ujar Idrus.
Di samping itu, kata Idrus, pemerintah desa juga masih terus memberikan perhatian penuh kepada korban yang kehilangan rumah. Menurutnya, pihak desa terus memberikan bantuan kebutuhan pokok pangan dan sandang dan barang bantuan yang masih ada di Gudang Kantor Desa Paya Tumpi Baru itu sepenuhnya untuk mereka yang korban rusak berat.
“Nasib mereka masih perlu perhatian karena belum dibangun rumahnya. Berharap segera dibangun rumah mereka dan desa akan memberikan minimal perlengkapan dalam rumah dari barang yang tersisa seperti tikar, sepatu bot, alat dapur dan sebagainya yang diperlukan oleh korban ketika telah memiliki rumah,” tambah Idrus.
Dalam video berdurasi lima 5.49 menit tersebut bahan pangan yang tersisa di glGudang Kantor Desa berupa beras. Idrus menyebutkan jika beras tersebut juga diperuntukan hanya kepada korban banjir karena karna sebagian dari mereka kondisi ekonominya tergolong sulit dan miskin.
Menurut Idrus, sebagian korban ada yang berstatus Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dan juga masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Beras tersebut secara normal tetap disalurkan kepada mereka yang sebenarnya korban banjir bandang,” sebut Idrus.
Idrus Saputra menyampaikan bahwa pembuat video viral dan masyarakat yang tampak dalam video tersebut bukan korban banjir, tapi warga yang punya masalah lain yang seolah-olah korban ingin menguasai bantuan tersebut untuk segera dibagikan kepada mereka.
“Video viral itu adalah fitnah terhadap saya dapat saya buktikan dia bukan korban banjir yang sebenarnya. Statusnya hanya korban terdampak genagan banjir biasa,” sebut Idrus.
Idrus menambahkan, sejumlah masyarakat tersebut korban sakit hati akibat tidak menerima BLT-DD dan ada upaya untuk menjatuhkan dirinya dari Reje Kampung dengan berbagai celah kesalahan yang di cari.
“Ada maksud lain dan upaya untuk menjatuhkan saya,” ujar Idrus
Reje Paya Tumpi itu menyebutkan pihaknya sangat dirugikan atas video yang beredar mencemarkan nama baik serta martabatnya selaku Reje Kampung.
“Saya dan pemerintahan desa sangat sedih atas video yang sudah diviralkan tersebut, namun kami tetap bersabar atau insinden ini,” tegasnya.
Terakhir Idrus berharap ada upaya permohonan maaf dari pembuat dan penyebar video dan membersihkan kembali nama baiknya jika tidak Reje Kampung Paya Tumpi akan menempuh jalur hukum.
Reporter: Romadani








