Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Peusaba Minta Belanda Kembalikan Artefak dan Data Kawasan Situs yang Dihancurkan

Atjeh Watch by Atjeh Watch
21/10/2020
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Ketua Peusaba Aceh, Mawardi Usman telah membaca berita keinginan Belanda mengembalikan Berlian kepada Kerajaan Banjar. Padahal barang Rampasan Kesultanan Aceh Darussalam yang dirampas oleh Belanda lebih banyak.

Ketua Peusaba Aceh meminta agar Belanda dapat mengembalikan artefak kesultanan Aceh Darussalam yang telah dirampas semasa perang. Yang paling penting juga dikembalikan adalah nisan emas yang dirampas dari makam Sultan Iskandar Muda, Sultan Iskandar Tsani dan Sultanah Safiatuddin.

Peusaba juga meminta Belanda bertanggung jawab atas penghancuran situs sejarah yang hingga kini masih berlangsung di Aceh. Keranda emas milik Sultan Iskandar Tsani juga sudah diambil emasnya sebanyak 5 kg dan belum dikembalikan hingga kini.

“Kawasan bersejarah Gampong Pande juga telah dirubah menjadi kawasan sampah oleh Belanda untuk menutupi jejak Kesultanan Aceh Darussalam dan membuat penjajahan bertahan lama, namun para prajurit Kesultanan Aceh Darussalam telah membuktikan diri memukul Belanda,” ujar Mawardi Usman.

Peusaba meminta pihak Belanda mengembalikan data tentang kawasan Istana Darul Makmur Gampong Pande dan juga memberikan data tentang semua situs-situs yang telah dihilangkan agar dapat dipulihkan kembali. Karena apapun kejadiannya, faktanya Belandalah yang pertama kali merusak peninggalan Kesultanan Aceh Darussalam.

Peusaba juga meminta Belanda mengembalikan peta-peta Kesultanan Aceh yang dirampas dan semua peninggalan penting lainnya, untuk menata kembali kawasan Aceh yang bersejarah.

Peusaba mengingatkan Belanda agar mematuhi aturan Internasional agar dapat mengembalikan kawasan bersejarah yang telah mereka hancurkan dan menata serta memulihkan semuanya kembali.

“Kami mendapatkan Informasi akurat bahwa beberapa keturunan Belanda memegang jabatan penting di Aceh. Dalam sebuah diskusi Zoom terlihat seorang pimpinan bidang pelestarian budaya Aceh mengaku dengan bangga sebagai keturunan centeng Belanda yang menikah dengan nyai Belanda,” jelas Mawardi.

Peusaba mendapatkan banyak data tentang keturunan Belanda yang berdiam dan memiliki jabatan dan sering menghalang-halangi penyelamatan situs sejarah.

Maka Peusaba meminta Pemerintah Belanda menegur anak cucu keturunan Belanda di Aceh agar menuruti sistem yang berjalan di Aceh dan tidak menghalangi perlindungan situs sejarah.

“Buktinya orang Aceh tidak menggangu makam Kherkhof yang ada dikawasan Taman Medan Khayali tempat Pangeran dan Sultan berlatih kuda, maka Peusaba meminta keturunan Belanda di Aceh agar jangan menghalangi penyelamatan situs sejarah Kesultanan Aceh Darussalam, atau anda akan bernasib sama seperti moyang anda yang dimakamkan di Kherkhof,” pungkas Mawardi.

Tags: acehbelandaPeusaba
Previous Post

40 Pejabat Eselon IV Kanwil Kemenag Aceh Dilantik, Ini Rinciannya

Next Post

TMMD ke-109 di Kampung Pantan Musara dan Kala Wih Ilang Berakhir

Next Post

TMMD ke-109 di Kampung Pantan Musara dan Kala Wih Ilang Berakhir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Prodi KPI UIN Madura dan STAIN Meulaboh Sorot Komunikasi Publik Pemerintah Melalui Webinar Kolaborasi

Prodi KPI UIN Madura dan STAIN Meulaboh Sorot Komunikasi Publik Pemerintah Melalui Webinar Kolaborasi

26/06/2026
Kejari Banda Aceh Tahan Dua Tersangka Pelanggaran Syariat Islam

Kejari Banda Aceh Tahan Dua Tersangka Pelanggaran Syariat Islam

26/06/2026
Tertibkan Aktivitas Tambang, Pemkab Aceh Jaya Ajukan Penetapan WPR ke Pemerintah Aceh

Tertibkan Aktivitas Tambang, Pemkab Aceh Jaya Ajukan Penetapan WPR ke Pemerintah Aceh

26/06/2026
Aceh Tengah Kembali Terima Alkes Bantuan Kemenkes Untuk Daerah Terdampak Bencana

Aceh Tengah Kembali Terima Alkes Bantuan Kemenkes Untuk Daerah Terdampak Bencana

26/06/2026
PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

26/06/2026

Terpopuler

Peusaba Minta Belanda Kembalikan Artefak dan Data Kawasan Situs yang Dihancurkan

21/10/2020

Dugaan Mark Up Arena MTQ Aceh Mengemuka, Aktivis Mahasiswa Minta APH Telusuri Aliran Anggaran

Bupati Abdya Isi Materi di Pengajian Rutin Pemuda Pancasila

34 Tim akan Meriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

Tabligh Akbar Peringati 1 Muharram di Abdya, Ucay Roasting Pejabat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com