Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Gudang Garam Terbengkalai Di Pidie Jaya

Admin by Admin
26/10/2020
in Lintas Timur
0

PIDIE JAYA – Gudang Garam yang dibangun dengan annggaran 2,5 milyar di gampong Lancang Paru terlihat terbengkalai dan tidak terurus oleh Pemerintah Pidie Jaya, masyarakat dan petani garam setempat menyangakan sikap Pemda yang membiarkan Gudang Garam tersebut menjadi “Rumah Hantu” dan mulai terlihat semak belukar di pekarangan gedung garam yang berdiri megah tersebut.

Gedung Garam yang dibangun melalui anggaran bersumber dari APBN Tahun anggaran 2018 itu rampung dikerjakan tapi tidak di fungsikan oleh Pemerintah daerah setempat, bahkan kadis kelautan dan perikanan (DKP) tidak mengganggarkan anggaran untuk mengfungsikan dan memanfaatkan Gudang Garam pada tahun ini.

“tidak tau persis karena dibangun oleh kepala DKP Lama, tapi akan kita upayakan 2021 di fungsikan insya Allah.” ujar kedis DKP Burhanuddin SP.

Sementara keuchik lancang Paru M jakfar Usman mengatakan, Minggu (25/10/2020), gudang garam tersebut akan di manfaatkan dengan mengplot anggran melalui Bundes, karena dari 130 Petani garam sudah optimal produksinya, hasilnya melimpah, tapi harga Garam anjlok karena tidak ada yang menampung hasil dari produksi garam tersebut.

“Untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, sekaligus agar tidak mubazir, lanjut Jakfar, pihaknya bersama masyarakat setempat sudah sepakat untuk menjadikan gedung dimaksud untuk badan usaha milik desa (Bumdes). Cara yang akan ditempuh adalah dengan memplot dana gampong tahun 2021 untuk membeli garam rakyat khusus ketika hasilnya melimpah. Selama ini saat hasil melimpah harga garam anjlok karena tak ada yang menampungnya. Disini ada sekitar 130 orang pengrajin garam.” kata Jakfar.[ ]

Previous Post

Muchsin Hasan Pimpin DPD II Golkar Aceh Tengah

Next Post

DPRK Abdya Pantau Proses Belajar Tatap Muka

Next Post

DPRK Abdya Pantau Proses Belajar Tatap Muka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

314 Peserta Siap Bersaing dalam ASAC 2026 Se-Aceh di Pesantren Al Zahrah Bireuen

314 Peserta Siap Bersaing dalam ASAC 2026 Se-Aceh di Pesantren Al Zahrah Bireuen

11/05/2026
Polisi Amankan 10 Unit Sepeda Motor Balap Liar di Ulee Lhee

Polisi Amankan 10 Unit Sepeda Motor Balap Liar di Ulee Lhee

11/05/2026
Banjir Bandang, Jalan Kutacane-Medan Sempat Lumpuh

Banjir Bandang, Jalan Kutacane-Medan Sempat Lumpuh

11/05/2026
Kak Na Ajak Kader Aktif Jalankan 10 Program Pokok PKK

Kak Na Ajak Kader Aktif Jalankan 10 Program Pokok PKK

11/05/2026
Tiga Siswa Aceh Besar Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi Aceh

Tiga Siswa Aceh Besar Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi Aceh

11/05/2026

Terpopuler

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

06/05/2026

Tabligh Akbar Muhammadiyah Abdya, Dr. Safaruddin Titip Beberapa Pesan Keumatan

Di Ikuti Dua Kemukiman, Sekda Abdya Buka MTQ Tingkat Kecamatan Jeumpa

Krak, Pasangan Asal Aceh Tempuh Perjalanan Darat dari Indonesia hingga Mekkah

Resmi Dilantik, PC IPNU Aceh Besar Siap Perkuat Gerakan Pelajar NU

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com