BANDA ACEH – Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin mengapresiasi Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh dan Badan Nasional Pencegahan Terorisme (FKPT) dalam mencegah perempuan dari pengaruh radikalisme dan Terorisme.
“Perempuan dapat menjadi target eksploitasi dalam kasus radikalisme dan Terorisme, bisa menjadi pelaku dan korban. Namun Perempuan punya peran strategis dalam memutus mata rantai jaringan aksi radikal dan terorisme,” kata Zainal Arifin pada pembukaan dialog “Perempuan Agen Perdamaian” yang digelar BNPT dan FKPT Aceh bidang Perempuan dan Anak di Hotel Hermes, Banda Aceh, Kamis (12/11).
“Kami berharap para narasumber dapat memberikan pencerahan dalam berbicara peran perempuan sebagai agen perdamaian. dan peran perdamaian itu juga dapat dijalani oleh perempuan di Banda Aceh,” kata Zainal.
Zainal juga berharap kepada peserta dialog juga memainkankan perannya menjadi agen perdamaian untuk dan menyampaikan pesan-pesan damai bagi masyarakat, terkhusus untuk perempuan.
“Pemerintah Kota Banda Aceh akan mendukung itu,” ujar Zainal.
Ketua FKPT Aceh Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, pada kesempatan itu mengajak masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran paham radikal dengan tindakan preventif melalui pendekatan sosial dan kearifan lokal. Khusus untuk Aceh, penguatan nilai-nilai agama, budaya dan toleransi sangat penting diterapkan.
“Peran aktif, ulama, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda dan para guru terutama guru agama sangat dibutuhkan. Kemitraan antara seluruh elemen masyarakat dan aparat keamanan harus dibangun dengan baik. Sehingga dengan terjalin komunikasi yang baik, insya allah, potensi ruang gerak kelompok radikal di Aceh bisa kita patahkan,” kata KBA.
Sedikitnya Melalui kegiatan ini, ada beberapa point yang disampaikan Kamaruzzaman untuk menjadi perhatian semua pihak dalam pencegahan radikal dan terorisme:
1. Kita mulai dari yang terkecil, yaitu melindungi keluarga kita dengan memberikan pemahaman ajaran agama yang benar.
2. Guru, pelajar dan pemuda dan khususnya perempuan merupakan agen-agen pembawa pesan kedamaian yang sangat efektif.
3. Mari perkuat silaturahmi di lingkungan kita masing – masing.
4. Perkuat masyarakat kita agar memiliki resistensi yang kuat menghadapi serbuan paham-paham radikal dan kekerasan.
5. Pendidikan yang baik serta pemahaman agama yang benar memiliki peran yang penting dalam mengantisipasi dan menangkal penyebarnya paham radikal di masyarakat.
6. Menyampaikan berita yang benar dan menyejukkan, dan bukan berita yang bohong dan provokatif.
7. Mari kita tumbuhkan kepedulian di lingkungan kita terhadap sesama untuk saling menjaga keamanan, karena keamanan merupakan tanggung jawab kita semua.
Tampil sebagai pembicara pada dialog “Perempuan Agen Perdamaian adalah Kasubdit Pengawasan BNPT Republik Republik Indonesia H. Moch. Chairil Anwar, Komnas Perempuan dan BNPT Riri Khariroh, M.A dan Kabid Perempuan dan Anak FKPT Suraiya Kamaruzzaman, ST, L.LM., MT.
Peserta berasal dari lembaga perempuan, tokoh perempuan, Aktivis Perempuan, Akademisi, Mahasiswi, dan dari Istansi terkait perempuan. []











