Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kaum Laki-laki di Aceh Paling Banyak Melanggar Protokol Kesehatan

Admin1 by Admin1
15/12/2020
in Nanggroe
0

Banda Aceh—Laki-laki lebih banyak terjaring operasi yustisi disiplin Protokol Kesehatan (Protkes) Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dibandingkan kaum perempuan. Satpol PP-WH Aceh, yang dibantu polisi dan TNI, menciduk mereka di jalan raya dan di warung-warung kopi atau caffe dalam wilayah Kota Sabang, Banda Aceh, dan Kabupaten Aceh Besar.

Hal tersebut dikemukakan oleh Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani yang akrab disapa SAG kepada awak media massa di Banda Aceh, Senin,  14 Desember 2020.

“Sejak operasi yustisi digelar awal September 2020 hingga kemarin, selalu laki-laki yang lebih banyak terjaring,” tutur SAG.

SAG menjelaskan, berdasarkan data dari Wakil Koordinator Lapangan Penegakan Protkes Satpol PP-WH, Marzuki S.Ag,M.H, operasi yustisi September-November 2020 terjaring 10.088 pelanggar Protkes. Laki-laki terjaring sebanyak 8.456 orang (84%) dan perempuan 1.632 orang (16%).

Kemudian, lanjut SAG, dalam operasi periode 1-7 Desember 2020 terjaring sebanyak 883 orang, dengan komposisi laki-laki 712 orang (81%) dan perempuan 171 orang (19%). Selanjutnya, periode 8-13 Desember 2020 terjaring 841 orang, laki-laki 691 orang (82,2%) dan perempuan 150 orang (17,8%), tambahnya.

“Trennya tampak konsisten, jumlah laki-laki yang terjaring selalu di atas 80% dari total pelanggar dalam setiap periode waktu operasi yustisi itu dilakukan,” ujar SAG.

Menurut SAG yang juga Juru Bicara Pemerintah Aceh itu, data-data tersebut tidak serta-merta menunjukkan perempuan lebih disiplin Protkes dibandingkan kaum adam, karena faktor kebetulan tak bisa dihindari. Laki-laki selalu lebih dominan di warung kopi atau Caffe dibandingkan perempuan. Begitu juga di jalan raya, katanya.

Mereka yang terjaring di Caffe, jelas SAG, umumnya mendapat sanksi sosial di tempat. Sanksi sosial diberikan dalam bentuk menyanyikan lagu nasional atau lagu daerah, membaca surat pendek Alquran bagi yang beragama Islam, atau diminta mengucapkan janji tidak akan mengulangi melanggar Protkes.

Pelanggar Protkes yang terjaring dalam operasi yustisi di jalan raya dan diberikan sanksi ditempat dalam bentuk kerja sosial membersihkan fasilitas umum, menyapu jalan, atau memungut sampah. Kerja sosial ini umumnya dikenakan kepada pelanggar Protkes yang terjaring ketiga kalinya, tutur SAG.

“Pelanggaran Protkes yang dilakukan semuanya tidak menggunakan masker,” tambah SAG.

Padahal, tambah SAG, masker amat penting untuk melindungi seseorang dari percikan air liur (droplet lawan bicara di tempat-tempat umum, seperti warung kopi dan caffe. Percikan droplet bisa mencapai lebih dari 1,5 meter dan setiap orang berpotensi sebagai pembawa virus (carrier), terutama di daerah yang sudah terjadi transmisi lokal, tuturnya lagi.

Kasus Kumulatif

Selanjutnya, seperti biasa, Juru Bicara Covid-19 Aceh itu melaporkan kasus kumulatif Covid-19, sejak kasus pertama diumumkan, 27 Maret 2020 silam. Jumlah akumulatif kasus Covid-19 Aceh sudah mencapai 8.526 orang. Penderita yang dirawat saat ini 837 orang, sembuh 7.349 orang, dan 340 orang meninggal dunia.

Kasus baru konfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 4 orang, yakni tiga orang warga Kota Banda Aceh dan satu orang lagi warga Kabupaten Aceh Tamiang. Sementara penderita Covid-19 yang dilaporkan sembuh sebanyak empat orang, yakni tiga warga Aceh Tamiang dan satu orang warga Kota Sabang.

“Korban virus corona yang dilaporkan meninggal dunia bertambah dua orang lagi, yakni warga Kota Banda Aceh dan Aceh Singkil,” jelas SAG.

Warga Kota Banda Aceh yang baru dilaporkan meninggal dunia itu inisial NM (60 tahun), laki-laki, dan meninggal pada 12 Desember 2020. Sedangkan warga Singkil berinisial NK (35 tahun), perempuan, dan meninggal pada hari ini, 14 Desember 2020.

Lebih lanjut, Jubir Pemerintah Aceh itu mengatakan, kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi saat ini sebanyak 620 orang. Dari jumlah kasus probable tersebut, 31 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 534 sudah selesai isolasi, dan 55 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah kasus suspek di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 4.843 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.611 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 209 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 23 orang isolasi di rumah sakit.

Previous Post

DPR Aceh: Pilkada 2022 Adalah Marwah Aceh

Next Post

Syech Fadhil Silaturahmi ke Dayah Darul Rasyid di Singkil

Next Post
Syech Fadhil Silaturahmi ke Dayah Darul Rasyid di Singkil

Syech Fadhil Silaturahmi ke Dayah Darul Rasyid di Singkil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Delapan Hektare Hutan di Blang Bintang Terbakar

Delapan Hektare Hutan di Blang Bintang Terbakar

24/08/2026
Bupati Aceh Tamiang Tegaskan Pemulihan Pascabencana Butuh Kerja Sama Berbagai Elemen

Bupati Aceh Tamiang Tegaskan Pemulihan Pascabencana Butuh Kerja Sama Berbagai Elemen

24/08/2026
Dosen FKIP USK Wakili Aceh di MTQ KORPRI Nasional 2026

Dosen FKIP USK Wakili Aceh di MTQ KORPRI Nasional 2026

24/08/2026
Peringati HUT, DPW PAN Santuni 1.834 Anak Yatim se Aceh

Peringati HUT, DPW PAN Santuni 1.834 Anak Yatim se Aceh

24/08/2026
Momentum Maulid, Ketua DPRK Serukan Konsolidasi Umat Dalam Menghalau Penyakit Sosial di Banda Aceh

Momentum Maulid, Ketua DPRK Serukan Konsolidasi Umat Dalam Menghalau Penyakit Sosial di Banda Aceh

24/08/2026

Terpopuler

Polda Aceh Bidik Calon Tersangka Korupsi Pengadaan Bebek Petelur

Polda Aceh Bidik Calon Tersangka Korupsi Pengadaan Bebek Petelur

23/08/2026

Para Sekda Loyalis yang ‘Tumbang’ di Tahun Kedua Mualem-Dekfad

Presiden atau Gubernur Yang Berhentikan Sekda?

Dr. Safaruddin Bawa Tim Sepak Bola Kodim Abdya Sebagai Juara Piala Pangdam IM Cup Tahun 2026

Kaum Laki-laki di Aceh Paling Banyak Melanggar Protokol Kesehatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com