Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Perusahaan Israel Dituduh Dukung Militer Myanmar Genosida Etnis Rohingya

Admin1 by Admin1
25/12/2020
in Internasional
0
Myanmar Tahan Kapal yang Bawa 173 Muslim Rohingya

Kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh. (Foto: Reuters)

Jakarta – Kelompok hak asasi manusia Myanmar menuduh perusahaan Israel menjual teknologinya kepada militer Myanmar untuk kejahatan perang dan pelanggaran HAM terhadap etnis Rohingya.

Laporan itu menuduh perusahaan Israel, Gilat Satellite Networks, yang diklaim telah bertransaksi dengan Mytel, jaringan seluler Myanmar yang sebagian dimiliki oleh militer Myanmar, diterbitkan pada hari Minggu di situs web kelompok advokasi Justice for Myanmar, Times of Israel melaporkan, 24 Desember 2020.

Laporan berjudul Nodes of Corruption, Lines of Abuse: How Mytel and Viettel are aiding and abetting the commission of international crimes in Myanmar

with the complicity of global business, adalah bagian dari serangkaian laporan oleh organisasi Justice for Myanmar, yang tujuannya adalah untuk melemahkan rezim militer Myanmar, dan mempermalukan perusahaan internasional agar memutuskan hubungan bisnis dengan rezim yang melakukan pelanggaran HAM.

Pemerintah dan militer Myanmar telah dituduh melakukan kampanye brutal pembersihan etnis dan genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya, menewaskan ribuan orang dan mengirim lebih dari 700.000 melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. Komisi PBB telah merekomendasikan genosida dan tuduhan kejahatan perang terhadap para pemimpin militer Myanmar.

Laporan Justice for Myanmar mencakup tuduhan mengenai kesepakatan bisnis yang dibuat oleh Gilat yang berbasis di Petah Tikva, sebelum keputusan Pengadilan Tinggi Israel pada September 2017 untuk menghentikan semua ekspor militer ke Myanmar.

Chris Sidoti, mantan pencari fakta PBB di Myanmar, mengatakan jika perusahaan membantu dan mendukung kejahatan militer Myanmar, seperti yang dituduhkan dalam laporan tersebut, tidak ada undang-undang pembatasan.

“Jika apa yang dilakukan Gilat sebelum 2018 merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan atau kejahatan perang atau membantu dan bersekongkol melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan atau kejahatan perang, maka itu tetap bertanggung jawab,” kata Sidoti, yang tidak terlibat dalam Justice for Myanmar melaporkan.

Giliat didirikan pada tahun 1987 dan kantor pusatnya di Petah Tikva, Israel. Gilat adalah pembuat teknologi dan layanan jaringan satelit, yang produknya mencakup platform jaringan VSAT berbasis cloud, modem berkecepatan tinggi, antena bergerak berkinerja tinggi, dan amplifier berdaya tinggi dan berefisiensi tinggi. Perusahaan ini diperdagangkan di NASDAQ Global Select Market dan di Bursa Efek Tel Aviv.

Selain Gilat, perusahaan lain yang disebutkan dalam laporan Justice for Myanmar antara lain AsiaSat (Hong Kong), Hughes Network Systems (AS) dan Intelsat (Luksemburg/Inggris).

Sumber: Tempo

Previous Post

Misteri ‘Kaki Raksasa’ di Negeri Tuan Tapa

Next Post

Menteri Israel Sebut Ada Peluang Negaranya Berdamai dengan Indonesia

Next Post
Jokowi Soroti Covid-19 di 12 Daerah, Kasus Aktif Lebih 1.000

Menteri Israel Sebut Ada Peluang Negaranya Berdamai dengan Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polda Aceh Tingkatkan Kesiapan Personel Jelang May Day 2026

Polda Aceh Tingkatkan Kesiapan Personel Jelang May Day 2026

29/04/2026
RSUD Meuraxa Jalin Kerja Sama Rujukan dengan RSUD Cut Meutia Aceh Utara

RSUD Meuraxa Jalin Kerja Sama Rujukan dengan RSUD Cut Meutia Aceh Utara

29/04/2026
Kejari Bireuen Geledah Kantor Satpol PP dan WH Selama Dua Jam

Kejari Bireuen Geledah Kantor Satpol PP dan WH Selama Dua Jam

29/04/2026
IPNU Aceh Besar Audiensi Persiapan Pelantikan Bersama Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag

IPNU Aceh Besar Audiensi Persiapan Pelantikan Bersama Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag

29/04/2026
Posyandu Indonesia Serahkan Bantuan Sumur Bor dari Baitul Mal Aceh

Posyandu Indonesia Serahkan Bantuan Sumur Bor dari Baitul Mal Aceh

29/04/2026

Terpopuler

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

25/04/2026

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Meriahkan HUT ke-24, Abdya Gelar Kejurprov Grasstrack & Motocross IMI Aceh Seri 2025

Warga Pidie Gugat Pergub JKA ke MA: 692 Ribu Orang Terancam Kehilangan Layanan Gratis

Perusahaan Israel Dituduh Dukung Militer Myanmar Genosida Etnis Rohingya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com