Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Tabayyun, Jangan Menuduh

Atjeh Watch by Atjeh Watch
31/12/2020
in Kolom
0
Tabayyun, Jangan Menuduh

Oleh. Ustad Roni Haldi Alimi*

Dunia sekarang ibaratnya tanpa sekat apalagi batas. Semua begitu terbuka. Segala akses informasi begitu cepat lagi mudah diakses, positif ataupun negatif, benar ataupun salah.

Semua informasi begitu cepat dan susah untuk ditutup-tutupi. Itulah zaman now, saat kita bak berada pada sebuah kampung kecil.

Jangan menuduh
Sikap kita tentu tidak membatasi informasi hanya dari satu sumber. Tidak juga menutup mata dan telinga sehingga penilaian terhadap sesuatu tetap objektif dan benar. Akibat membatasi input informasi adalahkita rentanmelakukan kesalahan dalam menarik kesimpulan.

Tabayyun atau ‘berlaku adil terhadap suatu informasi’ merupakan salah satu proses yang baik yang semestinya kita lalui sebelum menentukan sikap. Akan tetapi, disebabkan dibiarkannya doktrin penyumbat pikiran dan pembelenggu jiwa, akan terlahir sosok-sosok tidak merdeka dalam alam pikirannya.

Tidak hanya itu, hatinya keras, tutur bahasanya pun kasar. Begitu mudah tuduhan yang dimunculkan kendatipun tanpa bukti kuat. Tanpa berpikir panjang disebarkanlah tuduhan itu sehingga rusaklah citra pribadi seseorang atau kelompok.

Padahal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan:

“Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kata fasiq, dan menuduhnya dengan kata kafir, kecuali tuduhan itu akan kembali kepada si penuduh jika orang yang tertuduh tidak seperti yang dituduhkan.”

(Hadis riwayat Bukhari)

Ilmu dan hikmah adalah kunci agar diri kita berlaku adil. Bertindak bijaksana karena kita memiliki ilmu dan hikmah. Karena itu, sepatutnyalah kita senantiasa membuka diri untuk menggali ilmu dan informasi.

Belajar dari yang tersurat dan tersirat. Dari siapa saja kita menimba, tanpa pilih siapa dan kelompok mana. Islam memahamkan kepada kita agar menjunjung tinggi-tinggi nilai persaudaraan. Bersaudara di dunia dan akhirat. Semoga jiwa dan diri kita merdeka.

Tabayyun adalah meneliti dan menyeleksi informasi
Tabayyun secara bahasa memiliki arti ‘mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya’. Sedangkan secara istilah, tabayyun adalah meneliti dan menyeleksi informasi; tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah, baik dalam urusan hukum, kebijakan, dan sebagainya sampai jelas benar duduk permasalahannya.

Tabayyun adalah akhlak mulia yang merupakan prinsip penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan keharmonisan dalam pergaulan. Dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari, seseorang akan selamat dari salah paham, permusuhan, hingga pertumpahan darah di antara sesamanya lantaran ia melakukan tabayyun dengan baik.

Allah ta’ala berfirman:

“Mengapa di waktu kalian mendengar berita bohong itu orang-orang mukmin dan mukminat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata, “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata?”

(Surah an-Nur, 24 ayat 12)

Ayat ini merupakan pelajaran dari Allah SWT kepada orang-orang mukmin dalam kisah Aisyah radhiyallahu ‘anha. Saat sebagian dari mereka memperbincangkan hal yang buruk dan pergunjingan mereka tentang berita bohong tersebut.

Jika kita memiliki dua pasang mata, lalu mengapa kita menilai dan menghukumi orang lain dengan telinga kita? Ya, mari perlakukanlah orang lain dari apa yang kita LIHAT tentangnya, BUKAN dari apa yang kita DENGAR.

*Penulis adalah Penyuluh Pungsional KUA Kecamatan Susoh Kabupaten Abdya.

Previous Post

Langgar Kode Etik, Tujuh Personel Polres Abdya Diberhentikan Selama 2020

Next Post

Gubernur Nova Resmikan Jembatan Bintah Aceh Jaya

Next Post

Gubernur Nova Resmikan Jembatan Bintah Aceh Jaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026
BPMA, SKK Migas dan KKKS Perkuat Perizinan dan Pertanahan Hulu Migas Aceh

BPMA, SKK Migas dan KKKS Perkuat Perizinan dan Pertanahan Hulu Migas Aceh

21/08/2026
Krak, Kapolda-Wakapolda dapat Pin Emas Kapolri Usai Tangani Pengibaran Bulan Bintang di Hari Damai Aceh

Krak, Kapolda-Wakapolda dapat Pin Emas Kapolri Usai Tangani Pengibaran Bulan Bintang di Hari Damai Aceh

21/08/2026
Kemnaker Perkuat Ekonomi Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi di Aceh

Kemnaker Perkuat Ekonomi Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi di Aceh

21/08/2026
Pemko Banda Aceh Dorong Gampong Dukung Pengelolaan Air Limbah Berkelanjutan

Pemko Banda Aceh Dorong Gampong Dukung Pengelolaan Air Limbah Berkelanjutan

21/08/2026

Terpopuler

Tabayyun, Jangan Menuduh

Tabayyun, Jangan Menuduh

31/12/2020

Kegiatan HUT RI Ke-81 di Salah Satu SMA Abdya Disorot, Siswa Laki-laki Gunakan Pakaian Perempuan Saat Perlombaan Olah Raga

Peringati HUT ke-81 RI, Residen Rehabilitasi IPWL Kayyis Ahsana Aceh Jadi Pengibar Bendera dalam Kolaborasi Bersama Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Bupati Abdya Naikkan Gaji Pasukan Hijau dan Berikan Bonus Rp 10 Juta

Dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Presentasikan Artikel pada IDMAC 2026 di Malaysia

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com