BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh meminta semua pelayanan yang berhubungan dengan kesehatan untuk dievaluasi kembali.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi V DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, Jumat 15 Januari 2020.
“Atas sejumlah persoalan yang ada mulai dari fase peganggaraan, peluang badan asuransi kesehatan mandiri Aceh, dan pelayanan BPJS, kita rekomendasikan untuk di evaluasi kembali,” kata Iskandar.
“Kami juga dalam waktu dekat akan memanggil BPJS, dan sejumlah rumah sakit rujukan di Aceh. Kita semua berharap pelayanan kesehatan yang baik bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Aceh.”
Menurutnya, Komisi V DPR Aceh yang membidangi salah satunya bidang kesehatan, Kamis siang 14 Januari 2021,menggelar rapat dengan memanggil Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), Dinas Kesehatan Aceh, guna mempertanyakan ploting anggaran Rp 1.2 T untuk program JKA kerjasama dengan BPJS kesehatan.
Kondisi ini untuk memperjelas secara angka berapa jumlah penduduk Aceh yang ditanggung JKN-JKN KIS (APBN), dan berapa yang ditanggung APBA (program JKA kerjasama BPJS). Sehingga akan memperjelas berapa anggaran yang disedot untuk premi asuransi ini.
“Ada beberapa hal yang kami sorot, mulai dari program kelanjutan kerjasama yang tidak melibatkan DPRA, padahal kerjasama di atas angka Rp 5 miliar saja harus persetujuan DPRA, konon angkanya sudah Rp 1.2 T. Lalu wacana agar Aceh bisa membentuk badan otonom sendiri yang mengelola asuransi kesehatan ini, jika secara regulasi memungkinkan sehingga bisa dengan sempurna memberi pelayanan prima bagi masyarakat Aceh,” ujar politisi muda Partai Aceh ini.
“Lalu, kami juga mempertanyakan temuan di lapangan, pelayanan BPJS yang sudah ditanggung seluruh jiwa masyarakat Aceh belum bisa dirasakan pelayanan terbaik bagi masyarakat kalangan bawah. Parahnya sejumlah kasus seperti kecelakaan tunggal, bencana alam, kriminalitas, tidak ditanggung BPJS, tapi ditanggung dengan skema lain seperti jasa raharja yang proses nya bagi masyarakat tergolong ruwet,” kata mantan aktivis mahasiswa ini lagi. []









