Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

PKK Aceh Gelar Rakor dengan BNNP dan SKPA

Admin1 by Admin1
19/02/2021
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Aceh kembali menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi 10 program pokok PKK dengan mitra terkait di jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan Badan Narkotika Negara (BNN) Provinsi Aceh, di Aula Meuligoe Wakil Gubernur Aceh, Kamis (18/2/2021).

Rapat itu bertujuan untuk membangun sinergi antara TP PKK Aceh dengan seluruh stakeholder, terkait tugas dan fungsi dari kelompok kerja (Pokja) 1 yakni, tentang Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) dan fenomena kerusakan generasi terhadap penyalahgunaan narkoba.

Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Dyah Erti Idawati mengatakan, rapat rutin tahunan ini harus menjadi ajang untuk berbagi tugas lintas pemangku kepentingan. Yaitu dengan cara membangun kolaborasi antara pemerintah dan pihak terkait, dalam upaya membangun pendidikan karakter keluarga dan memberantas penyalahguna narkoba. Dengan produk akhir adalah membangun generasi yang unggul dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

“Untuk itu, kita harus fungsikan kembali peran kita sebagai penggeraknya. Kita memang tidak mempunyai pendanaan kegiatan secara khusus, namun kita bisa mencoba untuk menjadi pemeran utama dalam setiap kegiatan kita, kemudian kita mengajak dinas terkait untuk bisa mencapai tujuan tersebut,” kata Dyah saat memimpin rapat.

Seperti halnya dalam perlindungan anak, kata Dyah, PKK juga memiliki peranan penting dan strategis dalam menghapus persoalan kekerasan terhadap anak dan remaja. Dengan cara ikut berkontribusi dalam membangun pendidikan berkarakter dalam keluarga, sehingga kaum muda Aceh bisa tumbuh dengan jiwa yang mandiri dan semangat nasionalis yang tinggi.

Ia menuturkan, dalam persoalan perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah ataupun lembaga tertentu. Namun lebih dari itu, juga menjadi tanggung jawab bersama, jadi masyarakat juga harus ikut berkontribusi dalam melindungi tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa, dengan menciptakan lingkungan yang ramah terhadap anak. Dengan demikian anak akan terhindar dari segala paparan negatif seperti kekerasan seksual dan narkoba.

“Ini harus menjadi keprihatinan kita bersama, jadi ini ada kaitannya dengan semua pihak baik BNN maupun SKPA lainya, seperti pelaku kekerasan seksual cenderungnya mereka adalah pengguna narkoba, sehingga mereka akan bertindak di luar akal sehat mereka,” ujar Dyah.

Sebab itu, Dyah mengajak seluruh pihak dan lapisan masyarakat untuk lebih sadar dan saling menjaga serta melindungi anak-anak, terutama di tingkat gampong.

“Jangan sampai anak-anak kita ini terpengaruhi dengan perilaku yang menyimpang. Masyarakat harus mengawasi dan saling melindungi, karena pelaku bukan hanya dari orang asing saja namun orang terdekat pun bisa menjadi pelaku kejahatan,” pungkas Dyah.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Heru Pranoto mengatakan, penyalahgunaan narkoba masih marak terjadi di kalangan anak muda Aceh. Bahkan kebanyakan dari pengguna narkoba itu sendiri merupakan pemuda dan pemudi di usia produktif (20 hingga 40).

Ia menyebut, dalam istilah kriminologi sendiri narkoba di golongkan dalam kategori induk dari segala kejahatan. Yang mana setiap penggunanya cenderung akan melakukan kejahatan lainnya yang disebabkan oleh efek dari zat adiktif tersebut.

“Kami juga punya Program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). Program itu merupakan salah satu upaya kita untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba dari gampong dengan menyasar relawan dari kalangan pemuda gampong,” kata Heru.

Maka itu, ia menyambut baik kolaborasi BNN dan PKK Aceh dalam menyelesaikan permasalahan narkoba. Nantinya, ia juga akan menargetkan program bersinar ini untuk dilaksanakan di sekolah dan pesantren. Dengan merekrut relawan dari kalangan pelajar, sehingga dengan sadarnya mereka akan turut mensosialisasikan pencegahan narkoba.

“Kita juga terus lakukan sosialisasi, salah satunya melalui sosial media agar menyasar kaum milenial, kami juga buat video tik tok yang sedang gandrung saat ini agar sosialisasi ini lebih mengena pada kaum milenial,” ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Al Hudri, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri, Kepala Dinas Pemberdayaan Dan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Nevi Aryani, Kepala DRKA Teuku Syarbaini, dan perwakilan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Pertemuan tersebut menerapkan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak.[]

Previous Post

Sekda Pantau Pelaksanaan Seleksi Eselon II di Lingkup Pemerintah Aceh

Next Post

Sektor Ekonomi Produktif Dinilai Solusi Pemulihan Ekonomi

Next Post

Sektor Ekonomi Produktif Dinilai Solusi Pemulihan Ekonomi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

07/09/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Keputusan Izin Perwakilan LAZ BSI Maslahat

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan dari Bandara Aceh Terdampak

07/09/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Keputusan Izin Perwakilan LAZ BSI Maslahat

Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Keputusan Izin Perwakilan LAZ BSI Maslahat

07/09/2026
BPBA Catat 198 Kejadian Bencana di Aceh Periode Januari–Agustus 2026, Prakiraan Kerugian Capai Rp155 Miliar

BPBA Catat 198 Kejadian Bencana di Aceh Periode Januari–Agustus 2026, Prakiraan Kerugian Capai Rp155 Miliar

07/09/2026
Bandara Soetta Ditutup, Pendaratan 382 Jemaah Umrah Dialihkan ke Aceh

Bandara Soetta Ditutup, Pendaratan 382 Jemaah Umrah Dialihkan ke Aceh

07/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

PKK Aceh Gelar Rakor dengan BNNP dan SKPA

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com