Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Kecam Kudeta, Utusan Myanmar untuk PBB Dipecat Junta Militer

Admin1 by Admin1
28/02/2021
in Internasional
0
Kecam Kudeta, Utusan Myanmar untuk PBB Dipecat Junta Militer

Junta Militer pecat Dubes Myanmar untuk PBB. (REUTERS/STRINGER)

Jakarta – Pada Sabtu (27/2) junta militer pecat duta besar Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tan, karena ikut mengecam kudeta penggulingan Aung San Suu Kyi.

Bersamaan dengan kudeta, militer membenarkan diri dengan menuduh kecurangan saat Pemilu pada November 2020 lalu. Suu Kyi menang telak tetapi junta militer menjanjikan pemilihan baru dalam satu tahun.

Demonstrasi makin menjadi sehingga pihak berwenang pun meningkatkan kekuatan lewat penggunaan gas air mata, meriam air dan peluru karet. Namun pada Jumat (26/2), duta besar Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tan membuat seruan emosional pada komunitas internasional untuk “[mengambil)] tindakan sekuat mungkin…untuk memulihkan demokrasi.”

“Revolusi ini harus menang,” ujar Kyaw sambil memberi hormat tiga jari, simbol perlawanan terhadap junta, seperti dikutip dari AFP.

Kemudian pada Sabtu (27/2) malam pemerintah mengumumkan bahwa Kyaw bukan lagi duta besar Myanmar untuk PBB. Menurut siaran MRTV, Kyaw dianggap membangkang dan mengkhianati negara sehingga ia dipecat.

Sementara itu kekacauan terjadi di seluruh pusat komersial Yangon. Pengunjuk rasa menyebar ke jalan-jalan perumahan dan membangun barikade darurat dari tumpukan meja dan tong sampah. Mereka mengenakan topi pelindung dan masker gas.

“Kami ingin berjuang sampai kami menang,” kata Moe Moe (bukan nama sebenarnya), salah satu pengunjuk rasa.

Protes lain di dekat pusat perbelanjaan di dekat Tamwe Township dibubarkan polisi. Aye Myint Kyi, seorang ibu, tampak putus asa. Dia berkata sempat menghubungi sang putri yang akan dibawa.

“Saya tidak tahu ke mana dia dibawa. Dia ditangkap secara tidak adil,” ujarnya sambil menangis.

Sejak kudeta, sebanyak 5 orang terbunuh. Sementara itu Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) menyebut lebih dari 770 orang sudah ditangkap dan dijatuhi hukuman. Tidak hanya pengunjuk rasa, aktivis, penangkapan pun dilakukan terhadap pekerja media. Pekerja media yang ditahan di antaranya dari Associated Press, Myanmar Now, Myanmar Pressphoto Agency, Monywa Gazette dan Hakha Times.

Pada Sabtu (27/2), Bo Gyi dari AAPP memperkirakan angka ini bertambah. “Lebih dari 400 orang ditangkap (hari ini),” ujarnya. Angka ini hanya sebagian kecil yang masuk daftar terbaru harian karena mereka belum bisa mengkonfirmasi nama semua orang.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Bocah Pencari Kerang yang Tenggelam di Aceh Utara Ditemukan Meninggal

Next Post

Pemerintah Target Vaksinasi Mandiri Dimulai April

Next Post
Pemerintah Target Vaksinasi Mandiri Dimulai April

Pemerintah Target Vaksinasi Mandiri Dimulai April

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tokoh Muda Susoh Apresiasi Bupati Dr. Safaruddin Atas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Padang Baru

Tokoh Muda Susoh Apresiasi Bupati Dr. Safaruddin Atas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Padang Baru

12/10/2026
1.387 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tenggara

1.387 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tenggara

12/10/2026
Dek Fadh Hadiri Tasyakuran Tiga Pejabat Asal Aceh di Jakarta

Dek Fadh Hadiri Tasyakuran Tiga Pejabat Asal Aceh di Jakarta

12/10/2026
Ohku, Dua Kecamatan di Aceh Timur Kembali Direndam Banjir

Ohku, Dua Kecamatan di Aceh Timur Kembali Direndam Banjir

12/10/2026
Banjir Kembali Rendam Sembilan Kecamatan di Aceh Tamiang

Banjir Kembali Rendam Sembilan Kecamatan di Aceh Tamiang

12/10/2026

Terpopuler

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

12/10/2026

Sriwijaya Taklukkan Kebinet dengan Selisih Dua Angka, Ceh Win Kul Bertahan dari Gempuran Syair

Kecam Kudeta, Utusan Myanmar untuk PBB Dipecat Junta Militer

Pekerja Tersengat Listrik di Atas Ruko Pidie Jaya, Jatuh 5 Meter hingga Meninggal

Bupati Safaruddin Lepas Persada Abdya U-17 ke Babak 8 Besar Piala Soeratin di IKN

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com