Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

redaksi by redaksi
12/10/2026
in Sosok
0
In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

KABAR duka itu datang jelang Isya, Minggu malam tadi. Sebuah telepon dari kenalan di Gampong Blang, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh, membuat saya tersentak.

“Bang. Pak Budi ka geutinggal geutanyoe.”

Saya masih tak percaya dengan kabar tersebut. Saya meminta ia untuk mengulang kalimat yang disampaikannya hingga dua kali.

“Beutoi bang. Pak Budi Azhari, kawan abang, meninggal dunia,” ujar kenalan tadi.

Informasi tadi, tak langsung saya tanggapi serius. Pasalnya, baru beberapa jam lalu, saya dan Bang Budi Azhari, masih semeja di Warkop Dekmi Rukoh. Kami bubar jelang magrib tiba. Saya masih mengira Si Pemberi kabar tadi cuma iseng semata.

Selang beberapa menit, seorang rekan lainnya kembali menelpon. Ia menyampaikan kabar duka yang sama, tapi kali ini dengan nada bertanya.

“Bang, peu beutoi bang Budi ka meninggal? Lon dibrithee lee Ahmadi (tetangga almarhum-red),” ujar Bustami, Komisioner KKR Aceh.

Usai menerima kabar ini, saya langsung mengecek Grup WA Kaukus Pemuda Aceh. Dimana, almarhum Bang Budi Azhari juga merupakan salah satu anggota grup ini. Almarhum terbilang aktif dan sering menyapa kami di sana. Saya berkeyakinan, jika kabar tadi hoax, maka secara otomatis akan langsung terbantahkan. Karena, hingga detik itu, saya masih yakin jika kabar tadi hoax.

Namun harapan tersebut ternyata sia-sia. Anggota grup justru merespon serius.

“Jenazah Bang Budi masih di IGD RSUZA.” Demikian info di grup tersebut.

Minggu sore tadi, Bang Budi Azhari masih menyapa saya dengan senyum di Warkop Dekmi Rukoh. Saya masih bercanda dengannya soal suara azan sebagai pengingat waktu solat tiba di handphone miliknya.

Selama 4 bulan terakhir, almarhum terlihat begitu konsisten menjaga salat berjamaah ketika waktu tiba. Saat suara azan berbunyi di handphone, ia segera bergegas ke masjid terdekat.

“Masjid Puteh,” kata almarhum. Ia segera meninggalkan aktivitas untuk menuju masjid.

Kondisi ini terlihat begitu konsisten dan almarhum cuma menanggapi kami dengan senyuman ketika dicandai.

Pernah suatu kali, saya bercanda dengannya saat kami duduk semeja. “Kita solat jemaah di lantai 2 Dekmi aja bang,” ajak saya. Tapi almarhum cuma tersenyum.

“Di Masjid Puteh, jemaah banyak dan peluang salat sah lebih tinggi,” ujarnya saat itu.

Minggu sore tadi, kami baru bubar ngopi sekitar pukul 17.30 WIB. Ada beberapa perkataan darinya yang menjadi nasehat terakhir untuk saya.

“Meunyoe ingin udep beu get. Peubeutoi droe dilee. Ta mulai dari sembahyang,” kata Bang Budi tadi sore.

“Drokeuh bek kapike mantong muda sabe,” ujarnya ke saya sebelum bubar. Saya tak pernah menyangka jika kalimat tersebut menjadi kata terakhir sebelum almarhum pergi untuk selamanya.

Bagi saya, Bang Budi buka sekedar senior di FKIP USK. Almarhum juga guru, abang serta kawan ngopi yang banyak melalui susah senang bersama. Kepergian almarhum menyimpan luka yang mendalam.

Almarhum adalah sosok yang selalu tersenyum meski dihantam beribu masalah.

Menurut kabar, Bang Budi Azhari menderita sesak di dada usai magrib. Ia meminta keluarga diantar ke IGD RSUZA dan menghembus nafas terakhir di sana.

Setiba saya di IGD, Bang Budi sudah terkujur kaku. Ada banyak kerabat, teman, keluarga serta kolega dari UIN Ar Raniry berkumpul di sana dengan wajah duka.

Selamat jalan Bang Budi. Kami bersaksi Abang adalah orang baik dan asoe Syurga.

 

 

 

Tags: budi azhari
Previous Post

Zikri Yanda Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua HPBM pada Mubes ke-XIII, Ajak Seluruh Kader Perkuat Persatuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

12/10/2026
Zikri Yanda Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua HPBM pada Mubes ke-XIII, Ajak Seluruh Kader Perkuat Persatuan

Zikri Yanda Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua HPBM pada Mubes ke-XIII, Ajak Seluruh Kader Perkuat Persatuan

12/10/2026
Prancis Desak Palestina Batalkan Penundaan Pemilu

Prancis Desak Palestina Batalkan Penundaan Pemilu

12/10/2026
Trump Desak Ukraina Ganti Presiden, Zelensky: Rusia Penyebab Perang

Trump Desak Ukraina Ganti Presiden, Zelensky: Rusia Penyebab Perang

12/10/2026
Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan MAPIM, Jajaki Kerja Sama Strategis Aceh–Malaysia

Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan MAPIM, Jajaki Kerja Sama Strategis Aceh–Malaysia

11/10/2026

Terpopuler

Dua Ceh Senior Siap Adu Syair di Didong Jalu, Win Kul Comeback Setelah Lama Vakum

Dua Ceh Senior Siap Adu Syair di Didong Jalu, Win Kul Comeback Setelah Lama Vakum

10/10/2026

Sriwijaya Taklukkan Kebinet dengan Selisih Dua Angka, Ceh Win Kul Bertahan dari Gempuran Syair

Persada Abdya U-17 Lolos ke Putaran Nasional Soeratin Akan Segera Berlaga di IKN, Berikut Jadwalnya

Polda Aceh Kerahkan 1.820 Personel Amankan Muzakarah Ulama

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 10

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com