BANDA ACEH- Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, menginginkan agar santri dayah harus menjadi mainstream dalam membangun negeri.
Menurutnya, kalangan dayah harus tetap memelihara tradisi-tradisi dayah yang lalu, namun disaat bersamaan juga menerima hal-hal yang baik untuk perkembangan dan kemajuan dayah.
Hal ini disampaikan Usamah saat pembukaan acara seminar hari santri di Hotel Oasis Banda Aceh, Sabtu 19 Oktober 2019.
“Kalangan dayah dan santri tidak boleh menjadi objek eksploitasi pihak lain untuk kepentingan-kepentingan pribadi. Sudah saatnya kalangan dayah dan santri berdiri di atas kaki sendiri, jangan mau dipolitisasi oleh siapapun,” ujar Usamah El Madny.
Menurutnya, sudah saatnya kalangan dayah mengambil peran, untuk dapat mengontrol dari hulu ke hilir, terus lakukan konsolidasi.
“Mari perkuat barisan agar dayah ke depan lebih baik lagi secara fasilitas, kualitas SDM tenaga pendidik agar melahirkan santri yang inovatif dan kreatif,” ujar Usamah El Madny.
Terakhir, Usamah meyampaikan bahwa potensi santri tidak boleh dipolitisasi dengan cek kosong oleh siapapun. Pasalnya, santri harus mengambil perannya dalam membangun Aceh dan bangsa ini. []











