LHOKSUKON – Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) DPW Aceh Utara melalui juru bicara (Jubir) Zubaili MA angkat suara soal ajakan unjukrasa merusak perdamaian Aceh oleh oknum yang bernama Sufaini Usman alias Syeki pada 26 Maret mendatang.
Hal itu disampaikan Zubaili, dalam rilisnya, Selasa 23 Maret 2021.
“Kami mengamati apa yang dilakukan Syeki selama ini bukan hal yang positif, justru untuk menimbulkan kerusuhan yang merusak perdamaian Aceh, mengadu domba rakyat Aceh dan ujaran kebencian. Kami menolak tegas unjuk rasa itu di kediaman Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe. Kami mengajak kepada seluruh aneuk syuhada Aceh dan rakyat Aceh pada umumnya tidak terprovokasi oleh oknum yang mengajak untuk merusak,” kata Zubaili.
“Perlu kita kaji siapa Syeki itu dengan lantangnya mengajak untuk merusak perdamaian, kalau dia mengaku GAM Australia pasti ada satu surat pengangkatannya dan setau kami di asutralia itu tidak ada GAM yang dibentuk secara resmi oleh pimpinan GAM saat itu. Sehingga ajakan yang mengatasnamakan GAM adalah abal-abal.”
“Apa yang dilakukan oleh Syeki saat ini tidak terukur, tidak berlandasan strategic politik yang baik untuk Aceh dan terlihat tendesius ada kepentingan pribadi dan ini sangat aneh. Syeki terlihat jelas sangat ambisius dengan political stage. Gambaran yang dimainkan oleh Syeki sama persis seperti mengkudeta sebuah partai politik dan seharusnya dari pihak keamanan ada tindakan Yang tegas karena tindakannya membuat SARA dan gaduh rakyat Aceh, pasti kena undang-undang nya. Jangan hanya disaat kami menuntut keadilan Aceh baru sibuk mencari solusi supaya tidak ada unjuk rasa.”
Menurutnya, apabila ini dibiarkan, akan sangat mengganggu kondisi Aceh saat ini sehingga diperlukan langkah tegas untuk mengakhiri pertumbuhan isu yang mengarah ke hal negatif khususnya perpecahan dan apabila unjuk rasa terjadi sehingga mengakibatkan tumpah darah.
“Masyarakat Aceh harus cerdas dan jeli melihat sumber permasalahannya dari siapa yang valid terhadap sebuah isu. Kita harus hati-hati dengan sikap politik yang kita ambil. Kita melihat pola perkembangan orang aceh dengan sangat mudah termakan omongan orang, apasaja hal Yang tidak tersampaikan selalu pimpinan GAM Yang disalahkan. Kenapa demikian? Karena mereka tidak paham tupoksi kinerja pemerintah Aceh, mereka beranggapan bahwa pimpinan GAM ini yang melaksanakan kegiatan semua sektor Yang ada di Aceh.”
“Perlu kita ketahui apa yang Aceh dapatkan hari ini, buah dari perjuangan orang-orang yang bergabung ke dalam badan perjuangan Gerakan Aceh Merdeka. Ribuan orang gugur dalam konflik panjang 30 tahun. Perjuangan yang didukung oleh mayoritas rakyat Aceh, mayoritas rakyat miskin, mayoritas kaum terbuang, mayoritas kaum teraniaya oleh ketimpangan pembangunan. Dengan demikian, GAM adalah rakyat Aceh, rakyat Aceh adalah GAM. Satu dua yang tidak sepakat dengan pendapat demikian, itu perihal lain.”










