Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Lagi, Guru di Pulo Aceh Curhat Persoalan Pendidikan ke Syech Fadhil

Admin1 by Admin1
27/03/2021
in Nanggroe
0
Lagi, Guru di Pulo Aceh Curhat Persoalan Pendidikan ke Syech Fadhil

Syech Fadhil dan guru 3T Aceh Besar membahas persoalan pendidikan. Dok. Istimewa

BANDA ACEH – Sejumlah guru dari Kecamatan Pulo Aceh, kabupaten Aceh Besar, bersilaturahmi dengan senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc, Jumat malam 27 Maret 2021. Pertemuan yang penuh keakraban ini berlangsung di 3 In 1 Cafe, Kota Banda Aceh.

Syech Fadhil sendiri didampingi oleh Ustadz Nazaruddin Yahya, staf ahli DPD RI yang juga koordinator UAS untuk Aceh.

Pertemuan ini membahas sejumlah persoalan pendidikan yang menyelimuti Pulo Aceh selama ini. Mulai dari persoalan kesejahteraan guru, nasib guru honorer yang sudah mengajar belasan tahun, minimnya minat siswa untuk melanjutkan pendidikan hingga persoalan sosial lainnya.

“Mengapa dengan Syech Fadhil? Karena beliau yang memberi respon cepat saat kami sampaikan keluhan,” ujar Askhari, salah seorang guru yang mengajar di Pulau Nasi.

“Saya mencoba DM ke akun media sosial sejumlah petinggi Aceh, namun yang memberi respon adalah Syech Fadhil,” kata Askhari.

Sementara itu, Ismi, guru di Pulau Nasi lainnya, menambahkan bahwa ada banyak persoalan yang menjadi unek-unek guru di Pulo Aceh selama ini. Namun unek-unek tersebut tak tahu harus disampaikan kepada siapa.

“Saat ini tunjangan guru terpencil senilai gaji pokok tak lagi diperoleh guru-guru yang mengajar di Pulo Aceh. Ini berlaku sejak awal 2021. Padahal tunjangan tersebut sangat berarti bagi kami guru di sana,” kata Bismi.

Keadaan ini, kata dia, karena berdasarkan hasil penilaian dalam Indeks Desa Membangun (IDM) dari kementerian, Pulo Aceh dan beberapa daerah lainnya di Aceh, seperti Lamteuba dan Lampanah untuk Aceh Besar, serta Simpang Jernih di Aceh Timur dan lainnya, ternyata tak lagi masuk daerah tertinggal dan terluar lagi.

“Dengan tidak adanya lagi tunjangan 3T, praktis kami hanya menerima gaji pokok bagi PNS. Posisinya sama seperti gaji di daratan. Padahal, kami harus mengarungi laut untuk mengajar. Belum lagi (nasib-red) yang memang guru honorer. Padahal tanggungjawab yang diembankan sangat besar,” kata guru yang sudah mengajar di Pulo Aceh selama 14 tahun.

Syech Fadhil sendiri, usai pertemuan yang berlangsung hampir 2 jam ini, berharap para guru di Pulo Aceh membekalinya dengan data tertulis untuk disuarakan dalam pertemuan dengan kementerian terkait di Senayan nanti.

“Saya akan coba menyuarakannya. Karena itu adalah kewenangan yang diberikan kepada kami,” katanya.

Para guru ini kemudian meminta waktu untuk menyiapkan data terkait persoalan tadi dan menggelar silaturahmi lanjutan.

“Saya berharap komunikasi ini akan terus berlanjut hingga persoalan yang terjadi bisa dituntaskan,” ujar wakil ketua Komite III DPD RI yang membidangi persoalan pendidikan ini lagi.

Previous Post

Puluhan Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Dipindahkan ke Medan

Next Post

Maestro Kaligrafi Aceh: Seni Ukir dan Pahat Berkembang Pesat Pada Zaman Samudera Pasai dan Aceh Darussalam

Next Post
Maestro Kaligrafi Aceh: Seni Ukir dan Pahat Berkembang Pesat Pada Zaman Samudera Pasai dan Aceh Darussalam

Maestro Kaligrafi Aceh: Seni Ukir dan Pahat Berkembang Pesat Pada Zaman Samudera Pasai dan Aceh Darussalam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Gelar Doa dan Istighosah, Dayah Mishrul Huda Malikussaleh Dukung Gus Yaqut

Gelar Doa dan Istighosah, Dayah Mishrul Huda Malikussaleh Dukung Gus Yaqut

06/11/2026
Krak, Lebih Rp43 Miliar Bantuan untuk Guru dan Santri Aceh Terdampak Banjir Segera Cair

Krak, Lebih Rp43 Miliar Bantuan untuk Guru dan Santri Aceh Terdampak Banjir Segera Cair

06/11/2026
Pascabencana, BI Yakin Ekonomi Aceh 2026 Tumbuh Kisaran 4,6-5,1 Persen

Pascabencana, BI Yakin Ekonomi Aceh 2026 Tumbuh Kisaran 4,6-5,1 Persen

06/11/2026
Dayah Ruhul Qur’ani Resmi Luncurkan Program Tahfiz Digital, Wali Santri Bisa Pantau Hafalan Anak Secara Real Time

Dayah Ruhul Qur’ani Resmi Luncurkan Program Tahfiz Digital, Wali Santri Bisa Pantau Hafalan Anak Secara Real Time

06/11/2026
Siswi MAN 3 Aceh Besar Raih Juara III AI Prompt Manifest 2026, Bersaing dengan Mahasiswa

Siswi MAN 3 Aceh Besar Raih Juara III AI Prompt Manifest 2026, Bersaing dengan Mahasiswa

06/11/2026

Terpopuler

Lagi, Guru di Pulo Aceh Curhat Persoalan Pendidikan ke Syech Fadhil

Lagi, Guru di Pulo Aceh Curhat Persoalan Pendidikan ke Syech Fadhil

27/03/2021

Bupati Safaruddin Suling di Masjid Tertua Abdya, Pesannya Nyelekit Soal Shalat

Warga di Tiro Ditembak, Azhari Cage: Panglima TNI Wajib Menindak Pelaku yang Terlibat

TNI Membabi Buta Tembak Warga Pada Perayaan Maulid Di Pidie

Kerja Siang Malam hingga Lobi Pemerintah Pusat, Forum Pemuda Milenial Apresiasi Bupati Sibral

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com