Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

AS Berencana Jual Kapal Patroli Bersejarah ke Indonesia

Admin1 by Admin1
30/04/2021
in Internasional
0
AS Berencana Jual Kapal Patroli Bersejarah ke Indonesia

AFP/Tom Sperduto

Jakarta – Amerika Serikat berencana menjual kapal patroli militer bersejarah ke Indonesia. Kapal bernama Adak tersebut bersejarah karena digunakan untuk mengevakuasi warga AS saat tragedi 9/11.

South China Morning Post melaporkan bahwa pada 2 April lalu, Badan Kerja Sama Pertahanan Keamanan AS sudah memberikan informasi secara formal kepada Kongres mengenai rencana penjualan Adak dan satu kapal lain, Aquidneck, ke Indonesia.

Coast Guard AS menyatakan bahwa mereka akan secara resmi menawarkan Adak pada bulan depan, tepatnya 30 hari setelah Kongres menerima notifikasi mengenai rencana penjualan tersebut.

Dalam pernyataan kepada The New York Post, Coast Guard AS menyatakan bahwa mereka memutuskan untuk menawarkan kapal ini ke Indonesia untuk “memenuhi kepentingan nasional AS.”

Pihak Coast Guard AS mengaku sudah berkoordinasi dengan Angkatan Laut Indonesia mengenai rencana ini sejak Februari lalu. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Indonesia kepada media.

Sementara itu, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Aan Kurnia, mengatakan kepada This Week in Asia bahwa ia tak mengetahui rencana Indonesia untuk membeli kapal patroli dari AS.

Namun, Bakamla memang akan meningkatkan kemampuan pengamanan laut dengan membeli kapal-kapal baru.

Saat ini, Bakamla memiliki 10 kapal patroli. Tahun lalu, Aan mengatakan bahwa Bakamla butuh setidaknya 67 kapal lain agar dapat menjaga perairan Indonesia dengan baik.

CNNIndonesia.com sudah meminta konfirmasi lebih lanjut dari Kementerian Pertahanan dan Bakamla, tapi belum mendapatkan respons.

Adak sendiri merupakan kapal yang punya makna tersendiri bagi warga AS. Kapal itu digunakan untuk mengevakuasi sekitar 500 ribu warga dari Lower Manhattan setelah serangan 9/11 di New York.

Saat ini, kapal tersebut sedang berada di pelabuhan di Bahrain. Adak rencananya bakal dinonaktifkan pada Juli mendatang.

Kabar mengenai rencana penjualan ini pun menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Komunitas Sejarah USCGC Adak. Mereka menganggap kapal itu seharusnya dipajang di museum di AS.

Grup itu bahkan membuat petisi virtual untuk menolak penjualan tersebut. Kini, petisi itu sudah ditandatangani oleh lebih dari 7.600 orang.

“Kapal Adak merupakan kapal bersejarah dan seharusnya dipulangkan. Kami berencana memasukkan USCGC Adak ke museum untuk menunjukkan sejarah Coast Guard dan sebagai peringatan 9/11,” demikian kutipan petisi tersebut.

Setidaknya tiga anggota Kongres, yaitu dua dari Partai Republik dan satu kader Partai Demokrat, juga mendukung kampanye penolakan ini.

Mereka pun mengirimkan surat ke Kementerian Luar Negeri agar rencana penjualan itu dapat dipertimbangkan kembali.

Namun, rencana penjualan kapal ini dianggap sesuai dengan strategi politik Indo-Pasifik di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menggandeng sekutu-sekutu di Asia demi meredam pengaruh China di kawasan.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

APRI Abdya Terbentuk, Roni Haldi, Lc Dipercaya Sebagai Ketua Umum

Next Post

Puluhan Orang Tewas saat Upacara Keagamaan Yahudi di Israel

Next Post
Puluhan Orang Tewas saat Upacara Keagamaan Yahudi di Israel

Puluhan Orang Tewas saat Upacara Keagamaan Yahudi di Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Plt Direktur PDAM Tirta Mountala Bersama Banleg DPRK Tinjau Lokasi Pembangunan WTP Seulimuem

Plt Direktur PDAM Tirta Mountala Bersama Banleg DPRK Tinjau Lokasi Pembangunan WTP Seulimuem

15/05/2026
Bupati Aceh Barat Berkantor Sehari di Gampong Peulanteu

Bupati Aceh Barat Berkantor Sehari di Gampong Peulanteu

15/05/2026
Air Zamzam Jamaah Calon Haji Aceh Tiba di Asrama Haji

Air Zamzam Jamaah Calon Haji Aceh Tiba di Asrama Haji

15/05/2026
Ketua Dekranasda Aceh Selatan Kunjungi Showroom dan Sentra IKM Dekranasda Aceh Besar

Ketua Dekranasda Aceh Selatan Kunjungi Showroom dan Sentra IKM Dekranasda Aceh Besar

15/05/2026
Penjualan di Pasar Hewan Sibreh Aceh Besar Melonjak 90 Persen

Penjualan di Pasar Hewan Sibreh Aceh Besar Melonjak 90 Persen

15/05/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

14/05/2026

Koreografer Khairul Anwar Nilai Kualitas FLS3N Tari di Aceh Menurun

Senator Azhari Cage Minta Pergub JKA di Aceh Dikaji Ulang

Zul Kande Soroti Pungutan Biaya FLS3N Aceh, Minta Dinas Pendidikan Jaga Prestasi Siswa

Pemuda Muhammadiyah Abdya Desak Semua Komite Sekolah Dievaluasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com