Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kodam IM Bantu Alat Pengembangan Tiram Yang Dilakukan Oleh Teungku Jamaica di Aceh

Admin by Admin
18/06/2021
in Nanggroe
0
Kodam IM Bantu Alat Pengembangan Tiram Yang Dilakukan Oleh Teungku Jamaica di Aceh

BANDA ACEH – Kodam Iskandar Muda (IM) membantu satu kontainer keranjang untuk pilot project pengembangan tiram di Aceh. Keranjang ini akan dimanfaatkan untuk menampung dan membesarkan bibit tiram dengan cara diletakkan di dalam air laut asin. Dimana tiram hidup akan menyerap plankton dalam air melalui saringan mulutnya sebagai makanan hingga menjadi besar siap untuk dipanen.

“Setelah mendengar presentasi saya terkait budidaya tiram, pak Kasdam IM Brigjen TNI Joko Purwo Putranto M.Sc tertarik dan membantu dana untuk impor sebanyak seribu unit keranjang lengkap dengan pelampungnya dari China dan telah tiba di Banda Aceh pada hari Jum’at (28/5/2021)”, kata mantan jurubicara Gam wilayah pase Syardani M. Syarif atau lebih dikenal dengan nama Teungku Jamaica.

Keranjang ini direncanakan akan ditempatkan di sejumlah lokasi yakni di Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Jaya.

“Ini akan kita jadikan sebagai pilot project pengembangan tiram di Aceh dan juga menjadi pusat edukasi budidaya tiram yang lebih modern untuk bisa dilihat dan dicontoh serta dibantu untuk masyarakat oleh pemerintah terutama Gubernur, Bupati/Walikota yang mempunyai wilayah pesisir laut di seluruh Aceh”, lanjut Teungku Jamaica penuh harap.

Sebelumnya Teungku Jamaica merupakan seorang pelopor Budidaya Tiram Metode Sederhana (BTMS) di Aceh yaitu dengan memanfaatkan ban mobil bekas sebagai media untuk menempel spat (bibit) tiram.

Sebagaimana diketahui bahwa petani tiram tradisional biasanya mereka memanen tiram dengan cara merendam dalam air asin dan berlumpur selama berjam-jam untuk mengambil tiram yang menempel di batu-batu dan kayu di dasar waduk/sungai/alur.

Dalam kondisi yang tidak nyaman dan juga penuh risiko, mereka harus berjalan di atas permukaan batu sangat licin yang mudah terpeleset hingga jatuh, walaupun mereka menggunakan sepatu karet dan sarung tangan, namun cangkang tiram yang keras dan tajam itu juga masih dapat membelah dan menembus sepatu karet dan sarung tangan yang mereka gunakan itu, sehingga dapat melukai fisik terkena sayatan cangkang tiram yang sangat tajam.

“Nah, saya tidak mengubah profesi mereka sebagai pencari tiram, Budidaya Tiram Metode Sederhana ini hanya mengubah cara kerja untuk memudahkan dan meringankan pekerjaan mereka untuk mencari Tiram”, sambung Teungku Jamaica lagi.

Pencari tiram tidak perlu lagi harus turun merendam dalam air asin dan berlumpur untuk mengambil tiram, tapi mereka cukup duduk di atas sampan atau perahu kecil untuk mengangkat collector (ban mobil bekas) yang telah dipenuhi dengan tiram siap dipanen, juga tidak lagi terluka kaki dan tangannya karena kena sayatan cangkang tiram yang tajam.

Setiap keranjang akan diisi 5 Kg bibit Tiram. Jadi, Saya butuh 5 ton bibit Tiram.

Rencana ini akan kita jadikan sebagai Pilot Project pengembangan tiram di aceh dan juga menjadi pusat edukasi budidaya tiram yg lebih modern.

Jadi, nanti Dosen-Dosen dan Mahasiswa/i dari berbagai Universitas dan Program Studi bisa mengajar dan belajar serta melakukan berbagai penelitian di sini.

“Budidaya Tiram Metode Sederhana tersebut mudah ditiru dan dilakukan oleh siapapun. Jadi, siapapun Gubernur Aceh, Bupati/Walikota, tinggal plot anggaran saja, copy and paste program Budidaya Tiram Metode Sederhana ini. Selesai masalahnya”, Tutup Teungku Jamaica.

Previous Post

Aksi Sosial Pegawai Kemenag Aceh Barat Rehab Rumah Dhuafa

Next Post

Mulai 1 Juli, Apel Pagi Kembali Digelar di Lingkungan Pemerintah Aceh

Next Post
Mulai 1 Juli, Apel Pagi Kembali Digelar di Lingkungan Pemerintah Aceh

Mulai 1 Juli, Apel Pagi Kembali Digelar di Lingkungan Pemerintah Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Enam Mahasiswa USK Wakili Aceh di Panggung Kompetisi Pertambangan Nasional

Enam Mahasiswa USK Wakili Aceh di Panggung Kompetisi Pertambangan Nasional

25/06/2026
Haili Yoga Usulkan Penguatan Infrastruktur dan SDM Kesehatan Aceh Tengah Kepada Menteri Kesehatan

Haili Yoga Usulkan Penguatan Infrastruktur dan SDM Kesehatan Aceh Tengah Kepada Menteri Kesehatan

25/06/2026
Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026

Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026

25/06/2026
Kemlu Kawal Kasus Ibu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dibunuh di Malaysia

Kemlu Kawal Kasus Ibu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dibunuh di Malaysia

25/06/2026
SLB YBSM Banda Aceh Raih Juara Umum di Acara Kontes Sekolah

SLB YBSM Banda Aceh Raih Juara Umum di Acara Kontes Sekolah

25/06/2026

Terpopuler

Kuah Pliek U dan Tawa: Saat Keluarga Besar Al Zahrah Pupuk Silaturrahmi

Kuah Pliek U dan Tawa: Saat Keluarga Besar Al Zahrah Pupuk Silaturrahmi

24/06/2026

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Meski Baru Saja Dikerjakan, Muara Lhok Pawoh Abdya Kembali Dangkal

Kodam IM Bantu Alat Pengembangan Tiram Yang Dilakukan Oleh Teungku Jamaica di Aceh

Nyan, Pilchiksung Serentak di 31 Gampong, 76 Calon Keuchik Berebut Dukungan Warga Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com