Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Dayah

Syiar Islam ‘Dataran Gayo’ dari Maqamam Mahmuda

Admin1 by Admin1
11/07/2021
in Dayah
0
Syiar Islam ‘Dataran Gayo’ dari Maqamam Mahmuda

Dok. yamuda.id

BEBERAPA remaja berkemeja dan celana kain terlihat berdiri membelakangi gedung lantai dua yang tercat rapi.

Ada sejumlah kalimat motivasi di tiap ruang di gedung tadi.

Warna biru laut membuat suasana di sana kian apit saat langit yang sedang cerah.

Hari itu udara terasa dingin. Namun hal itu bukan halangan bagi para remaja tadi. Mereka tumbuh di lingkungan yang dingin.

Tak ada yang memakai jaket tebal.

Baju mereka agak kedodoran. Maklum, mereka adalah santri baru di sana setingkat MTs.

Ada juga beberapa santriwati di sana.

Mereka bertutur dalam bahasa Gayo.

Ya, lokasi dayah yang dikunjungi tim atjehwatch.com kali berada di daratan tinggi Gayo. Tepatnya di Jalan Buntul Gelengang, Kampung Gelengang, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Tim atjehwatch.com berkunjung ke sana awal 2021.

Dayah ini termasuk salah satu Lembaga pendidikan yang menerapkan kulikulum islam modern di wilayah tengah Aceh.

Beberapa santri fasih berbahasa Arab. Para pengajar merupakan alumni dayah terkemuka di nusantara. Ada yangdari Gontor hingga Darul Arafah, Sumatera Utara.

Ada beberapa gedung berlantai dua dalam komplek ini. Gedung ini difungsikan sebagai ruang belajar hingga asrama.

Ada juga bangunan semi permanen yang dijadikan mushala di sana.

Tiap asrama dinamai dengan tempat-tempat suci dalam ibadah haji di Arab Saudi.

Dok. yamuda.id

“Ini agar mereka mendapat tekat yang kuat dan kelak bisa berkunjung ke tanah suci,” ujar salah seorang pengajar di sana.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, dayah yang berada di bawah Yayasan Maqamam Mahmuda atau disingkat Yamuda ini didirikan pada Rabu 14 Rabi’ul Akhir 1419 atau 5 Agustus 1998. Tujuan didirikannya yayasan Maqamam Mahmuda adalah untuk menjawab perkembangan sosial masyarakat, khususnya masyarakat Aceh Tengah.

Kehidupan sosial masyarakat yang semakin berkembang akibat dari perkembangan globalisasi yang tidak mengenal batas, sehingga dipandang perlu untuk mempersiapkan pengetauan masyarakat melalui pendidikan.

Prioritas Yayasan Yamuda dalam meningkatkan pengetahuan dan daya saing tersebut adalah keluarga miskin dan anak yatim/piatu serta masyarakat terpencil dari daerah marginal yang tidak memiliki akses pada pendidikan.

Hal ini menjadi prioritas Yamuda agar terdapat keseimbangan kemampuan antara masyarakat (anak) yang tidak atau kurang beruntung (miskin) dengan masyarkat (anak-anak) yang memiliki akses pendidikan premium.

Yayasan Maqamam Mahmuda didirikan oleh Teungku H. Mahmud Ibrahim. Yamuda menjalin hubungan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon. Sehingga dosen atau guru yang berkompeten di bidangnya dapat diperbantukan pada yayasan.

Sampai saat ini sarana prasaran pendidikan yang dimiliki terdiri dari ruang kelas belajar permanen, dua kelas non permanen, mushalla non permanen, dan asrama siswa setengah permanen (dengan ukuran 4 x 10 m ) sebanyak 4 unit, dan kantor 4 x 10 m satu unit.

“Sasaran kita memang yatim piatu dan anak dari keluarga kurang mampu. Ini harapan pendiri,” ujar Abdiansyah Linge, MA, pimpinan Dayah Maqamam Mahmuda.

Pada pertengahan 2020 lalu, para lulusan MIS Kala Wih Ilang mendapat beasiswa berupa gratis untuk melanjutkan pendidikan di Dayah Terpadu Maqamam Mahmuda.

Beberapa di antara nya ada yang non muslim yang kemudian disyahadatkan di sana atas persetujuan orangtua siswa tadi.

Beberapa tokoh Aceh rutin berkunjung ke dayah ini setiap bertandang ke wilayah tengah Aceh. Salah satunya adalah senator DPD RI HM Fadhil Rahmi Lc MA.

“Saya menaruh harapan besar pada Maqamam Mahmuda untuk menebarkan syiar Islam di wilayah tengah Aceh,” kata pria yang akrab disapa Syech Fadhil. [Advertorial]

Data Dayah Maqamam Mahmuda

Pimpinan                        : Dr. Abdiansyah Linge, MA

Jumlah pengajar             : 18 orang

Program unggulan         : Tahfidz Quran

mail                                : maqamammahmuda@gmail.com
Website                          : yamuda.id
Handphone                    : 082165517356

Tulisan ini merupakan hasil kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dengan atjehwatch.com dalam rangka promosi wisata islami (dayah) di Aceh.

Previous Post

Pilot Project Budidaya Vaname Rp1 Miliar di Aceh Selatan Dinilai Tak Efektif

Next Post

Musim Hujan, Drainase dan Kecelakaan

Next Post

Musim Hujan, Drainase dan Kecelakaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, 58 Unit Huntara di Aceh Utara Rusak Diterjang Badai

Ohku, 58 Unit Huntara di Aceh Utara Rusak Diterjang Badai

04/06/2026
Warga Aceh Besar Diminta Tak Bakar Sampah Sembarangan

Kebakaran Lahan Gambut di Nagan Raya Aceh Meluas hingga 70 Hektare

04/06/2026
Al-Farlaky Instruksikan Pencairan Gaji ke-13, TPP dan Siltap Juni

Al-Farlaky Instruksikan Pencairan Gaji ke-13, TPP dan Siltap Juni

04/06/2026
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

04/06/2026
Trump Akui Maki-maki Netanyahu di Telepon: Saya Agak Kesal Dengannya

Trump Akui Maki-maki Netanyahu di Telepon: Saya Agak Kesal Dengannya

04/06/2026

Terpopuler

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

01/06/2026

Para Pejabat dan Kepala Puskesmas di Abdya Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya

Bertemu DPR RI dan Mendagri, Aliansi PPPK PW Minta Presiden Perhatian Nasibnya

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

Kaya SDA Tapi Miskin, Hasto: Jangan Seperti di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com