Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

redaksi by redaksi
06/08/2026
in Lintas Timur
0
Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

SIGLI – Di balik selembar kain dengan motif, bentuk, dan perpaduan warna yang khas, tersimpan sejarah panjang tentang identitas masyarakat Pidie. Kini, warisan budaya itu memperoleh pengakuan hukum dari negara setelah Baju Khas Pidie resmi mengantongi Sertifikat Desain Industri dari Kementerian Hukum Republik Indonesia dengan Nomor Pendaftaran IDD000083596.

Penerbitan sertifikat tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya melindungi kekayaan intelektual daerah. Sertifikat diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie dan dicatat atas nama Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Pidie, dengan Fitriani sebagai pendesain yang tercantum dalam dokumen resmi.

Di balik keberhasilan itu, terdapat proses panjang yang diinisiasi dan dikawal oleh Dr. Safwan, M.Ag., yang mendorong agar Baju Khas Pidie memperoleh perlindungan hukum sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

Langkah tersebut dinilai sangat strategis. Di tengah perkembangan teknologi dan pesatnya industri fesyen, berbagai karya budaya daerah rentan ditiru, diproduksi tanpa izin, bahkan diklaim oleh pihak lain. Dengan adanya sertifikat desain industri, negara memberikan kepastian hukum terhadap bentuk, konfigurasi, motif, serta komposisi warna yang menjadi ciri khas Baju Khas Pidie.

Lebih dari sekadar dokumen administratif, sertifikat ini menjadi pengakuan bahwa warisan budaya masyarakat Pidie memiliki nilai yang harus dijaga dan dilestarikan. Perlindungan tersebut diharapkan mampu mencegah penyalahgunaan desain sekaligus memperkuat posisi budaya lokal dalam sistem kekayaan intelektual nasional.

Di sisi lain, pengakuan hukum itu juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. Para penjahit, perajin, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki dasar hukum yang lebih kuat untuk memproduksi Baju Khas Pidie dengan tetap menjaga keaslian desainnya.

Apabila dikelola secara serius, Baju Khas Pidie berpotensi menjadi produk unggulan daerah yang tidak hanya dikenal sebagai pakaian adat, tetapi juga sebagai identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Meski demikian, sejumlah kalangan menilai pekerjaan besar justru dimulai setelah sertifikat diterbitkan.

Perlindungan hukum akan memiliki arti apabila diikuti dengan langkah nyata dalam implementasinya.

Pemerintah Kabupaten Pidie didorong untuk menyusun kebijakan penggunaan Baju Khas Pidie pada hari-hari tertentu di lingkungan aparatur sipil negara, sekolah, maupun dalam berbagai kegiatan resmi dan adat. Kebijakan tersebut diyakini dapat memperkuat rasa memiliki masyarakat sekaligus meningkatkan permintaan terhadap produk yang dibuat oleh perajin lokal.

Selain itu, sosialisasi kepada generasi muda juga dinilai penting agar nilai sejarah, filosofi, dan makna yang terkandung dalam setiap unsur Baju Khas Pidie tidak hilang ditelan zaman. Regenerasi perajin serta pembinaan terhadap standar produksi juga menjadi bagian penting agar kualitas dan keaslian desain tetap terjaga sesuai sertifikat yang telah diterbitkan.

Penerbitan Sertifikat Desain Industri ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui pewarisan tradisi, tetapi juga memerlukan perlindungan hukum yang kuat. Kolaborasi antara akademisi, tokoh adat, pendesain, dan pemerintah daerah menjadi contoh bahwa warisan budaya dapat dijaga melalui langkah yang terukur dan berkelanjutan.

Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan Baju Khas Pidie tidak hanya tersimpan sebagai dokumen yang memiliki legalitas, tetapi benar-benar hidup, dikenakan, diproduksi, dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai simbol kebanggaan masyarakat Pidie.[Mul]

Previous Post

Baitul Mal Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung dan Santuni Keluarga Korban Tenggelam

Next Post

Kesbangpol Aceh Ajak Gen Z Jadi Agen Perdamaian Digital, Tangkal Hoaks dan Intoleransi di Aceh

Next Post
Kesbangpol Aceh Ajak Gen Z Jadi Agen Perdamaian Digital, Tangkal Hoaks dan Intoleransi di Aceh

Kesbangpol Aceh Ajak Gen Z Jadi Agen Perdamaian Digital, Tangkal Hoaks dan Intoleransi di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kesbangpol Aceh Ajak Gen Z Jadi Agen Perdamaian Digital, Tangkal Hoaks dan Intoleransi di Aceh

Kesbangpol Aceh Ajak Gen Z Jadi Agen Perdamaian Digital, Tangkal Hoaks dan Intoleransi di Aceh

06/08/2026
Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

06/08/2026
Baitul Mal Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung dan Santuni Keluarga Korban Tenggelam

Baitul Mal Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung dan Santuni Keluarga Korban Tenggelam

06/08/2026
Nazli Hasan Resmi Pimpin KUA Jeumpa, Siap Wujudkan Pelayanan Prima

Nazli Hasan Resmi Pimpin KUA Jeumpa, Siap Wujudkan Pelayanan Prima

06/08/2026
Bank Aceh Syariah Abdya Gandeng PMI dan RSUDTP Gelar Donor, 43 Kantong Darah Terkumpul

Bank Aceh Syariah Abdya Gandeng PMI dan RSUDTP Gelar Donor, 43 Kantong Darah Terkumpul

06/08/2026

Terpopuler

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

06/08/2026

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

Mualem dan Mentan Bahas Pemulihan Sawah Pascabencana di Aceh

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com