Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Jumlah Penduduk Miskin di Aceh Bertambah 330 Orang

Admin1 by Admin1
17/07/2021
in Nanggroe
0
Pemerintah Targetkan RI Bebas Kemiskinan Ekstrim pada 2024

BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyebutkan jumlah penduduk miskin di provinsi itu bertambah 330 orang sehingga menjadi 834,24 ribu orang. Penambahan terjadi selama periode September 2020 hingga Maret 2021.

Meski secara jumlah naik, namun dalam persentasenya, penduduk miskin di Aceh terjadi penurunan dari 15,43 persen menjadi 15,33 persen selama periode tersebut. Hal itu dipaparkan Kepala BPS Aceh Ihsanurijal.

“Pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin di Aceh sebanyak 834,24 ribu orang atau 15,33 persen, bertambah sebanyak 330 orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2020 yang jumlahnya 833,91 ribu orang atau 15,43 persen,” kata Ihsanurijal dalam konferensi pers secara virtual di Banda Aceh dilansir dari Antara, Jumat, 16 Juli 2021.

Berdasarkan daerah, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami penurunan dari 17,96 persen menjadi 17,78 persen. Sedangkan di daerah perkotaan justru mengalami kenaikan dari 10,31 persen pada September 2020 menjadi 10,46 persen pada Maret 2021.

“Sedangkan menurut jumlah, penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2021 turun sekitar 5.200 orang sehingga menjadi 643,81 ribu orang. Sedangkan di daerah perkotaan naik sekitar 5.500 orang menjadi 190,43 ribu orang dibandingkan September 2020,” katanya.

Ihsanurijal mengatakan, ada beberapa faktor yang diduga terkait dengan tingkat kemiskinan di Aceh pada periode itu, seperti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2021 sebesar 6,30 persen yakni lebih rendah dibanding Agustus 2020 sebanyak 6,59 persen.

Kemudian juga dampak COVID-19 terhadap penduduk usia kerja, baik menjadi pengangguran, sementara tidak bekerja, pengurangan jam kerja maupun menjadi bukan angkatan kerja.

Faktor lain yakni nilai tukar petani (NTP) pada Maret 2021 untuk beberapa subsektor mengalami peningkatan dibanding September 2020 seperti tanaman perkebunan rakyat yang meningkat 3,22 persen, hortikultura sebesar 3,31 persen dan perikanan 4,49 persen.

“Realisasi bantuan sosial baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah relatif berjalan dengan baik,” katanya.

Kemudian, kata Ihsanurijal, komiditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di perdesaan, di antaranya seperti beras, rokok, dan ikan tongkol, tuna atau cakalang.

“Sedangkan untuk komoditas bukan makanan yang berpengaruh terhadap nilai garis kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin dan listrik,” katanya.

Ihsanurrijal menjelaskan penduduk miskin di Aceh masih fluktuatif. Pada Maret 2017 jumlah penduduk miskin berjumlah 872,61 ribu orang, kemudian turun menjadi 829,80 ribu orang pada September 2017.

Sementara pada Maret 2018 penduduk miskin mengalami kenaikan menjadi 839,50 orang. Sedangkan pada periode September 2018 – September 2019 jumlah penduduk miskin di Aceh cenderung menunjukkan penurunan. Yaitu dari 831,50 ribu orang pada September 2018 menjadi 819,44 ribu orang pada Maret 2019 dan turun lagi menjadi 809,76 ribu orang pada September 2019, katanya.

“Sedangkan pada tahun 2020 jumlah penduduk miskin di Aceh mengalami kenaikan menjadi 814,91 ribu orang pada Maret 2020 dan kembali naik menjadi 833,91 ribu orang pada September 2020. Kenaikan jumlah penduduk miskin juga terjadi pada periode Maret 2021 menjadi 834,24 ribu orang,” katanya.

Sumber: viva.co.id

Previous Post

1.400 Mahasiswa Calon Pengusaha dari Aceh hingga Papua Sudah Daftar Pertamuda 2021

Next Post

Pertagas Niaga Kembali Salurkan Gas ke PIM Aceh

Next Post

Pertagas Niaga Kembali Salurkan Gas ke PIM Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dosen FKIP USK Latih Guru SMAN 1 Peukan Bada Manfaatkan Papan Interaktif Digital

Dosen FKIP USK Latih Guru SMAN 1 Peukan Bada Manfaatkan Papan Interaktif Digital

03/06/2026
32 Siswa SMAN Unggul Subulussalam Lulus PTN Jalur Talenta, Jadikan Peringkat Satu di USK

32 Siswa SMAN Unggul Subulussalam Lulus PTN Jalur Talenta, Jadikan Peringkat Satu di USK

03/06/2026
LPPM IAIN Takengon Bahas Peran Ganda Perempuan dalam Menjaga Harmoni Keluarga dan Ruang Publik

LPPM IAIN Takengon Bahas Peran Ganda Perempuan dalam Menjaga Harmoni Keluarga dan Ruang Publik

03/06/2026
Madya Hus  Soroti Nasip Hikayat Aceh: Bertahan karena Masyarakat, Bukan Pemerintah

Madya Hus Soroti Nasip Hikayat Aceh: Bertahan karena Masyarakat, Bukan Pemerintah

03/06/2026
Terdakwa Korupsi BOKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

Terdakwa Korupsi BOKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

03/06/2026

Terpopuler

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

01/06/2026

Para Pejabat dan Kepala Puskesmas di Abdya Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya

Bertemu DPR RI dan Mendagri, Aliansi PPPK PW Minta Presiden Perhatian Nasibnya

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

Kaya SDA Tapi Miskin, Hasto: Jangan Seperti di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com