Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Menatap Era Baru Demokrat Aceh

Admin1 by Admin1
11/08/2021
in Opini
0
[Opini] Menatap Era Baru Demokrat Aceh

Processed with VSCO with aga2 preset

Oleh Muhammad Zaldi

Penulis adalah Founder Political Institute. Email  Muhammadzaldi1001@gmail.com

Partai Demokrat adalah salah satu partai nasional yang secara resmi didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM RI pada tanggal 10 September 2001. Pada tahun 2004, 69,3 juta rakyat Indonesia mempercayakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memimpin Indonesia. Selama memimpin negeri, SBY berhasil mengantarkan Indonesia kepada kestabilan sosial-politik, ekonomi, dan pertahanan-keamanan. Diakhir pemerintahannya SBY mewariskan sistem demokrasi yang matang bagi bangsa Indonesia.

Lain halnya dengan apa yang terjadi di daerah, khususnya Aceh. Bukan hal baru bagi masyarakat Aceh untuk mengetahui tentang Partai Demokrat dengan begitu dekatnya SBY pada Aceh saat itu, Aceh kini dipimpin oleh salah satu kader Partai Demokrat, ia adalah Ir. Nova Iriansyah, M.T. Dibawah kepemimpinan Gubernur Nova Iriansyah, sepertinya banyak problem yang tidak bisa diselesaikan secara tuntas oleh Gubernur Aceh ini. Mulai dari isu politik, ekonomi, pandemic, dan lain sebagainya.

Seharusnya ini menjadi ajang pembuktian bagi Partai Demokrat Aceh untuk daerah dalam melanjutkan tren positif kepemimpinan negara di bawah SBY yang juga dari Partai Demokrat. Tetapi seperti jauh panggang dari api, Gubernur Aceh Nova Iriansyah jauh dari semua ekspektasi yang diharapkan, padahal Partai Demokrat sedang membangun sebuah adagium “Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat”. Gubernur Nova tak membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat Aceh dalam kapsitasnya sebagai Gubernur. Berbabagi macam kritik dan cemoohan muncul kepada dirinya, terlebih dengan banyaknya program yang pro rakyat turut dicoret seperti rumah dhuafa, hal itu tentu mempengaruhi citranya dan citra partai karena posisi Nova sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh saat ini.

Partai Demokrat Aceh yang kabarnya akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) V pada 12-13 Juni 2021 lalu, tetapi ditunda karena status Banda Aceh sebagai zona merah, disisi lain sang calon ketua tunggal tersebut juga sedang dalam isolasi mandiri karena positif covid-19.

Musyawarah Daerah (Musda) V Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh yang sebelumnya sempat tertunda, kini memasuki babak baru. Meski belum melahirkan satu kesepakatan pasti tentang kapan Musyawarah Daerah (Musda) itu akan dilaksanakan. Tetapi dinamika yang sebelumnya hanya melahirkan satu sosok untuk dicalonkan kembali sebagai Ketua Partai Demokat Aceh kini mulai berbalik dan menarik.

Entah bagaimana proses yang terjadi, peta kekuatan tiba-tiba berubah, sebanyak 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Aceh memutuskan untuk memberi dukungan kepada Muslim, S.Hi., M.M sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aceh untuk menjadi kompetitor Nova Iriansyah yang juga incumbent Ketua DPD Partai Demokrat Aceh sekaligus Gubernur Aceh.

Dinamika politik yang menarik dalam sebuah partai berskala nasional di tingkat daerah, yang mana sering kali kontestasi partai ditingkat daerah hanya mungusulkan satu calon tunggal. Tetapi kini, partai berlambang Mercy yang di Nahkodai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menunjukan keterbukaan bagi siapapun kader yang ingin dicalonkan dan mencalonkan diri sebagai ketua baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Seyogyanya begitulah cara demokrasi bekerja, seperti yang pernah dikatakan oleh Abraham Lincoln “from people, to people, and by people” atau “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.” Demokrasi memfasilitasi siapapun untuk memiliki kesetaraan hak, munculnya nama Bang Muslim adalah bukti bahwa fasilitas demokrasi dalam tubuh partai tersebut masih berjalan sebagaimana mestinya.

Bang Muslim, begitu ia sering di sapa, merupakan kader Partai Demokrat yang kini dipercayakan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari daerah pemilihan (dapil) Aceh II. Menjadi anggota DPR RI sejak periode 2009-2014, 2014-2019, hingga kini 2019-2024 tentu menjadi satu catatan epic bagi seorang politisi. Selama tiga periode menjabat, Bang Muslim begitu dekat dengan masyarakat Aceh khususnya di daerah pemilihan Aceh II.

Menjadi anggota DPR RI selama tiga periode tentu bukan perkara mudah, dibutuhkan konsistensi dan kompetensi yang mumpuni, memiliki jaringan yang luas nan kuat adalah modal besar menuju kursi ketua partai.

Kedekatannya dengan banyak kalangan menjadi satu asa baru bagi Partai Demokrat Aceh ditengah berbagai dinamika yang di hadapi di daerah. Untuk menjadi calon ketua partai, dibutuhkan 20% suara dari total DPC yang ada. Konon, hingga kini kabarnya sudah 13 DPC yang menyatakan dukungan untuk Bang Muslim, yang kemudian diformalkan dengan surat dukungan resmi. Sudah lebih dari 50%+1 dukungan yang mengalir untuk Bang Muslim yang kemungkinan juga akan terus bertambah seiring dengan segala proses dan dinamika yang terjadi.

Bang Muslim begitu dekat dengan banyak kalangan, tak terkecuali anak muda akan menjadi satu nilai plus yang jarang dimiliki oleh politisi lain,apalagi sekelas calon ketua partai, memang sejatinya anak-anak muda tidak memiliki hak suara dalam Musda V Partai Demokrat Aceh, tetapi yakin atau tidak, kehadiran anak-anak muda di belakang Bang Muslim akan menjadi satu variabel yang akan memberikan dampak besar bagi eksistensi Partai Demokrat Aceh ke depan.

Bonus demografi yang ada dibelakang Bang Muslim sangat potensial, maka disayangkan nantinya jika hal tersebut hanya dipandang sebelah mata. Perlu adanya langkah konkrit dari semua kader Partai Demokrat Aceh, khususnya pihak DPC untuk memberikan dukungan kepada Bang Muslim sebagai pemilik suara sah pada Musda V Partai Demokrat Aceh nanti.

Penulis, sebagai generasi muda tentu berharap ada gebrakan baru yang dilahirkan dari Partai Demokrat Aceh. Seperti layaknya apa yang dilakukan Partai Demokrat di pusat dengan regenerasi kepemimpinan dibawah Ketua Umum AHY. Kini, Partai Demokrat Aceh rasanya butuh sosok baru untuk memimpin partai agar melahirkan sesuatu yang lebih segar. Partai Demokrat Aceh butuh perhatian lebih dari sosok ketua yang terpilih dari Musda V nantinya, dan rasanya perhatian tersebut dapat diberikan oleh sosok Bang Muslim yang loyalitasnya kepada partai sudah teruji. Make Demokrat Aceh Great Again!

 

Previous Post

Kapolres Aceh Barat Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

Next Post

Ribuan Warga di Aceh Jaya Mengungsi Akibat Banjir

Next Post
Banjir Rendam Sejumlah Daerah di Aceh Barat

Ribuan Warga di Aceh Jaya Mengungsi Akibat Banjir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

23/08/2026
BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

23/08/2026
Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

23/08/2026
Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

23/08/2026
Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

22/08/2026

Terpopuler

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026

[Opini] Menatap Era Baru Demokrat Aceh

Disdikbud Aceh Besar Uji Coba Virtual Learning Literasi-Numerasi SD

Ohku, Negara Rugi Rp1 Triliun akibat Penyalahgunaan BBM di Aceh

PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com