Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

1.216 Anak di Aceh Terpapar Covid-19

Admin1 by Admin1
15/08/2021
in Nanggroe
0
1.216 Anak di Aceh Terpapar Covid-19

Anak-anak ikut vaksinasi Covid-19. (Foto: Okezone.com/Sukardi)

BANDA ACEH – Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) Aceh menyatakan kasus infeksi Covid-19 pada anak di wilayah provinsi paling barat Indonesia itu terus meningkat. Angkanya mencapai 1.216 orang terkonfirmasi positif dari total 2.334 orang anak dilaporkan dengan Covid-19, meliputi suspek dan probabel.

“Yang konfirmasi positif ini ada yang pada usia di bawah satu bulan, tetapi paling banyak itu adalah kelompok anak berusia 5 sampai 18 tahun,” kata Ketua IDAI Aceh Dr dr Herlina Dimianti Sp A (K) di Banda Aceh, Sabtu (14/8/2021).

Ia menjelaskan tren kasus positif Covid-19 pada anak di Aceh sedang menunjukkan peningkatan akhir-akhir ini. Peningkatan tersebut terlihat mulai terjadi sejak bulan Ramadhan 1442 Hijriah.

Bahkan, IDAI Aceh juga mencatat penambahan 116 orang anak terkonfirmasi positif sepanjang Agustus 2021. Umumnya peningkatan kasus itu terjadi setelah menjalani libur panjang baik sekolah maupun momentum libur lainnya.

Setiap pekan, kata Helina, pihaknya terus mendapatkan data terbaru dari seluruh kabupaten/kota di Aceh terkait pekembangan penambahan kasus Covis-19 terhadap anak.

“Data Minggu lalu, dari 1-8 Agustus 2021 itu ada peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 pada anak sebanyak 116 orang. Jadi setiap Minggu terjadi peningkatan yang signifikan,” kata Herlina.

Data IDAI Aceh hingga 8 Agustus 2021, kata dia, tercatat bahwa total anak dengan Covid-19 sebanyak 2.334 orang, dengan rincian 1.216 orang di antaranya konfirmasi positif, 1.045 orang suspek dan 75 orang probabel dengan klinis.

“Dan ada 23 orang anak yang meninggal dunia, yaitu 10 anak konfirmasi positif, 11 orang probabel dengan klinis dan dua orang suspek, maka case fatality rate di Aceh sekitar 0,8 persen,” katanya.

Herlina berharap kasus anak tersebut harus menjadi perhatian serius dari pemerintah. Menurut dia anak-anak memiliki mobilitas keluar rumah yang sangat tinggi sehingga mayoritas mereka dapat tertular darimana pun, baik lingkungan bermain atau juga dalam keluarga.

“Anak memiliki hak untuk sehat, tetapi anak juga punyak hak bersekolah. Tetapi dengan kondisi seperti ini maka bersekolah tidak tatap muka menjadi pilihan, IDAI sudah memberi rekomendasi terkait itu,” katanya.

Di samping itu, IDAI Aceh juga meminta pemerintah untuk gencar melakukan pemeriksaan (testing) dan pelacakan (tracing) sesuai dengan anjuran dari organisasi kesehatan dunia (WHO). Ia mengakui bahwa tracing di Aceh masih sangat sedikit, bahkan tidak sesuai dengan anjuran WHO.

“Memang kita akui ya, tidak seperti dianjurkan WHO, yang mengharuskan apabila satu orang positif itu ada 30 orang yang ditracing. Jadi di kita satu orang positif mungkin tidak sampai 10 orang ditracing,” katanya.

Sumber: okezone.com

Previous Post

Jruek Drien; Durian Fermentasi Kuliner Khas Aceh

Next Post

6 Napi Korupsi di Aceh Diusulkan Dapat Remisi di HUT RI

Next Post
Sebar Video Mesum dengan Pacar, Wanita di Pangkalpinang Ditangkap

6 Napi Korupsi di Aceh Diusulkan Dapat Remisi di HUT RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

08/06/2026
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

Januari hingga 6 Juni 2026, Aceh Alami Kerugian Rp34,7 Miliar Akibat Karhutla

08/06/2026
Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

08/06/2026
Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

08/06/2026
Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

1.216 Anak di Aceh Terpapar Covid-19

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com