Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Belajar Agama dari Dunia Maya? Ini Peluang Bisnisnya

Admin1 by Admin1
19/08/2021
in Nanggroe
0
Bebas Berekspresi di Dunia Digital, Tapi Jangan Sampai Kebablasan

Tapaktuan — Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Jumat, 30 Juli 2021 pukul 09.00–12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Belajar Agama di Dunia Maya”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. “Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen guru, mahasiswa, umum, dan pelajar, dihadiri oleh sekitar 428 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Dr. Nandang Koswara, Dosen Program Doktor, Pendakwah; Muhaimin, S.IP, MA, CEO Nextup ID; Rusdi Kurnia, M.Pd, Dosen STAI Tapaktuan; dan Erma Suryani, S.Ag, Guru PAI SMAN Trumon Tengah. Chacha Annisa sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Pada sesi pertama, Dr. Nandang Koswara menyampaikan ada 2 jenis konten di dunia digital, yaitu berdasarkan manfaat (edukatif, informatif, dan internalisasi nilai-nilai agama) dan berlandaskan tujuan (mempersonalisasikan nilai, interaksi dengan cepat, dan menyenangkan). Saat kita ingin membuat konten yang menarik, kita harus menambahkan gambar, video, pesan suara dan teks tulisan, tidak semrawut dan tidak beraturan, tertib serta jelas alurnya.

Giliran pembicara kedua, Muhaimin, S.IP, MA mengatakan kita harus membanjiri konten-konten kreatif untuk menyejukkan masyarakat. Masyarakat memilih media sosial (sebesar 76%) sebagai media yang dipilih untuk mendapatkan informasi, televisi (sebesar 59,5%). Waktu penggunaan masyarakat rata-rata kurang dari 2 jam, tetapi ada juga masyarakat yang menggunakan media sosial lebih dari 8 jam dalam sehari. Ada beberapa yang bisa kita lakukan agar kata sandi tidak diretas, yaitu Kata sandi harus cukup panjang, rumit, tetapi dapat diingat (contoh: Saya suka kue ulang tahun menjadi 5@Y@sµk@ku3uLt@h), jangan menggunakan informasi pribadi (seperti nama hewan peliharaan atau informasi di akun media sosial Anda sebagai kata sandi), JANGAN gunakan tanggal ulang tahun atau hari jadi sebagai PIN/kata sandi, gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun, dan gunakan pengelola kata sandi bila perlu.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Rusdi Kurnia, M.Pd menjelaskan dulu, orang berpengetahuan adalah orang yang memiliki banyak sekali informasi. Sekarang, orang berpengetahuan adalah orang yang mampu menyaring banyak informasi. Sebesar 58% anak muda lebih suka belajar agama melalui: media digital dan media sosial. Ada beberapa peluang yang kita dapatkan dari belajar agama Islam berbasis digital, yaitu memperoleh ilmu agama Islam secara efektif dan efisien, sebagai cyber muslim/cyber dakwah: pemanfaatan media digital untuk memproduksi jaringan-jaringan informasi tentang pengetahuan Islam secara holistik, dan membuka marketplace, mengembangkan bisnis secara online dan offline. Contohnya pustaka digital, speaker Al-Qur’an, aplikasi-aplikasi belajar Al-Qur’an dan agama Islam dan youtuber muslim.

Pembicara keempat, Erma Suryani, S.Ag menuturkan media sosial adalah suatu alat penghantar atau perantara yang berfungsi untuk menyampaikan pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerima pesan, dimana pengguna dapat berbagi konten pesan melalui teknologi penyiaran berbasis internet dan aplikasi sehingga dapat berkolaborasi, bertukar informasi, dan berinteraksi. Ada 4 fungsi media, yaitu sebagai sarana informasi bagi masyarakat, sebagai sarana sosialisasi pendidikan bagi masyarakat luas dan bagi peserta didik pada khususnya, membantu mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, sebagai sarana untuk mengungkapkan pendapat, gagasan dan ide kepada public. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berdakwah, yaitu memperhatikan tingkat pendidikan, menggunakan bahasa yang sesuai, memperhatikan budaya, dan memperhatikan usia objek dakwah.

Chacha Annisa selaku Key Opinion Leader menyampaikan jejak sosial media tidak akan pernah terhapus, misalnya kita pernah berdakwah di media sosial, bisa saja kita menimbulkan polemic di masyarakat. Saat kita melakukan kesalahan lalu memposting di sosial media, seseorang bisa meng-capture dan bisa disebarkan lagi ke orang lain. Kita harus cross-check hal yang ingin kita sampaikan melalui media sosial. Harus selalu saring dulu sebelum sharing.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Ossi Febria Almunawah yang bertanya di era digital ini, media sosial telah menjadi kebutuhan sehari hari bagi para penggunanya, terkadang telah menampakan identitas penggunanya. Namun masih banyak juga oknum oknum yang membuat penyimpangan dengan menyebarkan konten yang bersifat privasi dan menimbulkan kejahatan dengan menyebarkan ujaran kebencian terhadap agama dan lainnya. pertanyaannya bagaimana upaya pemerintah dalam menanggulangi kejadian tersebut?

Narasumber Muhaimin, S.IP, MA menanggapi kita sering kali menemukan beberapa konten hoax. Ada beberapa UUD untuk membatasi hoax, cyberbullying, dan lainnya. Bagaimana cara kita mengantisipasi orang lain yang ingin mencuri data kita, kita bisa melaporkannya dengan UUD ITE.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Selatan. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[]

Previous Post

Rakor PON XXI Aceh-Sumut di Sabang Diundur Sementara Waktu

Next Post

FPA: Pentingnya Evaluasi Pengunaan DOKA untuk Kemajuan Aceh

Next Post

FPA: Pentingnya Evaluasi Pengunaan DOKA untuk Kemajuan Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nyan, 4 Santri Al Zahrah Lulus SNBP 2026, Satu di Fakultas Teknik Pertanian USK

Nyan, 4 Santri Al Zahrah Lulus SNBP 2026, Satu di Fakultas Teknik Pertanian USK

01/04/2026
Krak, 7 Murid SMAN 1 Blangjerango Gayo Lues Lulus SNBP 2026 di Unimed dan USK

Krak, 7 Murid SMAN 1 Blangjerango Gayo Lues Lulus SNBP 2026 di Unimed dan USK

01/04/2026
Wali Nanggroe: Semua Pihak Harus Dukung Langkah BNN Berantas Narkoba

Wali Nanggroe: Semua Pihak Harus Dukung Langkah BNN Berantas Narkoba

01/04/2026
140 Peserta Didik Madrasah Aliyah Bireuen Lulus SNBP 2026, Empat Tembus Kedokteran

140 Peserta Didik Madrasah Aliyah Bireuen Lulus SNBP 2026, Empat Tembus Kedokteran

01/04/2026
Kapolda Aceh Diminta Tinjau Ulang Pemanggilan Jurnalis Bithe.co, FJA Abdya Ingatkan MoU Polri dengan Dewan Pers

Kapolda Aceh Diminta Tinjau Ulang Pemanggilan Jurnalis Bithe.co, FJA Abdya Ingatkan MoU Polri dengan Dewan Pers

01/04/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

KPA Pase Mulai ‘Gerah’ dengan Kepemimpinan Abang Samalanga di DPR Aceh

67 Murid SMAN 1 Peureulak Lulus SNBP 2026, 5 Diantaranya di Fakultas Kedokteran

Rumah Warga Abdya di Banda Aceh Dijarah Maling, Warga Minta Polisi Serius

STAI Tgk. Chik Pante Kulu Banda Aceh Jalin Sinergi Strategis dengan IKADIN dan YARA

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com