Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Olahraga

Atlet Tinju Aceh Bertarung Rebut Tiket PORA di Lhokseumawe

Atjeh Watch by Atjeh Watch
02/11/2021
in Olahraga
0

Lhokseumawe – Para atlet tinju putra dan putri dari kabupaten/kota se-Aceh berkumpul di Kota Lhokseumawe untuk berjuang memperebutkan tiket Pekan Olahraga Aceh (PORA) Pidie Tahun 2022. Ajang perebutan tiket melalui kejuaraan Prakualifikasi (Pra-PORA) Tinju Aceh tersebut digelar dari tanggal 1 hingga 7 November 2021, di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, pada Senin sore 1 November 2021.

Ketua Umum Persatuan Tinju Seluruh Indonesia (Pertina) Aceh, Azhari, SIP menyebutkan, para atlet yang terlibat dalam ajang Pra-PORA kali ini berjumlah sebanyak 110 orang dari 17 kabupaten/kota yang ada di Aceh. “Ada 25 kelas yang dipertandingkan,” kata Azhari, atau yang sering disapa Azhari Cage.

Azhari menambahkan, di masing-masing kelas tersebut, tersedia delapan tiket menuju PORA Pidie tahun 2022, ditambah dengan quota tiket tuan rumah.

Dalam sambutannya, Azhari mewanti-wanti agar pelaksanaan Pra-PORA kali harus dijalankan dengan mengedepankan prinsip sportifitas. “Saya tidak akan mentoleransi apabila ada yang dirugikan. Saya ingatkan agar penilaian dalam setiap pertandingan harus dengan sikap profesional,” kata Azhari.

Sementara itu, Abu Razak dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi kegiatan tersebut meminta kepada Pertina Aceh agar menjadikan ajang Pra-PORA Tinju tahun 2021 sebagai momen kebangkitan. Karena seperti diketahui, pada PON XX tahun 2021, Cabang Tinju Aceh gagal meraih tiket ke Papua.

“PON berikutnya pada tahun 2024 Aceh akan menjadi tuan rumah bersama Sumatera Utara, dimana cabang tinju dipertandingkan di Sumatera Utara,” kata Abu Razak mengingatkan.

Sebagai tuan rumah, tambah Abu Razak, sangat besar harapan agar cabang tinju dapat menjadi salahsatu penyumbang medali bagi Kontingen Aceh nantinya. Oleh karena itu, segala persiapan harus dimulai secepat mungkin, salahsatunya melalui ajang Pra-PORA Tinju Aceh tahun 2021.

Pada kesempatan tersebut, Abu Razak juga menyampaikan bahwa prestasi olahraga Aceh selama dua PON terakhir terus menanjak, dimulai dari PON 2016 di Jawa Barat dimana Aceh berada di rangking 17 dengan raihan delapan emas, tujuh perak dan sembilan perunggu. Kemudian di PON 2021 Papua, Aceh naik ke rangking 12 dengan raihan 11 emas, enam perak, dan 10 perunggu.

“Kita telah bertekad, agar pada PON XXI tahun 2024 nanti, rangking dan medali oleh Kontingen Aceh akan lebih bertambah dari PON sebelumnya. Karena itu butuh dukungan dari semua cabang olahraga di Aceh, termasuk dari Pertina Aceh,” sebut Abu Razak.[] Atlet Tinju Aceh Bertarung Rebut Tiket PORA di Lhokseumawe

Lhokseumawe – Para atlet tinju putra dan putri dari kabupaten/kota se-Aceh berkumpul di Kota Lhokseumawe untuk berjuang memperebutkan tiket Pekan Olahraga Aceh (PORA) Pidie Tahun 2022. Ajang perebutan tiket melalui kejuaraan Prakualifikasi (Pra-PORA) Tinju Aceh tersebut digelar dari tanggal 1 hingga 7 November 2021, di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, pada Senin sore 1 November 2021.

Ketua Umum Persatuan Tinju Seluruh Indonesia (Pertina) Aceh, Azhari, SIP menyebutkan, para atlet yang terlibat dalam ajang Pra-PORA kali ini berjumlah sebanyak 110 orang dari 17 kabupaten/kota yang ada di Aceh. “Ada 25 kelas yang dipertandingkan,” kata Azhari, atau yang sering disapa Azhari Cage.

Azhari menambahkan, di masing-masing kelas tersebut, tersedia delapan tiket menuju PORA Pidie tahun 2022, ditambah dengan quota tiket tuan rumah.

Dalam sambutannya, Azhari mewanti-wanti agar pelaksanaan Pra-PORA kali harus dijalankan dengan mengedepankan prinsip sportifitas. “Saya tidak akan mentoleransi apabila ada yang dirugikan. Saya ingatkan agar penilaian dalam setiap pertandingan harus dengan sikap profesional,” kata Azhari.

Sementara itu, Abu Razak dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi kegiatan tersebut meminta kepada Pertina Aceh agar menjadikan ajang Pra-PORA Tinju tahun 2021 sebagai momen kebangkitan. Karena seperti diketahui, pada PON XX tahun 2021, Cabang Tinju Aceh gagal meraih tiket ke Papua.

“PON berikutnya pada tahun 2024 Aceh akan menjadi tuan rumah bersama Sumatera Utara, dimana cabang tinju dipertandingkan di Sumatera Utara,” kata Abu Razak mengingatkan.

Sebagai tuan rumah, tambah Abu Razak, sangat besar harapan agar cabang tinju dapat menjadi salahsatu penyumbang medali bagi Kontingen Aceh nantinya. Oleh karena itu, segala persiapan harus dimulai secepat mungkin, salahsatunya melalui ajang Pra-PORA Tinju Aceh tahun 2021.

Pada kesempatan tersebut, Abu Razak juga menyampaikan bahwa prestasi olahraga Aceh selama dua PON terakhir terus menanjak, dimulai dari PON 2016 di Jawa Barat dimana Aceh berada di rangking 17 dengan raihan delapan emas, tujuh perak dan sembilan perunggu. Kemudian di PON 2021 Papua, Aceh naik ke rangking 12 dengan raihan 11 emas, enam perak, dan 10 perunggu.

“Kita telah bertekad, agar pada PON XXI tahun 2024 nanti, rangking dan medali oleh Kontingen Aceh akan lebih bertambah dari PON sebelumnya. Karena itu butuh dukungan dari semua cabang olahraga di Aceh, termasuk dari Pertina Aceh,” sebut Abu Razak.[]

Previous Post

Panglima TNI dan Kapolri Gelar Rapat dengan Forkopimda Aceh, Ada Apa?

Next Post

Pemkab Gayo Lues Kembali Terima Penghargaan dari Menkeu

Next Post

Pemkab Gayo Lues Kembali Terima Penghargaan dari Menkeu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tokoh Gayo Serta Lia Minta Menteri PU Segera Ganti Plt Kepala BPJN Aceh

Tokoh Gayo Serta Lia Minta Menteri PU Segera Ganti Plt Kepala BPJN Aceh

26/06/2026
Peringati Bulan Wakaf Nasional, Yayasan Wakaf Haroen Aly Salurkan Beasiswa Rp179 Juta untuk 30 Santri

Peringati Bulan Wakaf Nasional, Yayasan Wakaf Haroen Aly Salurkan Beasiswa Rp179 Juta untuk 30 Santri

26/06/2026
STAI Nusantara Banda Aceh Buka PMB Magister S2 2026/2027, Siapkan SDM Keislaman yang Adaptif dan Berdaya Saing

STAI Nusantara Banda Aceh Buka PMB Magister S2 2026/2027, Siapkan SDM Keislaman yang Adaptif dan Berdaya Saing

26/06/2026
Puting Beliung dan Hujan Deras Landa Dua Kecamatan di Bener Meriah

Puting Beliung dan Hujan Deras Landa Dua Kecamatan di Bener Meriah

26/06/2026
Sejumlah Objek Wisata Terdampak Bencana di Aceh Timur Mulai Pulih

Sejumlah Objek Wisata Terdampak Bencana di Aceh Timur Mulai Pulih

26/06/2026

Terpopuler

Atlet Tinju Aceh Bertarung Rebut Tiket PORA di Lhokseumawe

02/11/2021

Bupati Abdya Isi Materi di Pengajian Rutin Pemuda Pancasila

Dugaan Mark Up Arena MTQ Aceh Mengemuka, Aktivis Mahasiswa Minta APH Telusuri Aliran Anggaran

34 Tim akan Meriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

Tabligh Akbar Peringati 1 Muharram di Abdya, Ucay Roasting Pejabat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com