Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Polisi Diminta Seret Keluarga Pelaku Kekerasan Seksual Anak

Admin1 by Admin1
04/11/2021
in Lintas Barat Selatan
0
Sekolah Elit Bangsawan Inggris Dihantui Kasus Pemerkosaan

Ilustrasi. (Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz)

MEULABOH – Mahasiswa kembali menggelar aksi demonstrasi di Polres Aceh Barat terkait kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang anak (14). Sebelumnya korab diculik seorang pemuda yang tinggal di desa tetangga korban. Dalam aksi tersebut, mereka turut mendesak agar polisi menyeret keluarga pelaku ke dalam kasus ini, karena diduga kuat ikut serta memfasilitasi tindakan rudapaksa terhadap korban.

Berdasarkan pengakuan korban, setelah diculik di bawah ancaman todongan pisau dari Aceh Barat ke Aceh Timur, dirinya disembunyikan pelaku di rumah milik familinya yang ada di sana. Selain ikut mendesak korban menikah dengan pelaku, kerabat pelaku bahkan menyarankan agar pelaku memerkosanya, termasuk sengaja menjauh dari rumah saat pelaku merudapaksa korban, dan tidak memedulikan permintaan tolong korban.

Aksi yang didominasi oleh kalangan mahasiswi ini turut membawa sejumlah tuntutan lainnya. Seperti mendesak otoritas terkait untuk menindak oknum polwan yang diduga menghentak meja di depan korban, dalam suatu kesempatan didampingi oleh psikolog dari DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Aceh Barat, yang disebut-sebut tidak berempati terhadap korban.

“Kami juga mendesak polisi untuk menindak oknum di kepolisian sektor yang menurut pengakuan ayah korban telah meminta sejumlah uang Rp 2 juta jika ingin anaknya dijemput dari Aceh Timur. Padahal, itu situasi darurat, di mana korban sedang berada di dalam mara bahaya karena pelaku bersamanya,” ujar Koordinator Lapangan, Rona Julianda, diwawancarai Liputan6.com, Rabu (3/11/2021).

Selain itu, Rona juga memberi catatan khusus terkait dengan pengakuan ayah korban, yang mengaku dimintai sejumlah uang oleh oknum polisi jika ingin petugas menjemput anaknya di Aceh Timur. Pada saat itu, lokasi korban telah terdeteksi, namun, kata ayah korban, dirinya tidak bisa menyanggupi syarat tersebut karena tidak memiliki uang sama sekali membiayai akomodasi petugas.

“Padahal, itu situasi darurat, di mana korban sedang berada di dalam mara bahaya karena pelaku bersamanya. Oknum tersebut harus ditindak. Sebagai catatan, kami akan mengawal ini, di mana harus ada jaminan tidak ada tekanan kepada ayah korban atas pengakuannya tersebut,” tegas Rona.

Keberadaan pelaku yang kini dalam Daftar Pencurian Orang (DPO) dinilai sebagai bukti bahwa penanganan kasus ini terkesan langsam, padahal ayah korban telah melapor ke polres sejak 28 Agustus lalu. Kasus ini dilanjutkan ke tingkat polda melalui kuasa hukum korban yang berasal dari LBH Banda Aceh setelah ayah korban merasa kepolisian di tingkat kabupaten kurang reaktif.

“Hari ini baru bekerja? Apakah bapak ibu tidak pernah mempertanyakan, bagaimana psikologis si anak, bagaimana hari ini masa depan si anak, pernah enggak terpikir? Enggak pernah!,” pekik Rona dalam orasinya.

Para demonstran disambut oleh Wakil Kepala Polres Aceh Barat Kompol Asa Putra. Dia mengatakan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak tersebut sudah ditangani oleh pihaknya.

“Dalam hal ini, proses sedang berjalan, proses sedang berjalan, terus kemudian, yang adik sebutkan tadi tentang permintaan uang, itu diproses juga oleh provost, sudah kita tindaklanjuti,” ujar Asa.

Sumber: liputan6.com

Previous Post

Expo 2020 Dubai, Forum Bisnis Aceh Tarik Minat Investor Mancanegara

Next Post

Dua Oknum Polisi di Aceh Diperiksa Terkait Kasus Pelecehan Seksual

Next Post

Dua Oknum Polisi di Aceh Diperiksa Terkait Kasus Pelecehan Seksual

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Halalbihalal PDHI Aceh, Nurdiansyah Serukan Revolusi Peran Dokter Hewan

Halalbihalal PDHI Aceh, Nurdiansyah Serukan Revolusi Peran Dokter Hewan

29/03/2026
Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 17,8 Kilogram Ganja

Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 17,8 Kilogram Ganja

28/03/2026
Korban Banjir di Pantan Cuaca Cuma Butuh 2 Hari Perbaiki Mandiri Jembatan Rusak

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Lhokseumawe

28/03/2026
Mudik Lebaran, Jalur Banda Aceh–Medan Disesaki Pemudik Sejak Sahur

Dishub Aceh: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Berjalan Aman dan Lancar

28/03/2026
PW APRI Aceh Jalin Silaturahim Lebaran dengan Kakanwil Kemenag

PW APRI Aceh Jalin Silaturahim Lebaran dengan Kakanwil Kemenag

28/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Truk Hauling LKT Hantam Becak Motor, Satu Nyawa Melayang

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Teungku Muhammad Nur: Aktivis Dayah Jadi Direktur di PT PEMA

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com