Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Gubernur Aceh Buka Rakerda Dekranasda Aceh 2021

Admin1 by Admin1
15/11/2021
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Gubernur Aceh yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Tahun 2021 bertempat di Anjong Mon Mata, pada Senin, 15/11/2021.

Rakerda Dekranasda yang digelar secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan ketat itu, juga diselenggarakan secara virtual yang mana peserta dapat bergabung melalui aplikasi Zoom.

Acara tahunan Dekranasda Aceh tersebut diawali dengan peluncuran produk kerajinan unggulan khas daerah se Aceh. Serta dilanjutkan dengan penampilan peragaan kriya busana khas daerah oleh para perancang lokal.

Turut hadir memeriahkan acara, Ketua Dekranasda Aceh, Ketua Harian Dekranasda Aceh, Direktur PT. Pegadaian Syariah, Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, dan para Ketua Dekranasda Kabupaten dan Kota se-Aceh.

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, menyampaikan eksistensi produk kriya tidak terlepas1 dari fungsi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh terus berperan aktif memperjuangkan eksistensi kerajinan daerah. Sebagaimana visi Dekranasda “Memakmurkan Perajin”.

“Memakmurkan perajin, tentu bermakna luas karena di dalamnya terkandung semangat mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pendapatan keluarga, serta peningkatan ekonomi daerah. Semua upaya ini tentu patut kita dukung bersama secara sinergis,” kata Taqwallah.

Sekda Aceh menambahkan, selain menawarkan estetika, seni kriya juga tetap memiliki fungsi sebagai benda terapan, bahkan industri kriya, atau industri kerajinan merupakan sub sektor ekonomi kreatif, yang menjadi salah satu penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

Produk kerajinan Aceh, kata Taqwa, juga memiliki potensi besar dalam perkembangan ekonomi daerah, karena produk kerajinan Aceh memiliki ragam nilai kebudayaan yang khas dari berbagai kabupaten dan kota dan itu sebagai ‘value added’ atau bernilai ekonomi tinggi.

“Maka itu, Pemerintah Aceh akan terus mendukung dan memperkuat semangat Dekranasda dalam memajukan kerajinan rakyat di daerah kita,” ujar Taqwallah.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Dyah Erti Idawati, mengatakan, di tengah gempuran pandemi yang telah berdampak pada perekonomian, Dekranasda hadir untuk terus berjuang untuk meningkatkan kembali pasar dan produksi kerajinan rakyat Aceh dengan terus menyesuaikan diri dengan kondisi terkini,

“Kita tidak boleh menyerah dengan kondisi. Setidaknya pandemi ini memberikan pengalaman kepada kita betapa pentingnya memperkuat sistem pasar dengan memanfaatkan teknologi informasi,” ujar Dyah.

Dyah menuturkan, sebagai penggerak Dekranasda terus bergerak dan hadir sebagai pelita yang terus mengupayakan pengembangan untuk memakmurkan pengrajin. Dengan terus memanfaatkan peluang kerjasama dengan platform sistem perdagangan online agar promosi dan market semakin meluas, sehingga perajin Aceh dapat tampil sebagai Netpreneur, yaitu entrepreneur yang memiliki kompetensi di bidang digital marketing.

Oleh karena itu, Dyah mengungkapkan pada Rakerda tahun 2021, dengan pemilihan tema: “Perajin Bangkit, Perajin Kreatif dan Aceh Maju”. Bermakna sikap optimisme usaha kerajinan Aceh untuk terus berjuang, bangkit dari tekanan pandemi melalui berbagai inovasi yang lebih inovatif.

“Langkah inovasi ini yang akan kita gali lebih dalam, termasuk dengan mempercepat pemanfaatan teknologi informasi sebagaimana yang kami sampaikan tadi. Dengan demikian, hasil kerajinan Aceh tetap dapat eksis dengan menyesuaikan diri pada kondisi yang ada,” pungkas Dyah.

Previous Post

Kuasa Hukum PT. CA Tidak Terima dan Ragukan Putusan MA

Next Post

Lebihi Target, ASN RSIA Donor 88 Kantong Darah

Next Post

Lebihi Target, ASN RSIA Donor 88 Kantong Darah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

23/08/2026
BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

23/08/2026
Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

23/08/2026
Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

23/08/2026
Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

22/08/2026

Terpopuler

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026

Gubernur Aceh Buka Rakerda Dekranasda Aceh 2021

Disdikbud Aceh Besar Uji Coba Virtual Learning Literasi-Numerasi SD

Ohku, Negara Rugi Rp1 Triliun akibat Penyalahgunaan BBM di Aceh

Kutukan Sumber Daya di Tanah Rencong: Mengapa Aceh Tetap Miskin di Tengah Ledakan Tambang?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com