BIREUEN – Pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar pertemuan dengan sejumlah ulama dan pimpinan daerah di Aceh.
Tujuan dari pertemuan ini adalah silaturahmi sekaligus menampung aspirasi masyarakat Aceh yang menerapkan syariat Islam serta sejalan dengan kehadiran BSI di Indonesia.
Hal ini terungkap dalam pertemuan antara pimpinan BSI Pusat dengan para ulama di Bireuen, Sabtu 25 Desember 2021.
Kehadiran puncuk pimpinan BSI dipimpin langsung oleh Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), TGB M. Zainul Majdi bersama Komisaris Independen, M. Arief Rosyid Hasan dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, Kyai Haji M. Hidayat
Mereka bersilaturahmi dengan ulama di pesisir timur Aceh, seperti Bupati Bireuen, Muzakkar A.Gani, Ayah Sop Jeunib, Abu MUDI, Abu Kuta Krueng dan Bupati Pidie Abu Syik.
Hadir juga dalam pertemuan ini Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA.
“Kunjungan para petinggi BSI tersebut sebagai komitmen memperkuat keberadaan BSI di Aceh. Semoga layanan BSI semakin baik kedepan,” kata pria yang akrab disapa Syech Fadhil ini.
“Kunjungan para petinggi BSI ke Aceh selama 4 hari menindaklanjuti pertemuan tanggal 10 Desember di Jakarta,” kata mantan ketua IKAT Aceh ini lagi.
Sebelumnya, pada pertemuan di Jakarta 10 Desember lalu, Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA, meminta jajaran Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk membenahi kualitas layanan di Aceh.
“Dalam pertemuan ini, kita banyak membahas soal pelayanan BSI di Aceh. Keluhan-keluhan masyarakat kita sampaikan,” kata Syech Fadhil kepada wartawan, Sabtu 18 Desember 2021.
Menurutnya, pelayanan BSI mempengaruhi sambutan masyarakat terhadap qanun LKS.
“Jangan sampai pelayanan yang jelek, tapi qanun yang disalahkan,” ujarnya saat itu. Dalam pertemuan tersebut juga disepakati jika pimpinan BSI ke Aceh untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah yang menerapkan hukum syariat Islam ini.
“Alhamdulillah berkesempatan untuk menemani berbagai masukan, kritikan, aspirasi masyarakat dan nasehat disampaikan,” kata TGB usai bertemu dengan berbagai pihak di Aceh.









