Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kini Pasien Bibir Sumbing di Aceh Punya Rumah Singgah

Atjeh Watch by Atjeh Watch
26/08/2019
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Wakil Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, meluncurkan Rumah Singgah untuk masyarakat Aceh yang melakukan pengobatan atau operasi bibir sumbing di Rumah Sakit Malahayati, Banda Aceh. Seiring diluncurkannya layanan tersebut, kini masyarakat yang datang setiap pekan dari berbagai daerah ke Banda Aceh untuk melakukan operasi sumbing tidak perlu lagi repot mencari tempat tinggal dan konsumsi. Letak rumah singgah itu hanya sekitar 1 kilometer dari rumah sakit Malahayati.

“Hari ini dengan atas bantuan seluruh SKPA kita telah menginisiasi rumah singgah, mudah-mudahan dapat mensupport Smile Train dan lebih luas lagi dalam membantu masyarakat,” Kata Dyah saat meresmikan rumah singgahdi Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru di Banda Aceh, Minggu, (25/8).

Selain meresmikan rumah singgah, Dyah Erti juga menyerahkan bantuan berupa sembako untuk keperluan konsumsi para pasien dan keluarga yang tinggal di rumah singgah selama berobat. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Koordinator Smile Train wilayah Aceh, Rahmad Maulizar yang juga menjadi pengelola rumah singgah pasien bibir sumbing itu.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, berharap bantuan dari pemerintah Aceh itu dapat meringankan beban keluarga dan pasien bibir sumbing dalam memenuhi kebutuhannya selama berobat di Banda Aceh.

“Nantinya, disamping terus memenuhi kebutuhan pasien, seperti alat dapur, kita juga akan terus merehab rumah ini,” ungkap Alhudri.

Untuk diketahui, bantuan yang digalang dari seluruh satuan kerja perangkat Aceh (SKPA) itu berjumlah 85 juta rupiah. Bantuan tersebut akan digunakan untuk perawatan dan kebutuhan rumah singgah, termasuk untuk biaya sewa tempatnya.

Sementara itu, koordinator Smile Train wilayah Aceh, Rahmad Maulizar berterimakasih dan bersyukur kepada pemerintah Aceh karena telah menyedikan rumah singgah. Menurutnya, layanan tersebut sangat mendukung pihaknya dalam membantu proses pengobatan dan operasi bagi penderita bibir sumbing di seluruh Aceh.

“Fasilitas di dalam lengkap, tempat tidur, tv, makanan pokok sehari-hari, termasuk menyediakan alat masak di dapur,” ujar Rahmad.

Menurut Rahmad, kehadiran rumah singgah sangat membantu para keluarga dan pasien bibir sumbing berobat di Banda Aceh. Selama ini, kata dia, masyarakat sering terkatung-katung di Banda Aceh ketika beroperasi maupun berobat.

“Hari ini ada 9 pasien yang melakukan operasi sumbing, semuanya adalah anak-anak,” kata Rahmad.

Selain itu, kata Rahmad, semenjak tahun 2008 sampai saat ini lembaga Smile Train telah membantu sekitar 4000 masyarakat Aceh melakukan operasi sumbing gratis di rumah sakit Malahayati. Smile Train adalah badan amal internasional untuk anak-anak yang memberikan operasi perbaikan sumbing 100 persen gratis serta perawatan sumbing komprehensif kepada anak-anak di lebih dari 85 negara.

Previous Post

Warkop di Banda Aceh Masih Banyak Dipenuhi PNS di Pagi Hari

Next Post

Israel Kembali Lakukan Operasi Penyisiran di Tepi Barat

Next Post

Israel Kembali Lakukan Operasi Penyisiran di Tepi Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ratusan Warga Drien Jaloe Antusias Ikuti Program Pemerintah Abdya “Doto Saweu Gampong”

Ratusan Warga Drien Jaloe Antusias Ikuti Program Pemerintah Abdya “Doto Saweu Gampong”

05/09/2026
Bulog Sigli Pastikan Stok Beras Aman

Bulog Sigli Pastikan Stok Beras Aman

05/09/2026
NGI Berangkatkan Pemuda Aceh ke NTT, Bawa Misi Kemanusiaan Pascabencana

NGI Berangkatkan Pemuda Aceh ke NTT, Bawa Misi Kemanusiaan Pascabencana

05/09/2026
Kuah Pliek hingga Tebak Gerakan, HT Ibrahim dan PDRI Aceh Bikin HUT Demokrat Jadi Pesta Rakyat

Kuah Pliek hingga Tebak Gerakan, HT Ibrahim dan PDRI Aceh Bikin HUT Demokrat Jadi Pesta Rakyat

05/09/2026
Al- Farlaky Galakkan Gerakan Guru Tanam 10.000 Pohon

Al- Farlaky Galakkan Gerakan Guru Tanam 10.000 Pohon

05/09/2026

Terpopuler

Kini Pasien Bibir Sumbing di Aceh Punya Rumah Singgah

26/08/2019

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com