Singkil – Telah lebih dari satu tahun pabrik es tidak berfungsi membuat pengepul ikan mengeluh karena harus mendatangkan es batangan dari luar daerah yang tentunya dengan harga yang jauh lebih mahal, Minggu 16 Januari 2022.
Tidak berfungsinya pabrik es yang terletak di Kepulauan Banyak tepatnya di Desa Haloban Kecamatan Pulau Banyak Barat itu disebabkan karena rusak dan hingga saat ini belum ada perbaikan dari instansi terkait.
Keluhan itu disampaikan oleh seorang pengepul, Dr. Piliang kepada wartawan, “Menderitalah, karena saya harus membeli es dari singkil dengan harga lebih tinggi,” kata Dr. Piliang pada saat wawancara, Minggu, 16/1/2022.
“Ketika pabrik es di Desa Haloban masih beroperasi harga es hanya Rp 17.000/batang (25kg), tapi sekarang kalau saya mengambil es dari singkil harus mengeluarkan biaya Rp 45.000/batang (bobot 50kg),” ungkap Dr Piliang menambahkan.
Sebelumnya disampaikan Dr. Piliang bahwa es batangan bukan hanya diperlukan oleh para pengepul ikan, tapi juga sangat diperlukan oleh hampir 90% masyarakat yang mata pencahariannya sebagai nelayan.
Lewat media ini Dr. Dahris menyampaikan keluhan kepada pemerintah dengan harapan agar pabrik es tersebut diupayakan agar beroperasi kembali.
“Kami dari nelayan agar bisa hendaknya pabrik es itu diaktivkan kembali agar ekonomi masyarakat juga terbantu,” harap Dr. Piling di akhir wawancara.
Mengetahui keluhan tersebut, atjehwatch.com datang ke lokasi pabrik es yang terletak di Desa Haloban, 16/1, dari amatan dilapangan ditemukan pabrik es dalam keadaan terkunci dan di halaman pabrik dipenuhi semak belukar yang menjulang tinggi, dan dikatahui parbrik es tersebut merupakan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil.
Reporter : AA








