Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Profesor Belanda Bela Sejarawan RI Bonnie Triyana yang Dipolisikan

Admin1 by Admin1
21/01/2022
in Internasional
0

Jakarta – Profesor Belanda Remco Raben membela sejarawan Indonesia Bonnie Triyana, yang belakangan dilaporkan ke polisi di Belanda karena pendapatnya tentang sejarah.

Remco Raben, yang juga terlibat dalam pameran di Rijksmuseum, mengunggah opininya dalam sebuah artikel yang dimuat di NRC pada Rabu (19/1). Dalam artikel itu, Raben menilai pendapat Bonnie Triyana mengenai kata ‘Bersiap’ dalam sejarah periode 1945-1947 merupakan hal yang tepat.

“Bonnie Triyana dengan tepat berpendapat bahwa istilah Bersiap berkonotasi kolonial, bahkan berkonotasi rasis,” tulis Raben, seperti dikutip dari NRC, Kamis (20/1).

Dalam tulisannya, Raben juga menyebut bahwa tuduhan propaganda politik yang dilayangkan terhadap Bonnie merupakan suatu omong kosong.

“Pada tahun 2011, saya sudah mengklaim di Historisch Nieuwsblad bahwa Bersiap memberikan perspektif historis yang terbatas,” tutur Raben.

“Orang-orang ini mengubah perdebatan sejarah menjadi konflik politik tentang ancaman terhadap satu pihak,” tambahnya.

Raben menjelaskan, istilah ‘Bersiap’ dalam pandangan Belanda merupakan istilah yang menggambarkan peristiwa saat orang Indo-Belanda diancam dan dibunuh dengan sadis oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Istilah ini menjadi simbol kekerasan yang hingga kini diyakini oleh masyarakat Belanda.

Namun, Raben menerangkan bahwa kekerasan yang saat itu terjadi, bukan hanya dialami oleh Indo-Belanda saja. Justru menurutnya, kekerasan itu bermula karena kedatangan para tentara Belanda yang secara agresif ingin menaklukan kembali wilayah yang mereka sebut sebagain Hindia Belanda kala itu.

“Ini juga mengabaikan fakta bahwa kekerasan baru benar-benar meletus ketika tentara Belanda datang dan berperilaku agresif dan bersemangat untuk penaklukan,” paparnya.

Sebelumnya, Bonnie Triyana dikecam oleh sejumlah warga Belanda akibat pernyataannya soal istilah ‘Bersiap’ dalam sejarah kelam periode 1945-1947 di galeri pameran yang digelar oleh Rijksmuseum.

Bonnie berpendapat istilah tersebut harus dihilangkan. Sebab, baginya narasi ‘Periode Bersiap’ selalu menampilkan wajah orang Indonesia yang primitif, biadab, serta tersulut kebencian ras.

Atas pernyataannya tersebut, sejumlah pihak, terutama Federasi Indo-Belanda (FIN) melaporkan Bonnie ke kepolisian Belanda.

FIN menilai apa yang dilakukan Bonnie dan aksinya dalam pameran Rijksmuseum adalah sebuah pemalsuan sejarah.

“Menolak istilah Bersiap sama saja seperti menolak fakta Holocaust (pembantaian umat Yahudi Eropa oleh tentara Nazi Jerman saat Perang Dunia II), menolak kejahatan terhadap kemanusiaan, menolak kejahatan perang yang dalam beberapa kondisi di Belanda bisa dihukum,” kata juru bicara Federasi Indo-Belanda (Federatie Indische Nederlanders/FIN), Michael Lentze, kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (19/1).

“Dan kami meyakini dalam kasus ini, Bapak Triyana telah melanggar hukum,” paparnya menambahkan.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Junta Militer Myanmar Tangkap Tiga Jurnalis Media Independen

Next Post

Media Asing Soroti Ghozali Mendadak Tajir karena NFT

Next Post

Media Asing Soroti Ghozali Mendadak Tajir karena NFT

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

Illiza Tutup Pelatihan Desain Kipas Souvenir Bambu

23/08/2026
BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

BPMA Mulai Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

23/08/2026
Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

Inggris Minta Warga Muslim & Asia Hemat Air saat Wudhu-Cuci Beras

23/08/2026
Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Malaysia Pilih Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap dari Indonesia

23/08/2026
Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

Menteri Ekraf Dorong Taman Iskandar Muda Perkuat Talenta Muda Aceh

22/08/2026

Terpopuler

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026

Profesor Belanda Bela Sejarawan RI Bonnie Triyana yang Dipolisikan

Disdikbud Aceh Besar Uji Coba Virtual Learning Literasi-Numerasi SD

Ohku, Negara Rugi Rp1 Triliun akibat Penyalahgunaan BBM di Aceh

Kutukan Sumber Daya di Tanah Rencong: Mengapa Aceh Tetap Miskin di Tengah Ledakan Tambang?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com