Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Dua Periode Cekmad; Minim Terobosan, Defisit, dan Harta Pribadi…

Admin1 by Admin1
15/03/2022
in Lintas Timur
0
Pimpin Aceh Utara Periode ke Dua, Harta Cekmad Cuma Rp3,7 Miliar

Bupati Aceh Utara

“Defisit.”

“Anggaran tidak ada. Aceh Utara sudah berapa tahun defisit,” kata Cekmad, Jumat, 2 Februari 2021 lalu.

Pengakuan jujur ini menggambarkan kondisi kabupaten Aceh Utara yang sedang dalam kondisi tak baik-baik saja.

Padahal, Aceh Utara sebenarnya bukanlah kabupaten baru di Aceh.

Alkisah, Ibukota kabupaten ini dipindahkan dari Lhokseumawe ke Lhoksukon, menyusul dijadikannya Lhokseumawe sebagai kota otonom.

Kabupaten ini pernah tergolong sebagai kawasan industri terbesar di provinsi ini dan juga tergolong industri terbesar di luar pulau Jawa, khususnya dengan dibukanya industri pengolahan gas alam cair PT. Arun LNG di Lhokseumawe pada tahun 1974.

Di daerah wilayah ini juga terdapat pabrik-pabrik besar lainnya, seperti Pabrik Kertas Kraft Aceh, pabrik Pupuk AAF (Aceh Asean Fertilizer) dan pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Dalam sektor pertanian, daerah ini mempunyai unggulan reputasi sendiri sebagai penghasil beras yang sangat penting.

Maka secara keseluruhan Kabupaten Aceh Utara merupakan daerah Tingkat II yang paling potensial di provinsi dan pendapatan per kapita di atas paras Rp. 1,4 juta tanpa migas atau Rp. 6 juta dengan Migas, tapi itu dulu.

Dulu, kegiatan ekonomi Kabupaten Aceh Utara didominasi oleh dua sektor, yaitu sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan. Pada sektor pertambangan, sumur-sumur gas yang diolah PT. Exxon Mobil Oil Indonesia tentu menjadi salah satu faktur keunggulan sektor ini. Dengan kontribusi Rp 8,6 triliun Pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2000, ia menempati peringkat pertama dengan disusul oleh sektor industri sebesar Rp 4,7 triliun.

Ya, tapi lagi-lagi kondisi tadi adalah cerita Aceh Utara di masa lalu.

Gas di Aceh Utara kini hampir habis. Pabrik PIM juga dalam kondisi kritis serta sering berhenti operasi akibat pasokan gas terganggu.

Demikian juga soal jargon Aceh Utara sebagai lumbung padi yang kini luntur akibat banjir yang terus berulang setiap tahunnya. Banjir mengakibatkan sawah-sawah di Aceh Utara menjadi gagal panen. Warga meminta solusi tapi tak kunjung hadir.

Selain tak ada solusi juga minim terobosan.

Cekmad, sapaan akrab bupati Muhammad Thaib, pernah menjadi staf ahli semasa bupati Ilyas Pase. Itu periode awal usai Aceh damai.

Cekmad kemudian dicalonkan sebagai kandidat bupati dan terpilih serta memerintah di Aceh Utara sejak 5 Juli 2012.

Periode awal ini sempat menuai kritikan dari berbagai pihak tapi kemudian dijagokan dalam pilkada 2017 dengan alasan perjuangan.

Sebagai daerah bekas konflik, Cekmad kemudian terpilih dan dilantik sebagai bupati periode kedua pada 12 Juli 2017 hingga sekarang. Namun sayangnya, hingga dua periode pemerintahan Cekmad di Aceh Utara, tak ada terobosan yang berarti.

Minim prestasi dan terobosan.

Gas habis dan banjir terus berulang di berbagai kecamatan di Aceh Utara. Padahal gas dan lumbung pagi merupakan urat nadi ekonomi masyarakat selama ini.

Banyak perusahaan tutup. Kondisi PIM juga kritis.

Sebanyak 4.200 lebih tenaga honorer di kabupaten Aceh Utara dilaporkan juga hanya akan menerima upah kerja selama tujuh bulan untuk 2022. Kasus yang sama juga dialami perangkat desa di kabupaten ‘bekas’ lumbung gas itu.

Sejumlah warga di Matangkuli juga dilaporkan meminta surat pindah karena tak tahan dengan banjir yang terus berulang di daerah itu.

“Tak tahan bang. Setahun bisa 3 hingga 4 kali kebanjiran. Kemarin baru selesai dibersihkan (rumah-red), eh…beberapa hari kemudian sudah banjir lagi,” kata Zakir, warga Matangkuli.

Ini belum lagi harta benda serta nyawa warga yang menjadi taruhannya saat musibah banjir datang dan berulang.

Setelah semua persoalan tadi, sebagaimana yang perlu diketahui, masa jabatan Cekmad akan berakhir pada Juli mendatang. Ya, Juli nanti, Cekmad akan mengakhiri 10 tahun meminpin Aceh Utara.

Dikutip dari situs e-LHKPN, Cekmad melaporkan harta kekayaan yang dimilikinya di awal-awal menjabat atau per 22 Januari 2012 senilai Rp1,348 miliar. Kemudian pada akhir periode pertama atau 17 September 2016, harta yang dilaporkan Cekmad menjadi Rp3,434 miliar.

Pada 31 Desember 2017, harta yang dilaporkan Cekmad menjadi Rp3,55 miliar. Sedangkan pada 31 Desember 2018 menjadi Rp3,701 miliar. Pada 31 Desember 2019 menjadi Rp4,645 miliar dan laporan per 31 Desember 2020, harta kekayaan Cekmad, menjadi Rp5,390 miliar.

Previous Post

Kini DPMPTSP Abdya miliki SiCANTIK CLOUD

Next Post

Para Calon Keuchik Jeumpa Abdya Deklarasikan Pilchiksung Damai

Next Post

Para Calon Keuchik Jeumpa Abdya Deklarasikan Pilchiksung Damai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jembatan Perintis Garuda Jadi Akses Baru bagi Warga Aceh Tengah

Jembatan Perintis Garuda Jadi Akses Baru bagi Warga Aceh Tengah

05/07/2026
Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak

Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak

05/07/2026
Setahun Berdiri, Destinasi Wisata Batu Gajah Dinilai Masih Perlu Pembenahan Fasilitas

Setahun Berdiri, Destinasi Wisata Batu Gajah Dinilai Masih Perlu Pembenahan Fasilitas

05/07/2026
3 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Lolos OSN Tingkat Provinsi Aceh 2026, Siap Harumkan Aceh Selatan

3 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Lolos OSN Tingkat Provinsi Aceh 2026, Siap Harumkan Aceh Selatan

05/07/2026
Mengenal Mulyadi, Narasumber Workshop Jazz Fusion Fiesta di Taman Budaya Aceh

Mengenal Mulyadi, Narasumber Workshop Jazz Fusion Fiesta di Taman Budaya Aceh

05/07/2026

Terpopuler

Pimpin Aceh Utara Periode ke Dua, Harta Cekmad Cuma Rp3,7 Miliar

Dua Periode Cekmad; Minim Terobosan, Defisit, dan Harta Pribadi…

15/03/2022

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Daftar Lengkap 16 Tim Negara Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com