Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sejarah

Tradisi ‘Minggu Akhe’ di Aceh

Admin1 by Admin1
28/03/2022
in Sejarah
0
Tradisi ‘Minggu Akhe’ di Aceh

Foto detik.com

MASYARAKAT di Aceh, terutama yang tinggal di pesisir dan daerah perkotaan di Aceh, memiliki kebiasaan unik jelang bulan suci Ramadan tiba setiap tahunnya. Salah satunya adalah tradisi Minggu Akhe atau Minggu terakhir.

Seperti namanya, warga di Aceh beramai-ramai berwisata ke pantai pada satu Minggu  sebelum Ramadan tiba. Ada yang datang sendiri dan ada juga yang berkunjung bersama keluarga tercinta.

Kondisi ini, sudah berlangsung secara turun temurun di Aceh. Konon, di masa lalu, tradisi Minggu Akhe bahkan cenderung bersifat negative. Terutama pada  fase 1980 hingga 2004.

“Ada istilahnya camping bersama di Minggu Akhe. Para anak muda dari tiap kampung pasti ke pantai dan bercamping. Istilahnya sekarang tak gaul kalau tidak ke pantai saat Minggu Akhir,” kata Teungku Fian, warga pesisir Aceh Besar.

Aktivitas camping atau bermalam di pantai ini, berlangsung dari Sabtu atau sehari sebelumnya.

Namun sisi negatifnya, kata dia, banyak anak muda yang menggunakan kesempatan momen ‘Minggu Akhe’ untuk bersenang-senang. Ada yang minum Miras hingga perbuatan lainnya yang dilarang dalam agama.

Konon, bergoni-goni botol Miras diangkut dari pantai usai Minggu Akhir berlalu.

“Namun kondisi ini terjadi saat WH belum ada. Belum ada pemberlakuan hukum syariat. Bahkan pada Minggu 26 Desember 2004, banyak juga warga Aceh yang sedang berada di pantai. Mereka jadi korban tsunami,” kata Teungku Fian lagi.

Teungku Mustafa, warga pesisir dan alumni pesantren Ulee Titi, menambahkan bahwa kebiasaan berwisata ke pantai jelang Ramadan masih berlangsung usai Tsunami di Aceh. Bahkan katanya, hingga Ramadan 2022.

“Namun mudhoratnya sudah berkurang. Kalau sekarang, warga hanya sekedar ingin ‘healing’ ke pantai. Namun kondisi pantai justru padat karena pada saat yang bersamaan, warga-warga lainnya memiliki niat yang sama,” kata dia sambil tersenyum.

“Semestinya, Ramadan disambut dengan hal-hal yang positif. Tidak ada yang salah ke pantai. Namun dalam kondisi ‘Minggu Akhe’ banyak mudhoratnya,” kata Teungku Mustafa lagi.

Previous Post

Vladimir Putin: Beli Gas dari Rusia Pakai Mata Uang Rubel

Next Post

Adanya Perbaikan, PLN ULP Blangpidie Lakukan Padaman Aliran Emergensi

Next Post
Adanya Perbaikan, PLN ULP Blangpidie Lakukan Padaman Aliran Emergensi

Adanya Perbaikan, PLN ULP Blangpidie Lakukan Padaman Aliran Emergensi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dua Kurir Sabu Internasional Asal Aceh Utara Ditangkap

Dua Kurir Sabu Internasional Asal Aceh Utara Ditangkap

05/04/2026
Pemkab Apresiasi Grand Opening CSR UMKM Foodcourt Meunasah Mon Pertamina

Pemkab Apresiasi Grand Opening CSR UMKM Foodcourt Meunasah Mon Pertamina

05/04/2026
Pengcab FPTI Abdya Gelar Fun Climbing, Ajak Generasi Muda Cinta Olahraga Panjat Tebing

Pengcab FPTI Abdya Gelar Fun Climbing, Ajak Generasi Muda Cinta Olahraga Panjat Tebing

05/04/2026
3 Bulan Pascabanjir Bandang, Siswa SD-SMP di Nagan Raya Aceh Masih Belajar di Tenda

3 Bulan Pascabanjir Bandang, Siswa SD-SMP di Nagan Raya Aceh Masih Belajar di Tenda

05/04/2026
Patroli Malam, Polres Aceh Selatan Sambangi Titik Keramaian untuk Jaga Kamtibmas

Patroli Malam, Polres Aceh Selatan Sambangi Titik Keramaian untuk Jaga Kamtibmas

05/04/2026

Terpopuler

Tradisi ‘Minggu Akhe’ di Aceh

Tradisi ‘Minggu Akhe’ di Aceh

28/03/2022

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com