TAPAKTUAN – Anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Aceh, Adi Samridha, mengajak Pemkab setempat untuk duduk bersama guna membahas persoalan abrasi yang terjadi di Daerah Aliran Sungai Kluet.
“Persoalan abrasi di Klue kian parah dan memerlukan perhatian kita semua. Saya berharap Pemkab bisa duduk bersama DPRK untuk membahas persoalan ini segera mungkin. Karena tiap menit berlalu, abrasi kian mengancam kehidupan masyarakat di Kluet,” kata Adi Samridha.
Menurutnya, DAS Kluet merupkan salah satu sumber utama penyangga pertanian dan perekonomian masyarakat di empat Kecamatan, seperti Kleut Tengah, Timur, Utara dan Selatan Kabupaten Aceh Selatan, dengan luas 210.905.40 hektare.
“Namun ketika terjadi curah hujan yang tinggi DAS meluap ke lahan dan pemukiman penduduk di sepanjang aliran DAS. Selain menggenangi pemukiman penduduk, abrasi sungai mengancam pemukiman dan sarana pendidikan. Satu unit sekolah dasar di desa Lawe Cimanok Kluet Timur terancam rubuh akibat abrasi.”
Menanggapi persoalan di atas, Adi Samridha mengatakan DAS Kluet menjadi isu bersama dalam mencari solusi serta meminimlisir dampak lebih besar kedepannya.
Sekjen PA ini juga berharap ada penaganan darurat dan cepat dan tepat sehingga Visi Pemerintah berjalan sesuai slogan Aceh Hebat dan Aceh Selatan Hebat.
”Sebagai Anggota Legeslatif, kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mengundang anggta DPR RI Dapil 1, DPRA Dapil 9 untuk mencari solusi anggaran di Provinsi maupun Pusat,” kata Ketua Fraksi PA DPRK Aceh Selatan ini lagi. []









