BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Saiful Bahri atau akrab disapa Pon Yahya, mengatakan kasus 4 pulau milik Aceh yang secara sepihak dimasukan dalam wilayah adminitrasi Sumatera Utara oleh Mendagri, terjadi sebelum pelantikan dirinya sebagai ketua DPR Aceh.
Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga sudah menyurati hal ini tertanggal 20 April ke Mendagri sebagai bentuk protes atas klaim sepihak tersebut.
Hal ini disampaikab Pon Yahya dalam akun Facebook miliknya bernama Tanggy, Sabtu malam 21 Mei 2022.
Pon Yahya juga mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang berada di Dapil hingga 26 Mei 2022.
Dirinya juga mengaku sedang menyusun jadwal guna mendatangi Kantor Mendagri guna melayangkan protes atas keputusan Mendagri tersebut.
“Terkait 4 boh pulau di Aceh ka dji djok keu Sumatera Utara oleh Mendagri, nibak tanggai 20 April Gubernur Aceh kalheuh geukirem surat keberatan keu Mendagri. Bearti kejadian njoe segolom tanjoe di lantik jadi Ketua DPRA. Djinoe loen teungoh di Dapil(Reses II) sampe tanggai 26. Njoe Teungoh ta ato jadwal, u Kanto Mendagri tadjak. Tadjak protes,” tulis Pon Yahya di Facebook dalam bahasa Aceh.









