SINGKIL – Lembaga Swadaya Masyarakat Catimore dan Sahabat (CdS) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Kabupaten Aceh Singkil, 13-17 Oktober 2022.
Kegiatan ini mengusung tema “Moderasi Beragama dan Toleransi terhadap Sikap Beragama serta Pola Interaksi Antar Umat Beragama”.
Tim PkM Mini terdiri dari Dr. Edy Saputra, M.Pd sebagai ketua tim dan selanjutnya anggota tim terdiri dari Dr. Rahmy Zulmaulida, M.Pd, Julia Noviani, M.Pd, Sutrisno, M.A, Ega Gradini, M.Sc, Joni Harnedi, M.I.S, Nurul Hikmah, M.Pd, dan Rizka Utami, M.Pd.
Menurut Ketua Tim, Dr. Edy Saputra, M.Pd, Kabupaten Aceh Singkil dipilih sebagai tempat PkM karena Aceh Singkil merupakan daerah di Provinsi Aceh yang memiliki keragaman agama dan suku yang berbeda. Serta menjadi salah satu daerah dengan potensi wisata yang sangat krusial, sehingga persatuan masyarakat dan moderasi beragama dianggap hal yang sangat penting untuk dikembangkan guna terciptanya masyarakat yang ramah dan harmonis.
“Melalui persatuan dan keharmonisan masyarakat diharapkan mampu memberdayakan pengembangan ekonomi yang kuat melalui pariwisata,” katanya.

Edy Saputra menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui bentuk toleransi sikap beragama dan pola interaksi komunikasi antar amat beragama yang terjadi pada masyarakat Kabupaten Aceh Singkil. CdS juga melakukan sosialisasi pemberdayaan ekonomi produktif di lingkungan masyarakat pesisir yang mendiami wilayah Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak Aceh Singkil.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan paham keagamaan dan pemberdayaan ekonomi di kalangan masyarakat khususnya masyarakat Aceh Singkil,” jelas Ketua Tim.
Sementara itu CdS juga menggait mitra kolaborasi yaitu Hikmah Counseling Centre (HCC) yang menjadi fasilitator dalam Forum diskusi antar masyarakat di Aceh Singkil dan Pulau Banyak. Kegiatan diskusi tidak hanya dilakukan kepada masyarakat umum, namun juga diberikan kepada siswa-siswi SDN Negeri Pulau Balai dalam bentuk Kelas Inspirasi.

Pada kegiatan Kelas Inspirasi, Nurul Hikmah, M.Pd selaku fasilitator HCC menyampaikan pentingnya menghargai sesama, dan mengusung persatuan demi terbentuknya masyarakat Pulau Banyak yang ramah, harmonis dan terhindar dari konflik kesalahpahaman.
“Kami mewakili masyarakat Pulau Banyak berterimakah atas kedatangan pak Edy dan tim ke tempat kami, semoga bisa membuka ruang-ruang diskusi yang banyak lagi,” ungkap Fazriana salah satu warga Pulau Balai, Kecamatan Pulai Banyak, Aceh Singkil.
Beberapa tokoh agama dan masyarakat yang terlibat dalam forum diskusi ini adalah Kasi Bimas Islam Kankemenang Kab. Aceh Singkil, Wakil Ketua MPU: Ibrahim Simbolon, Ketua Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB): Dr. H. Ramlan, Sekretaris FKUB Mustafa, SE, M.M,; Kepala KUA Kecamatan Singkil Utara: H. Sabaruddin, S.Hi.,M.Ag, Pimpinan Ponpes Maqamam Mahmudah: Dr. Abdiansyah Linge, MA dan turut hadir beberapa tokoh masyarakat lainnya.











